Tulisan dibawah ini diteruskan oleh istri saya melalui WhatsApp.

Saya termasuk yang berpikir bahwa GERD disebabkan oleh masalah psikis, misalnya: saya merasakan sakit mag setiap habis kerja malam dimana pekerjaan tersebut menuntut konsentrasi tinggi dengan tingkat pressure sangat tinggi. Tidak boleh ada kesalahan sedikitpun sehingga pekerjaan harus selesai dengan sempurna. Kondisi tersebut semakin memburuk selama 3 tahun terakhir. Saya pikir faktor umur, dulu pekerjaan seperti inilah yang saya sukai, penuh tantangan, penuh tekanan, apalagi sekarang menangani customer dengan pelanggan VVIP seperti di Qatar, dan ketika berhasil dengan sempurna rasanya puas sekali.

Faktor umur membuat saya berpikir resistensi saya terhadap stress mulai menurun dan sudah waktunya mencari pekerjaan yang lebih tenang. Namun ketika membaca tulisan tersebut ternyata pemahaman saya justru terbalik: GERD lah penyebab masalah psikis yang saya alami, dan pola makan tidak sehatlah penyebab utamanya.

Saya akan ceritakan lebih lanjut pengalaman pribadi dibagian bawah nanti. Yang penting, siapapun  wajib baca tulisan yang beredar melalui group WA dan saya tulis ulang sebagai berikut.

Soal Sakit GERD, Maag Akut, Maag Kronis, Gangguan Asam Lambung, dll

DECEMBER 5, 2014

Sekarang yuk kita bahas soal penyakit GERD.

Dokter juga menyebutnya dengan istilah sakit Maag Kronis, Gangguan Asam Lambung, Maag Akut, dan juga Celiac Disease.

Seperti yang bisa dibaca dalam link ini,

http://dokita.co/blog/gerd-gastro-e…

penjelasan soal fisiologisnya semua benar. Gejalanya sangat beragam – ada gangguan pada LES, asam lambung naik lagi ke esofagus (bile reflux), menyebabkan rasa dada panas terbakar, dada sesak, kadang mau tarik napas susah, napas seperti tidak sampai, tenggorokan tercekat, sering radang tenggorokan, lidah sakit, sering mau sendawa tapi tidak bisa keluar, sakit di perut kiri, sakit di perut kanan atas, gangguan detak/irama jantung, dikira serangan jantung atau jantung koroner, padahal hasil pemeriksaan EKG dan treadmill normal semua dsb. Itu baru sebagian gejala.

Belum lagi insomnia yang mendera, berhari2 tidak bisa tidur, vertigo, kecemasan/anxiety berlebihan, serangan panik (panic attack), paranoid jadi terpikir sakit jantung, kanker nasofaring, merasa mau mati..

Gejala yang dialami setiap orang berbeda-beda. Ada yang mengalami sebagian gejala, seperti radang tenggorokan abadi dan leher berlendir, tapi tidak mengalami sesak napas. Ada yang sering sesak dan nyeri dada tapi tidak mengalami nyeri di perut. Jadi tidak mesti semua gejala di atas muncul pada satu orang.

Cerita member:

“waktu itu aku juga merasakan sensasi serangan jantung. Dada tengah panas dan nafas sesak terus mual semalaman saya nggak bisa tidur, takut kena serangan jantung, danpaginya langsung masuk RS, disuruh opname 2 hari terus medical checkup, ternyata hasil pemeriksaan semua normal, dan baru ketahuan asam lambung tinggi, dan sampe sekitar 1 bulan nggak sembuh2 sensasi GERDnya. Terus saya ke dokter jantung disuruh tes treadmill hasilnya juga normal.. Sudah agak tenang dgn hasil itu, tapi mungkin karena stres kerja dan makan yg tidak teratur, penyakit jadi tambah banyak, migren dan vertigo pun datang.. ”

Pada beberapa pasien GERD, anxiety yg dialami bisa sampai membuat ybs tidak berani ketemu orang, tidak berani keluar rumah, bahkan ketemu tetangga terdekat pun takut, tidak berani berada di kerumunan orang banyak. Jalan2 ke Mall? Boro2 berani.. Mendengar kata Mall aja udah bergidik, sesak napas rasanya, ya kan?

Soal penyebab — seperti biasa — para dokter tidak bisa menjelaskan. Yang disalahkan hanya merokok, alkohol, makanan pedas, dan porsi makan.

Lha kalau cuma itu penyebabnya, bagaimana dengan orang2 yg tidak merokok seperti Iin Rusti, atau Destiari Khumaedi, misalnya, kok bisa kena GERD? Tak satupun di antara pasien GERD yg sudah saya sebutkan pernah minum alkohol. Kalau soal makanan pedas, banyak orang lain yg makan sambelnya gila2an, tapi kok tidak kena GERD?

Pasti itu pertanyaan yg muncul kan?

Misterinya ternyata ada pada TEPUNG TERIGU dan semua makanan yang dibuat dengan bahan tepung terigu: donat (J.Co, Dunkin), pizza (Pizza Hut, Domino Pizza), blackforest cake, mie instan (Indo Mie Kari Ayam, Indo Mie rasa Soto Mie), bakwan goreng, pasta/spaghetti/penne/fussili, roti Sari Roti, Tous Les Jours)…

(hihihi sengaja saya sebut semua merknya, utk mengingatkan teman2 penderita GERD yg sudah mulai sembuh bahwa inilah “penjahat”nya.. 😀 😀 )

Mas Amirudin Sadja di postingnya tentang GERD beberapa waktu yang lalu menyebut “Saya rutin mengkonsumsi Bakmi Jawa setiap malam selama bertahun2, Bu.. 😛 ”

Jelas kan penyebabnya kenapa dia sampai sakit GERD parah?

Coba deh semua penderita GERD mengingat kembali, pasti semuanya senang dengan makanan2 yg dibuat dari tepung terigu. Terutama mie instan, donat, pasta dan roti. Dan untuk makan siang atau malam, kebanyakan makannya hanya nasi +lauk hewani, tanpa buah, tanpa sayuran.

Padahal, bensin yg tepat bagi mesin2 di tubuh kita adalah — sekali lagi — 70% buah dan sayur, 20% karbohidrat, dan 10% protein hewani. Kalau makanan kita lebih banyak hanya karbohidrat dan protein, sama saja kita sudah memberi bensin yg salah kepada tubuh kita, ibaratnya mesin mobil mestinya dikasih pertamax plus, ini diisi minyak tanah, jadi rusak lah mesin2 di dalam perut.. (Baca lagi penjelasan soal ini di file no. 1: “Pola Makan dan Kesehatan”).

Tepung terigu itu adalah karbohidrat olahan yang suliiiiit sekali dicerna oleh usus kita. Pertama, kelenjar pankreas kita cuma mampu bekerja memasok enzim insulin pencerna karbo selama 4 jam. Kalau makan nasi dalam 2 jam selesai, sehingga tidak memberatkan pankreas.

Apa yang terjadi di dalam usus ketika kita makanan berbahan dasar terigu?

Kalau makannya adalah makanan yg dibuat dari terigu, pertama di lambung zat gluten di dalam terigunya berubah menjadi lem yang lengket, sulit diurai, tidak selesai dicerna karena kelamaan, keburu busuk. Dan ketika akhirnya pun turun ke usus halus, butuh 72 jam atau 3 (tiga) hari baru usus halus bisa menyerap karbonya ke dalam darah. Tumpukan tepung di usus halus ini akan memblokir jalan masuk berbagai makanan lain yg kita makan sesudahnya, lengket di usus. Tepung terigu yang lengket ini merusak serabut halus (yg disebut dgn nama micro villi) di sepanjang dinding usus halus yang seharusnya bertugas menyerap zat gizi dari makanan ke dalam darah. Proses ini juga yang membuat terjadinya luka di sepanjang usus/sistem percenaan.

Dan ketika zat gizi dari makanan yang kita makan tidak bisa masuk ke dalam darah, pasokan zat gizi yang diperlukan otak sangat terhambat, sehingga otak tidak mampu memproduksi hormon serotonin yang mestinya bertugas mengatur perasaan nyaman, tenang, senang, bahagia, menjaga mood tetap baik, dll. Itu sebabnya pasien GERD umumnya jadi sering cemas berlebihan, sering takut berlebihan, termasuk takut ketemu orang baru, takut berada di tempat yang tidak dikenal, dan berbagai takut lainnya yang terasa tidak masuk akal.

Para penderita GERD umumnya pasti sudah melakukan endoskopi. Dan pasti ada luka di lambung, atau di usus 12 jari, atau di usus halus, atau di usus besar, atau bile refluks (naiknya kembali cairan empedu) karena ada peradangan pada empedu, ada batu di empedu, dsb.

Kalau sudah begini, makanan yg diolah di lambung tidak bisa segera turun, itu sebabnya terjadi penumpukan asam lambung, makanan jadi kembali naik ke esofagus, menciptakan radang dan luka pula, menyebabkan dada panas, sesak, dll..

Tadinya saya bahkan sempat yakin bahwa penyebab awal GERD adalah masalah psikis. Tapi setelah semakin intens berinteraksi dgn pasien2 GERD, berdiskusi intens dgn Mas Amirudin yang sudah sembuh dari GERD, membaca buku The Miracle of Enzymes karya Prof. Hiromi Shinya, saya jadi bisa memahami bahwa mood yg mudah bergejolak, mudah tersinggung, orang yg cenderung selalu bete, gampang sedih dan bahkan depresi, semuanya berawal dari pola makan yg buruk, yang mengakibatkan sistem pencernaan jadi sangat tidak sehat, sehingga pasokan zat gizi ke semua organ sangat terhambat, dan otak jadi defisit gizi. Dan asupan gizi ke otak yg kurang membuat otak tidak mampu memproduksi hormon serotonin yang membantu mengelola perasaan nyaman dan senang dan bahagia.

Nah jadi apa bedanya GERD dan Maag/Gastritis?

GERD adalah kerusakan menyeluruh seluruh organ pencernaan, dari kerongkongan, lambung dan usus 12 jari/duodenum, dan terutama kerusakan usus halus (Intestine) yang parah (bayangkan usus kita 12 m) sebagian besarnya rusak karena tertempeli gluten yang mirip lem kastol yang aktif merusak villi usus kita, sehingga gas timbul di situ karena terlalu banyak toksin yang menempel.

Sedangkan kasus sakit Maag hanyalah kerusakan pada organ lambungnya saja, entah luka atau radang lambung, ini tidak menimbulkan anxie/kecemasan karena kondisi usus relatif baik.

Perlu diketahui bahwa usus adalah tempat diproduksinya antioksidan untuk imunitas kita, juga tempat diproduksinya sebagian besar (70%) hormon2 pembangkit rasa bahagia.

Penyebabnya juga beda, GERD karena gluten sedangkan Maag lebih karena proses cerna di mulut yang kurang lama, atau cara makan yang salah (misal makan buah setelah makan nasi, atau minum setelah makan, atau makan karbo dan protein hewan terus menerus) dan itu semua terjadi dalam waktu yang lama bertahun2.

Apa yang harus dilakukan?

Kunci kesembuhan dari GERD terletak pada penyehatan dan perbaikan sistem pencernaan. Ikuti pola makan Food Combining dengan disiplin. Lihat file “Jadwal Makan Khusus utk Penderita GERD”. Ikuti beberapa saran saya berikut ini:

1. Hentikan cabe dan cuka SAMASEKALI.

Jangan coba2 beralasan “nggak pedes kok, cabenya sedikit..”.

Selama cabe masih dimakan, meskipun sedikit, itu luka di lambung/usus/  usus 12 jari/usus halus, dll, tidak akan sembuh. Justru kalau sudah  sampai tahap GERD betul2 harus serius memperbaiki pola makan. Biasanya begitu kena cabe walau sedikit, beberapa sensasi akan langsung muncul.

2.  Untuk 1-2 minggu pertama, perbanyak makan sayuran hijau seperti kangkung,  bayam, sawi hijau/putih, daun singkong, pokcay, kailan, cuciwis, dll.  Ditumis aja, tapi cuma sebentar. Masak dulu bumbu2nya, sesudah bumbunya  matang, baru masukkan sayurnya terakhir, aduk 30-45 detik, langsung  angkat dari wajan ke piring. Jangan dibiarkan di wajan atau panci, sebab  panas wajan atau panci akan membuat sayurnya terus dipanaskan. Kalau  sayur terlalu matang, semua enzim, vitamin dan mineral yang dikandungnya  sudah hilang. Jadi percuma dimakan, cuma menambah sampah di perut..

3. Untuk 1-2 minggu pertama, pastikan minum segelas jus timunatau timun + kol mentah tanpa sebelum makan siang. Jadwal jus sayur yg lain tetap sama.

4.  Untuk 1-2 minggu pertama, pastikan ada 2 sdm irisan kol mentah setiap  kali makan, baik saat makan siang maupun makan malam. Jangan kuatir  dengan “kata orang kol tidak boleh dimakan karena menciptakan gas di  perut”.

Makan kol yang matang (spt dlm sayur sop atau gado2 atau  somay) memang akan membuat makanan di lambung jadi busuk sehingga perut jadi kembung dan penuh gas, tapi kalau  kol dimakan mentah, justru jadi obat bagi peradangan di usus.

5. Ikuti Jadwal Makan FC yg ada di file. Ini linknya:

https://www.facebook.com/notes/seha…

6. Setelah 1-2 minggu, upayakan sayurannya divariasikan, ganti2. Beberapa member ada yang baru mulai belajar makan sayur, dan sayur yg dimakan hanya “wortel, timun, buncis, kacang  panjang”. Yuk kenalan sama semua sayuran yg lain. Kalau cuma 4 macam  sayuran itu saja, khasiat sayuran sebagai obat belum ada efeknya. Semua  sayuran dan buah adalah obat, jadi satu per satu harus dicoba ya..

Tapi proses perbaikan tersebut tidak mudah dan tidak sebentar. Kuncinya adalah:

1. SABAR. Proses perbaikan usus bukanlah suatu proses yg selesai dalam waktu semalam. Prosesnya bisa berminggu-minguu, bahkan berbulan2.

2. Ikuti Jadwal makan FC dengan disiplin, sebab jadwal makan ini sudah disusun sedemikan rupa agar mencukupi kebutuhan nutrisi 70%, 20% dan 10% tsb. Jangan ada yang terlewat ya.

3. Hentikan samasekali konsumsi makanan dari tepung terigu. Ini paling krusial.

Udah deh, putuskan aja hubungan dengan tepung terigu, roti, mie instan,dlll. Mungkin awalnya memang akan terasa berat, galau, duka lara, patah hati, nangis2, karena harus putus dari makanan kesukaan. Tapi percaya deh, sembuh dari GERD akan jauuuh lebih membahagiakan daripada berteman dengan mie instan, bakwan goreng, donat J.Co, Dunkin, Pasta, Spaghetti, Pizza Hut, dan dikuntit oleh GERD..

4. Hentikan sama sekali mengkonsumsi gula (dan semua makanan dan minuman manis bergula termasuk teh dan kopi), serta susu sapi (termasuk keju, yoghurt dan semua makanan dan minuman yg dibuat dengan bahan susu). Penjelasan soal ini bisa dibaca lebih lanjut di FILE.

5. Jadi sekali lagi, ada 7 pantangan GERD ya: 1) Cabe, 2) Terigu dan semua makanan yang terbuat dari tepung terigu (mie ayam, mie bakso, mie instan, pasta, bakwan/gorengan, kue2, roti, cake, donat, dll), 3) Susu dan semua makanan dan minuman yang terbuat dari susu seperti Keju, Yoghurt, Yakult, puding, dll, 4) Gula dan semua makanan dan minuman manis, 5, Cuka (asinan, pempek palembang), 6) Kopi, dan 7) Teh.

5. Di awal2 beralih ke FC, yang akan terjadi adalah proses pembersihan saluran cerna, dan proses perbaikan serta pemulihan luka2 yang mungkin ada di sepanjang saluran cerna bagian atas, yaitu mulut, kerongkongan/esofagus, lambung, dan usus 12 jari/duodenum. Berbagai sensasi GERD yang tadinya belum muncul dan tidak pernah dirasakan, bisa mulai dirasakan di fase ini. Teman2 tak perlu takut. Ini hanya akan berlangsung sebulan pertama, dan merupakan tanda bahwa proses perbaikan sudah mulai berjalan. Panik, cemas dan takut tentu saja masih akan sangat terasa. Hal-hal yang tampaknya sepele pun bisa jadi terasa seperti suatu masalah besar. Beberapa member pasti sangat takut untuk mencoba karena merasa “maagna kambuh” ketika minum jus timun, atau minum jeniper, atau saat habis makan siang. Yuk berusaha untuk tabah. Sugestikan diri bahwa “kambuh” itu cuma akan berlangsung 1-2 minggu. Setelah itu tubuh akan terasa jauuuh lebih bugar, lemar mulai berkurang, perasaan cemas mulai berkurang pelan2, dsb.

Teman2 harus belajar beberapa tehnik relaksasi, untuk mengendalikan kecemasan yang tinggi (anxiety) tersebut (ada file berisi salah satu tehnik relaksasi, judulnya “Meditasi Air Terjun”. Silahkan dicoba praktekkan). Tapi pelan2 akan segera terasa bahwa sensasi2 GERD tersebut makin lama makin berkurang, kalaupun masih ada yang muncul, intensitasnya sudah tidak seberat di awal, dan seiring dengan membaiknya pencernaan, makan semua sensasi pelan2 akan menghilang satu per satu.

Teman2 bisa dikatakan “sembuh” dari sakit GERD kalau kecemasan sudah total hilang, dan kalian merasa ‘berubah’ menjadi orang yang sabar, tenang, tidak lagi mudah panik atau mudah bété seperti dulu. Dan Berat Badan sudah mulai merambat naik (bagi yang terlalu kurus), atau mulai turun mendekati idela (bagi yang kelebihan BB)..

Terakhir, sekali lagi SABAR lah. Kunci kesembuhan GERD adalah SABAR, SABAR, SABAR dan SABAR. Hati2 jangan mudah tergoda untuk cheating. Sekali cheating, semua kemajuan yang sudah diperoleh rasanya seperti tidak ada gunanya. Mundurnya jauuuh.

Sekali lagi, berusahalah untuk fokus, disiplin, dan sabar..

Yuk, tetap semangat!

Bagaimana? Sudah mendapatkan gambaran lebih baik tentang GERD, sakit mag akut, serta metode penanganannya?

Saya sudah mencoba langsung dan merasakan hasilnya. Alhamdulillah cukup berhasil. Saya tidak bisa bilang 100% hilang sakit mag nya namun itu disebabkan karena saya mulai tergoda untuk mengkonsumsi makanan seperti daging ketika badan terasa sudah lebih enak. Akibatnya ya mulai terasa tidak enak lagi lambungnya walaupun tidak separah sebelumnya.

Yang pasti pembahasan mengenai masalah psikis seperti disampaikan oleh tulisan tersebut benar sekali. Resistensi saya terhadap stress mulai meningkat kembali. Seperti yang disampaikan diatas, ketika mengikuti pola makan sehat maka pencernaan kita akan berubah, ketika pencernaan berubah maka produksi ragam enzim yang dibutuhkan oleh tubuh meningkat. Tubuh akan mampu memproduksi hormon serotonin yang bertanggung jawab terhadap rasa senang, nyaman, sehingga perasaan kita akan lebih tenang. Ketika perasaan lebih tenang maka kemampuan kita untuk menangani beragam hal sulit akan lebih baik, untuk kasus saya berarti resistensi terhadap beragam jenis tekanan dalam pekerjaan.

Karena pernah merasakan sakit dan merasakan nikmatnya sehat maka secara tidak langsung kita akan menghindari pola makanan tidak sehat ketika pola makan kita mulai berubah. Hal tersebut saya alami sendiri, ketika tubuh mulai nyaman dan enak menjalani keseharian namun pola makan kembali berubah jelek maka tubuh akan dengan sendirinya memberikan respon negatif, efek tersebut membuat kita tidak betah berlama-lama dan dengan sendirinya kembali ke pola makan sehat.

2 minggu faw food ketat sesuai petunjuk food combining, itu waktu yang dibutuhkan oleh saya penderita maag akut bertahun-tahun sejak SMP hingga tahun ini — 20 tahun selalu membawa polycrol (antisida) kemana-mana — untuk bisa merasakan efek positif pola makan sehat. Tentu saja setelah itu saya masih suka bandel 2-3 hari namun selalu kembali lagi menjalani pola makan sehat karena sudah merasakan hasilnya, dan yang pasti, makanan daging yang sebelumnya nikmat sekali dilidah mulai berkurang nikmatnya.

Saya mendapatkan informasi bahwa penderita GERD yang secara total sembuh membutuhkan waktu 1 tahun penuh melakukan pola food combining ketat agar bisa benar-benar sembuh. Itulah target saya saat ini.

Semoga saja tulisan ini bisa membawa pengaruh positif bagi para penderita GERD serta memberikan keyakinan bahwa ada jalan untuk sembuh tanpa harus mengkonsumsi obat-obatan. Yang dibutuhkan hanyalah tekad kuat setidaknya selama 2 minggu untuk menjalani raw food seperti yang sempat saya lakukan, setelah itu tubuh kita sendiri yang akan mengikatkan kita bagaimana rasanya bebas dari GERD / maag akut. Sisanya kembali kepada kita, apakah akan kembali bersakit-sakit seperti sebelumnya, atau move-on menikmati hidup sehat yang menyenangkan.

Advertisements

4 thoughts on “Solusi Penyakit Maag Akut (GERD)

  1. Terimakasi mas buat tulisannya. Saya jg seorang penderita GERD sudah jalan 3thn tp blm sembuh2 malah keadaan makin parah. Semoga dengan saran yg sudah mas tuliskan bisa saya terapkan tentunya dengan disiplin yg tinggi. Nantinya jg bisa mengahantarkan saya pada kesembuhan.

  2. Makasih pak infonya.. benar klo saya makan dari tepung trigu, roti..lansung naik asam lambung saya juga bawa promag atau neoprazol selalu di kantong buat jaga2.. saya simpan quker tepung gandum …hampir 10 tahun lebih hilang datang gerd ini. kalo terbuat dari tepung beras apa gandum makanan masih tolerir. lidah buaya mantap saya pilih ini kalo buat di minum, memang sedikit makanan yang basa bila di bandingkan asam.hiks…
    Klo asam lambung tinggi sama seperti orang keracunan pusing mual cemas dll…

    untuk jus mentimun karna saya darah rendah makin keliyengan pak
    sekarng karna gerd ini saya jadi ngak suka santan daging cabe asam habis makan traouma alam bawah sadar jadi alaramnya…. klo lihat aja dalam hati bicara klo habis makan itu nanti menderita lu… jadi moodnya turun.. hiks..

    tks berbagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s