Secara tidak sengaja ketika sedang asyik browsing-browsing situs pelatihan online di Indonesia saya menemukan kursus berikut ini dari situs IndonesiaX.

Self Driving: Are You a Driver or a Passenger?

Screen Shot 2017-03-23 at 11.16.44 PM

Sekilas pada laman deskripsi saya membaca “Self Driving Course”. Hah, prof. Rhenald Kasali ternyata memberikan kursus self driving car juga? masa sih?? Ternyata konteks self driving-nya berbeda hehehe…, bukan self driving car, tapi membicarakan mengenai pembentukan mental self driving pada manusia.

Jujur saja, isinya bagus sekali. Saya sarankan untuk register (gratis), dan ikuti video-video yang diberikan oleh sang guru besar. Pelajaran-pelajaran tersebut membuka pikiran juga bagi para orang tua untuk mendidik anak-anak mereka agar memiliki mental sopir, bukan mental penumpang. Berikut ini salah satu cuplikan videonya,

Saya rasa yang disampaikan oleh sang guru besar banyak benarnya dan sesuai fakta kehidupan, terutama ketika membahas permasalahan keluarga kelas menengah keatas. Sebagai contoh, banyak orang merasakan susahnya perjuangan hidup ketika kecil dulu hingga dewasa, banyak sekali tantangan hanya agar bisa sekedar bersekolah misalnya. Ketika dewasa merasakan buah manis hasil perjuangan, mendapatkan kesuksesan dalam hal pekerjaan. Mampu membangun keluarga yang lebih mapan dan memberikan kenyamanan bagi keluarganya sendiri. Tentu tidak ingin agar anak-anaknya merasakan penderitaan yang sama dengan ketika dia kecil dulu, oleh karena itu menyediakan lingkungan yang nyaman bagi anak-anaknya. Sekolah bagus, kursus bagus, fasilitas pendidikan, dsb. Anak tersebut tumbuh dalam lingkungan yang dianggap “baik”, pendidikan tinggi, namun ketika dewasa ternyata kalah dalam persaingan hidup dan akhirnya malah frustasi dengan hidupnya sehingga bisa dikatakan tidak sesukses orang tuanya. Kenapa?

Ternyata yang membuat sang orang tua sukses bukan tingkat pendidikannya, namun mentalitas yang membentuk dirinya dari kecil hingga dewasa. Mentalitas yang teruji dengan baik sehingga ketika dia berhadapan dengan kehidupan dewasa telah matang dan siap. Tanpa sadar orang tua tersebut justru malah secara keliru membuat lingkungan yang kurang kondusif bagi anak-anaknya dalam tumbuh dan berkembang sehingga anak-anaknya tidak memiliki mentalitas yang sama dengan dia. Padahal justru mentalitas itulah yang akan menjadi salah satu faktor penting menghadapi pergulatan hidup ketika seseorang memasuki dunia dewasa kelak.

Keberanian menentukan arah hidup, mengambil keputusan, berani mengambil resiko, pantang menyerah, selalu berpikir bagaimana caranya agar sampai pada tujuan, merupakan ciri-ciri mentalitas sopir. Mari kita latih baik diri kita sendiri maupun anak-anak kita agar memiliki mentalitas sopir, bukan penumpang.

Gih, buruan daftar, ada beberapa kursus menarik lainnya juga dari IndonesiaX selain self driving. Daging deh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s