Tips Jual Mobil di Qatar

Tips Jual Mobil di Qatar

Beberapa tahun yang lalu jual mobil di Qatar bisa dibilang mudah. Daya beli masyarakat tinggi, alhasil perputaran jual beli mobil bisa dibilang cukup menguntungkan bagi yang hobi melakukan aktivitas tersebut.

Namun semenjak harga minyak jatuh dan banyak yang di-PHK urusan jual mobil bekas di Qatar ikut terkena dampaknya. Bisa dibilang supply berlebih sedangkan demand-nya kurang. Orang juga jadi takut beli mobil harga mahal apalagi dengan ngutang dari bank karena kondisi perekonomian yang tidak stabil. Mereka takut setelah beli mobil beberapa bulan kemudian perusahaan memutuskan untuk memberhentikan mereka.

Berhubung saya memutuskan untuk meninggalkan Qatar maka mau tidak mau harus jual mobil. Saya sendiri cukup kuatir akan susah jualnya apalagi setelah mendengar cukup banyak kasus orang-orang berusaha jual mobil di Qatar tapi belum ada yang beli. Jadi sejak beberapa bulan sebelumnya sudah memikirkan strategi seperti apa yang kira-kira akan dipakai untuk menjual mobil tersebut. Saya pasang target setidaknya dua bulan sebelum keluar dari Qatar sudah meng-iklankan mobil tersebut.

Alhamdulillah dalam waktu 3 hari semenjak pasang iklan akhirnya mobil tersebut laku (verbally), namun karena satu dan lain hal transaksi resmi jual-belinya baru terjadi 2 minggu kemudian. Dalam kurun waktu tersebut ternyata banyak juga yang menghubungi untuk ingin melihat mobilnya.

Nah, berdasarkan pengalaman tersebut, berikut ini strategi-strategi yang sempat saya terapkan. Siapa tahu bisa diambil manfaat bagi mereka-mereka yang juga ingin jual mobil di Qatar.

Market value

Berhubung saya tidak hobi urusan jual beli maka tidak mengikuti perkembangan harga pasar mobil. Bisa saja cari-cari tau sendiri tapi saya lebih suka menyerahkan kepada ahlinya. Kebetulan ada rekan dari Indonesia yang jago urusan jual beli mobil, saya minta beliau untuk memberikan masukan berapa harga jual yang terbaik agar mobil saya cepat laku. Setelah mendapatkan range angkanya maka saya pilih harga yang menurut saya OK.

Menggunakan harga pasar disini penting agar orang setidaknya menghubungi kita. Apabila pasang harga terlalu tinggi boleh-boleh saja, tapi kemungkinan orang menghubungi tentunya lebih kecil. Apalagi persaingan jual mobil sekarang lebih ketat, ketika pasang harga tinggi sementara ada orang lain pasang harga lebih rendah (mis: spesifikasi mobil sama) maka tentunya orang akan memilih yang harganya lebih rendah. Jadi apabila ingin mobil segera laku, gunakan harga pasar (market value), atau apabila jual santai mungkin bisa pasang sedikit lebih tinggi dari harga pasar.

A picture worth a thousand words

Beberapa tahun yang lalu saya sempat melihat postingan orang Indonesia di milis tentangqatar dimana dia menjual mobil dengan tampilan foto yang luar biasa menarik. Pengambilan ‘angle’-nya menarik. Persis kayak hasil jepretan untuk iklan mobil-mobil baru showroom. Sementara banyak orang-orang di Qatar apabila posting foto baik di media sosial ataupun website-website jual mobil seperti qatarsale.com penampakannya biasa-biasa saja. Hal tersebut memunculkan ide pada saya apabila suatu saat nanti saya jual mobil maka saya akan gunakan foto-foto yang menarik. Perlu diperhatikan juga tidak perlu memberikan semua foto karena orang nanti jadi malas buka, cukup beberapa yang menarik dan dianggap dapat mewakili, sisanya kita bisa bilang lihat di album media sosial kita seperti Facebook ataupun Instagram.

Screen Shot 2017-04-22 at 5.25.46 AM

Ketika kita menjual sesuatu dan memiliki keunikan tersendiri maka tentunya membuat calon pembeli menjadi lebih tertarik, apalagi dengan kondisi pasar yang sangat padat. Istilah kerennya kita harus bisa stand out from the crowd. Foto yang menampilkan gambar lebih menarik daripada yang lain tentunya membuat orang lebih terpancing setidaknya untuk melihat barang yang sedang kita jual.

Namun bukan berarti saya ingin menjebak calon pembeli, justru sebaliknya, saya yakin sekali mobil yang ingin saya jual ini kondisinya masih bagus, dan saya ingin calon pembeli melihat hal tersebut sejak awal. Apabila saya pasang foto yang biasa-biasa saja maka potensi bagus dari mobil tersebut akan tertutup sejak awal. Orang akan berpikir mobil tersebut sama layaknya mobil-mobil Cadillac lain keluaran tahun 2011. Padahal mobil tersebut saya rawat dengan sangat baik selama 6 tahun, bukan saja kondisi mesinnya yang masih OKE namun fisik dan interiornya bisa dibilang tidak berubah, masih tetap luxury. Sementara mobil-mobil lain kondisinya bisa jadi lebih tidak terawat.

Nah dengan berbekal foto-foto menarik saya ingin mengeluarkan dan menunjukan potensi mobil tersebut serta menegaskan kepada calon pembeli bahwa mobil saya layak setidaknya untuk mereka lihat kondisinya. Bisa jadi pertimbangan juga apabila ada kompetitor mobil sejenis namun tahunnya lebih muda (mis: mobil saya 2011, tapi mobil lain 2013) namun dengan kondisi yang masih sangat baik maka calon pembeli lebih mempertimbangkan ambil mobil saya. Kira-kira begitulah target yang ingin dicapai dengan penampilan foto-foto menarik.

Advertising Medium

Ada banyak cara untuk menjual mobil di Qatar, diantaranya melalui informasi yang disebar kepada teman-teman di komunitas seperti kantor, mailing list, melalui situs jual beli mobil seperti qatarsale.com ataupun carsemsar, dan melalui media sosial seperti Facebook. Berdasarkan pengalaman jualan di Facebook adalah yang paling cepat respon-nya.

Jualan di Facebook ada 2 cara. Pertama, posting ke group-group komunitas seperti Qatar Expat Leaving Sale, ataupun Buy it, Sell it, Swap it, Qatar. Saran saya pilih komunitas yang dimaintain dengan baik alias ada admin-nya, jadi bukan public group dimana setiap orang bebas posting tanpa di-maintain. Komunitas yang dimaintain biasanya berbentuk secret group dan kita harus menunggu persetujuan admin untuk bisa join. Ketika posting pun ada aturan main yang harus dibaca dengan jelas. Komunitas-komunitas tertutup seperti itu jauh lebih dipercaya sehingga apabila kita posting disana maka orang-orang akan lebih percaya dan tidak dianggap hoax.

Kedua, menggunakan fasilitas iklan / promosi berbayar Facebook. Fasilitas tersebut membuat iklan kita akan dapat dilihat oleh pengguna Facebook karena disisipkan oleh Facebook biasanya sebagai bagian dari news feed. Sebelum memposting iklan maka kita harus menentukan terlebih dahulu beberapa kriteria seperti lokasi, range umur, jenis kelamin, dsb. Misalnya untuk iklan mobil ini saya masukan kriteria Qatar, range umur 18-65, dan jenis kelamin Pria+Wanita. Maksudnya, saya akan membayar Facebook untuk menyisipkan iklan jualan mobil saya kepada pengguna Facebook yang lokasinya ada di Qatar, berumur antara 18-65, dan berjenis kelamin pria ataupun wanita.

Screen Shot 2017-04-22 at 3.11.22 AM

Kriteria diatas berdasarkan data dari Facebook ada sekitar 1,5 juta orang, nah saya harus menentukan berapa budget yang akan dikeluarkan dan berapa lama iklan tersebut akan ditayangkan. Misalnya ketika saya pilih target budget sebesar QAR 74 maka Facebook menjanjikan akan menggapai sebanyak 35 ribu dari 1,5 juta orang pengguna Facebook di Qatar. Artinya iklan saya akan disisipkan dan dilihat oleh 35 ribu pengguna Facebook di Qatar dengan kriteria diatas. Lumayan kan? Apalagi jika kita cukup pandai menggunakan fasilitas tersebut maka hasilnya bisa lebih baik lagi. Untuk contoh kasus saya, ternyata target “engagement user” alias yang tertarik untuk mengklik iklan tersebut range umur paling banyak adalah 25-34, maka apabila saya edit kriterianya dari umur 18-65 (lebih luas) menjadi 25-34 (lebih spesifik) maka dari 35 ribu yang ditargetkan hasilnya akan lebih spesifik lagi. Sehingga bisa jadi kesempatan mobil saya untuk dibeli menjadi lebih besar.

Screen Shot 2017-04-22 at 2.59.04 AM
Performance Iklan. Saya stop sebelum total spent mencapai budget karena mobilnya sudah laku duluan.

Ketika posting di group-group komunitas tidak perlu bayar alias gratis, apakah ketika beriklan bayar di Facebook ada hasilnya? jawabannya: ada! Setidaknya terbukti ada yang bertanya melalui pesan di Facebook dan dia bilang lihat dari iklan yang disisipkan oleh Facebook.

Screen Shot 2017-04-22 at 4.57.29 AM

Ketika kita memilih medium yang tepat dan cara yang tepat untuk berjualan maka akan meningkatkan kesempatan hasil jualan tersebut laku lebih cepat.


Saya sendiri sebenarnya sangat jarang jual barang pribadi. Tips diatas juga berdasarkan hasil baca-baca dan pengamatan pribadi saja tentang bagaimana teknik berjualan terutama menggunakan media digital. Saya belum sempat pasang di qatarsale.com, jadi hanya bermodalkan pasang iklan di Facebook dan milis Indonesia. Bisa jadi mobilnya cepat laku karena saya sedang beruntung saja bertemu dengan calon pembeli yang tepat, namun setidaknya ada usaha lebih yang memang dilakukan agar mobil tersebut cepat lakunya. Karena bisa saja ketika kita hendak menjual barang seperti mobil, diluar sana ada yang membutuhkan dan cocok namun berhubung kita tidak mengiklankan dengan baik maka calon pembeli tersebut tidak melihat potensi mobil kita. Alhasil mobil kita jadi lebih lama lakunya.

Mudah-mudahan saja tips ini bermanfaat terutama bagi rekan-rekan yang berada di Qatar dan butuh untuk segera menjual mobilnya dikarenakan satu hal dan lainnya.

Selamat mencoba.

Mental Sopir, atau Mental Penumpang?

Mental Sopir, atau Mental Penumpang?

Secara tidak sengaja ketika sedang asyik browsing-browsing situs pelatihan online di Indonesia saya menemukan kursus berikut ini dari situs IndonesiaX.

Self Driving: Are You a Driver or a Passenger?

Screen Shot 2017-03-23 at 11.16.44 PM

Sekilas pada laman deskripsi saya membaca “Self Driving Course”. Hah, prof. Rhenald Kasali ternyata memberikan kursus self driving car juga? masa sih?? Ternyata konteks self driving-nya berbeda hehehe…, bukan self driving car, tapi membicarakan mengenai pembentukan mental self driving pada manusia.

Jujur saja, isinya bagus sekali. Saya sarankan untuk register (gratis), dan ikuti video-video yang diberikan oleh sang guru besar. Pelajaran-pelajaran tersebut membuka pikiran juga bagi para orang tua untuk mendidik anak-anak mereka agar memiliki mental sopir, bukan mental penumpang. Berikut ini salah satu cuplikan videonya,

Saya rasa yang disampaikan oleh sang guru besar banyak benarnya dan sesuai fakta kehidupan, terutama ketika membahas permasalahan keluarga kelas menengah keatas. Sebagai contoh, banyak orang merasakan susahnya perjuangan hidup ketika kecil dulu hingga dewasa, banyak sekali tantangan hanya agar bisa sekedar bersekolah misalnya. Ketika dewasa merasakan buah manis hasil perjuangan, mendapatkan kesuksesan dalam hal pekerjaan. Mampu membangun keluarga yang lebih mapan dan memberikan kenyamanan bagi keluarganya sendiri. Tentu tidak ingin agar anak-anaknya merasakan penderitaan yang sama dengan ketika dia kecil dulu, oleh karena itu menyediakan lingkungan yang nyaman bagi anak-anaknya. Sekolah bagus, kursus bagus, fasilitas pendidikan, dsb. Anak tersebut tumbuh dalam lingkungan yang dianggap “baik”, pendidikan tinggi, namun ketika dewasa ternyata kalah dalam persaingan hidup dan akhirnya malah frustasi dengan hidupnya sehingga bisa dikatakan tidak sesukses orang tuanya. Kenapa?

Ternyata yang membuat sang orang tua sukses bukan tingkat pendidikannya, namun mentalitas yang membentuk dirinya dari kecil hingga dewasa. Mentalitas yang teruji dengan baik sehingga ketika dia berhadapan dengan kehidupan dewasa telah matang dan siap. Tanpa sadar orang tua tersebut justru malah secara keliru membuat lingkungan yang kurang kondusif bagi anak-anaknya dalam tumbuh dan berkembang sehingga anak-anaknya tidak memiliki mentalitas yang sama dengan dia. Padahal justru mentalitas itulah yang akan menjadi salah satu faktor penting menghadapi pergulatan hidup ketika seseorang memasuki dunia dewasa kelak.

Keberanian menentukan arah hidup, mengambil keputusan, berani mengambil resiko, pantang menyerah, selalu berpikir bagaimana caranya agar sampai pada tujuan, merupakan ciri-ciri mentalitas sopir. Mari kita latih baik diri kita sendiri maupun anak-anak kita agar memiliki mentalitas sopir, bukan penumpang.

Gih, buruan daftar, ada beberapa kursus menarik lainnya juga dari IndonesiaX selain self driving. Daging deh.

Good and Evil

Good and Evil

Selama beberapa bulan tulisan mengenai cara mengeluarkan batu empedu menduduki peringkat teratas dalam hal statistik pada blog ini. Tulisan tersebut memang sempat menjadi viral di media sosial, walaupun seiring dengan berjalannya waktu semakin menurun yang berkunjung tapi tetap dibandingkan tulisan lain topik tersebut menduduki peringkat teratas.

Saya tidak mengejar trafik ketika menulis namun kadang lihat juga kadar statistik karena memang terpampang di dashboard blog. Beberapa waktu yang lalu mendapatkan notifikasi ada tulisan yang mendapatkan trafik lebih banyak dari biasanya, saya kira tulisan tentang batu empedu kembali dikunjungi namun ternyata topik lain yang menduduki peringkat teratas.

screen-shot-2017-02-02-at-3-55-34-pm

Dua topik tersebut agak saling berhubungan, pertama tentang sim swap dan yang kedua tentang menggunakan nomor lain (luar negeri) untuk whatsapp-an. Topik sim swap sendiri apabila menulis “sim swap” di google Indonesia (google.co.id) menduduki peringkat pertama. Sepertinya tidak banyak yang menuliskan informasi tentang sim swap dalam artikel berbahasa Indonesia padahal topik tersebut termasuk topik yang umum dalam dunia telekomunikasi.

screen-shot-2017-02-02-at-3-56-13-pm

Sebenarnya kedua tulisan tersebut bertujuan agar pembaca lebih aware dan waspada mengenai kejahatan yang dapat terjadi baik melalui sim swap ataupun menggunakan nomor hape pribadi untuk whatsapp. Saya sih senang-senang saja apabila ada lebih banyak yang paham sehingga menjadi waspada, namun ibarat sebilah pisau, informasi demikian bisa jadi digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk berbuat jahat.

Ada perbedaan antara orang awam dan orang yang memiliki niat jahat ketika mendapatkan informasi seperti ini. Orang awam, termasuk mereka-mereka yang berkecimpung dalam dunia telekomunikasi, mengatakan bahwa banyak faktor yang dibutuhkan agar skenario sim swap benar-benar bisa digunakan untuk kejahatan. Intinya hampir tidak mungkin terjadi. Namun bagi sebagian orang lain yang memiliki niat jahat, informasi demikian bisa dirangkai sehingga menjadi suatu rencana terstruktur agar dapat berhasil. Percaya atau tidak, ada banyak sekali orang-orang diluar sana yang mampu mewujudkan kejahatan dengan berbekal informasi seadanya.

Mudah-mudahan saja pembaca blog ini lebih banyak yang tidak memiliki niat jahat sehingga isi tulisannya membawa lebih banyak manfaat daripada efek negatifnya.

Solusi Penyakit Maag Akut (GERD)

Solusi Penyakit Maag Akut (GERD)

Tulisan dibawah ini diteruskan oleh istri saya melalui WhatsApp.

Saya termasuk yang berpikir bahwa GERD disebabkan oleh masalah psikis, misalnya: saya merasakan sakit mag setiap habis kerja malam dimana pekerjaan tersebut menuntut konsentrasi tinggi dengan tingkat pressure sangat tinggi. Tidak boleh ada kesalahan sedikitpun sehingga pekerjaan harus selesai dengan sempurna. Kondisi tersebut semakin memburuk selama 3 tahun terakhir. Saya pikir faktor umur, dulu pekerjaan seperti inilah yang saya sukai, penuh tantangan, penuh tekanan, apalagi sekarang menangani customer dengan pelanggan VVIP seperti di Qatar, dan ketika berhasil dengan sempurna rasanya puas sekali.

Faktor umur membuat saya berpikir resistensi saya terhadap stress mulai menurun dan sudah waktunya mencari pekerjaan yang lebih tenang. Namun ketika membaca tulisan tersebut ternyata pemahaman saya justru terbalik: GERD lah penyebab masalah psikis yang saya alami, dan pola makan tidak sehatlah penyebab utamanya.

Saya akan ceritakan lebih lanjut pengalaman pribadi dibagian bawah nanti. Yang penting, siapapun  wajib baca tulisan yang beredar melalui group WA dan saya tulis ulang sebagai berikut. Continue reading “Solusi Penyakit Maag Akut (GERD)”

Learning how to Learn (Belajar Cara Belajar)

Learning how to Learn (Belajar Cara Belajar)

Kita tahu ada istilah yang menyebutkan bahwa tidak dianjurkan untuk memberikan ikan kepada seseorang, lebih baik mengajarkan orang tersebut cara memancing ikan hingga kelak dia bisa mencari ikan sendiri. Namun kemudian muncul pertanyaan, “bagaimana apabila orang tersebut terdampar dipadang pasir nan luas dimana tidak ada ikan untuk dipancing?”, sementara ilmu yang dia miliki adalah ilmu memancing ikan. Jawabannya tentu saja dia harus memiliki pengetahuan khusus agar dapat tetap bertahan hidup dipadang pasir tersebut. Pengetahuan khusus inilah yang disebut sebagai metode belajar untuk belajar (learning how to learn).

Saya sempat membaca metode salah satu sekolahan berbasis kurikulum british di Qatar—saya lupa apakah itu Parkhouse ataupun Doha British School—namun disebutkan bahwa sekolahan tersebut mengajarkan bagaimana caranya belajar untuk belajar. Continue reading “Learning how to Learn (Belajar Cara Belajar)”

File /etc/hosts overwritten by JunOS Pulse VPN Client

File /etc/hosts overwritten by JunOS Pulse VPN Client

I’ve been dealing with this issue since loong time and become a mystery for myself. Every time I add new entries to /etc/hosts file in MacOS it only persist for sometimes. It is more or less like every after 30 minutes the files getting overwritten back to previous state. That means my entries lost. I was thinking MacOS did it internally or there are some limitation of allowed entries in /etc/hosts files (I put a LOT of entries since handling a lot of machine at work), but never thought it was due to other application.

Only by today in some discussion it is mentioned the /etc/hosts files can be overwritten by JunOS Pulse VPN Client, as reported on this blog post. Although my observation result different to that post, it is pointing to some crucial part.

First, JunOS Pulse VPN Client will make a backup of /etc/hosts files to /etc/jnpr-pulse-hosts.bak whenever VPN connected. Continue reading “File /etc/hosts overwritten by JunOS Pulse VPN Client”

Makanan Sehat Wajib Enak!

Makanan Sehat Wajib Enak!

Saya dan istri mulai rutin mengikuti pola makan sehat ala food combining sejak 3 minggu terakhir. Kami memulai pola makan seperti ini setelah masing-masing merasa mengalami gangguan kesehatan yang cukup mengganggu, sejak saat itu kami bertekad untuk menjaga pola makan keluarga secara ketat dengan harapan kondisi tubuh akan berubah menjadi lebih sehat.Kebetulan ibu saya salah satu senior penggiat food combining. Sebenarnya sejak lama beliau selalu menyarankan saya dan keluarga untuk mulai pola makanan sehat tidak mencampur karbohidrat dengan protein, tapi namanya belum sakit ya susah untuk memulai.

Saat di Indonesia Ibu saya sering membuatkan sarapan buah yang didapatkan resepnya dari pak Wied Harry. Pak Wied sendiri merupakan punggawa food combining yang sudah sangat lama, beliau seorang ahli nutrisi yang sering melakukan uji coba resep untuk menemukan kombinasi resep cocok dengan lidah masyarakat Indonesia namun tetap sehat. Banyak dari kita malas untuk mulai makanan sehat karena makanannya dirasa tidak enak, jadi makannya serasa dipaksa. Namun apabila makanan tersebut enak maka kita akan menikmati dan secara tidak langsung tubuh akan ikut terkena efek sehat. Ini kuncinya dimana banyak orang tidak menyadari.

Saat mencoba resep-resep ataupun bahan-bahan alami yang dibeli dari komunitas food combining di Bogor dan dibuatkan sebagai sarapan pagi oleh Ibu saya ketika liburan di Indonesia, terus terang rasanya enak sekali. Apabila kita terbiasa menggunakan dressing ala eropa atau amerika dengan menggunakan mayonaise maka sebenarnya bisa dibuat mayonaise sehat alami dan rasanya cocok dengan lidah kita. Konsep yang sama saya dan istri coba lakukan saat kami coba terapi dengan food combining ini. Bahkan kami memulai langsung dengan model terapi yang cukup ekstrim, jadi langsung uji coba dengan detox raw food.

Secara garis besar Ibu saya menyampaikan tata cara detox raw food. Continue reading “Makanan Sehat Wajib Enak!”