Liburan bulan Juli 2016 kemarin saya sempat melakukan survey untuk sekolahan anak diseputaran komplek perumahan kota wisata cibubur. Setidaknya ada 3 sekolahan yang sempat di survey. Sebenarnya jumlah sekolahan disitu cukup banyak, tapi agak disesuaikan dengan kriteria awal saya sebagai filter (dan juga budget!).

Setelah ada rekan yang menyebutkan bahwa tulisan sebelumnya cukup bermanfaat bagi penghuni baru kawasan cibubur, saya jadi tambah semangat nih untuk menulis kembali pengalaman yang berhubungan dengan kota wisata, seperti biasa, dengan harapan mudah-mudahan membawa manfaat bagi orang lain serta memberikan keberkahan bagi penulisnya. Amin.

Nah, ada 3 sekolah yang sempat disurvey: An-Nahl, Pilar, dan Sekolah alam Cikeas.

An-Nahl

Profil sekolahnya bisa dilihat dari website resmi: http://www.annahl-islamicschool.sch.id. Saya mendatangi lokasi kampus-2 nya yang berada di Jalan Raya Ciangsana KM 7. Kalau dari kota wisata keluar gerbang bagian belakang dekat McD yang menghadap ke jalan raya ciangsana, belok kanan, jalan terus sekitar 3-5 menit menggunakan kendaraan. Nanti disebelah kiri jalan bisa kelihatan gedung sekolahnya.

Judulnya saja Islamic school jadi mulai dari seragam sekolah sampai suasananya memang islami. Lahannya cukup luas dan terlihat masih terus dalam proses membangun. Bangunan untuk anak SD-SMP berada dalam satu gedung, untuk TK berada digedung yang berbeda, dan untuk SMA berada pada gedung yang juga berbeda. Namun semua masih dalam satu wilayah sekolah. Saya mulai dengan bertanya-tanya kebagian administrasi terutama masalah biaya. Berikut ini rinciannya untuk jenjang SD tahun ajaran 2016-2017.

an-nahl-brosur-harga0005

Fasilitas antar-jemput disediakan. Saya sempat diberikan brosurnya tapi sepertinya hilang entah dimana. Seingat saya, untuk radius < 5 KM dimana mencakup wilayah komplek kota wisata hingga kota legenda wisata yang ada diseberangnya, biaya antar jemput masing-masing sekitar Rp.600.000. Biaya tersebut sudah termasuk pendamping yang hadir disetiap kendaraan jemputan (biasa untuk anak yang masih kecil seperti kelas SD), apabila tanpa pendamping biayanya lebih murah. Jadi apabila mau antar-jemput setiap hari (plus pendamping) untuk satu anak biaya setiap bulannya menghabiskan sekitar Rp.1,2 juta.

an-nahl-brosur-luar0003an-nahl-brosur-dalam0004

Waktu belajar setiap hari senin sampai jumat, sabtu-minggu libur. Disediakan juga kegiatan ekstrakurikuler. Untuk anak kelas-1 wajib mengambil 3 ekstrakurikuler: aikido, archery (memanah), dan berenang. Gratis.

img_5147 img_5149 img_5156

Saat saya datang melihat-lihat disana kebetulan ada anak SD lagi diantar berkuda keliling Eco Park An-Nahl. Lucu juga.

img_5157

Berikut ini ragam kegiatan ekstrakurikuler lain yang bisa diambil selepas sekolah.

img_5146

Setelah bertemu dengan bagian administrasi saya dibuatkan janji untuk bisa ngorbrol langsung dengan kepala sekolah SD-nya. Penjelasan dari kepala sekolah lebih kurang mirip seperti yang tertera pada website sekolah an-nahl.

AIS mengembangkan keunggulan pendidikannya yang berbasis kurikulum Diknas dan kurikulum internasional (Cambridge), serta diperkuat dengan program pengajaran berbasis Teknologi Informatika dan Komunikasi. Semua pembelajaran di An Nahl Islamic School ini terintegritas dengan nilai-nilai Islam yang memperkuat pembetukan karakter dan eksplorasi kemampuan untuk memimpin.

– Tahfidz dan Keislaman Keunggulan lainnya adalah siswa disiapkan untuk mampu menghafal Al Qur’an minimal 5 juz untuk jenjang SD dan 3 juz untuk SMP, serta pembiasaan ibadah dengan belajar berinfaq, berqurban, puasa Ramadhan, shalat Dhuha dan Jum’at. Kami berupaya menyiapkan para siswa agar menjadi insan yang tidak saja kritis dan mampu menyampaikan argumennya tapi juga mengerti kaidah Islam sesuai tuntunan Al Qur’an dan As Sunnah.
– Bilingual dan ICT Penguasaan bahasa Inggris dengan adanya native speaker, juga menjadi keunggalan An Nahl untuk menyiapkan siswanya agar mampu dan tangguh bersaing pada masanya. Tak lupa juga penyiapan penguasaan Bahasa Arab sebagai bahasa internasional dan bahasa Al Qur’an. An Nahl Islamic School didukung oleh guru-guru berpengalaman yang merupakan lulusan dari perguruan tinggi ternama.

Kurikulum AIS berbasiskan Al quran dan AL hadist serta pembudayaan akhlakul karimah yang mulia. Pembelajaran Al Qur’an sangat penting bagi peserta didik, karena interaksi dengan Al quran sejak dini akan menimbulkan kecintaan terhadap kitab suci mereka sejak dini pula. Beberapa interaksi dengan Al Qur’an yang dilakukan di AIS adalah menghafal dengan metode yang tepat dan menyenangkan, tahsin (membaca Al quran dengan hukum tajwid yang benar) dan memahami artinya secara sederhana. Interaksi ini diharapkan akan membentuk siswa dengan karakter dan kecerdasan yang baik.

Inti kurikulum adalah tetap memasukan materi diknas namun lebih mengutamakan pembentukan akhlak berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits, sedangkan untuk muatan internasionalnya berbasis Cambridge. Satu kelas isi siswanya dibatasin, sekitar 15 anak kalau tidak salah. Untuk kelompok hafalan Qur’an tidak terpaut dengan kelas belajar formal. Jadi misalnya apabila anak kita masuk kelas 3 SD namun hafalan Qur’an nya masih kurang (mis: baru hafal 1 Juz) maka nanti akan digabungkan dengan kelompok anak-anak yang hafalan Qur’an nya juga baru 1 Juz saat kelas Tahfidz.

Bagi orang tua yang mengutamakan pendidikan akhlak agama bagi putera-puterinya namun ingin putera-puterinya tetap mendapatkan pendidikan formal baik sesuai kurikulum nasional maupun internasional plus memiliki kegiatan ekstra selepas sekolah maka An-Nahl bisa menjadi pilihan yang baik.

Sekolah Pilar Indonesia

Sekolah Pilar Indonesia lokasinya juga sekitar kota wisata cibubur, kalau An-Nahl begitu keluar kota wisata JL Raya Ciangsana ke sebelah kanan, sekolah pilar kesebelah kiri. Saat menuju kesana jalanannya rusak berat, daerah situ kan memang tidak bagus jalanan nya. Untuk saat ini mungkin kondisinya demikian, tapi menurut kabar yang beredar tidak lama lagi kawasan kota wisata akan dilalui jalan tol jadi mungkin jalan raya Ciangsana akan menjadi lebih baik.

Sekolah pilar cukup istimewa karena framework kurikulumnya adalah International Baccalaureate (IB), jadi prioritasnya memang lebih ke arah kurikulum internasional. Bagi yang belum terlalu memahami kurikulum tersebut bisa membaca dari berbagai sumber. Berikut petikan dari wikipedia.

The International Baccalaureate (IB), formerly known as The International Baccalaureate Organization (IBO), is an international educational foundation headquartered in Geneva, Switzerland, founded in 1968. IB offers four educational programmes for children aged 3–19. The organization’s name and logo were changed in 2007 to reflect a reorganisation. Consequently, “IB” can refer to the organisation itself, any of the four programmes, or the diploma or certificates awarded at the end of the programme.

Di Qatar sendiri banyak orang tua asal Indonesia yang mengincar sekolah-sekolah internasional berbasis IB, salah satu alasannya adalah agar anaknya bisa lebih mudah melanjutkan sekolah ke negara-negara yang mengadopsi sistem IB seperti negara-negara Eropa ataupun Amerika. Ini contoh daftar sekolahan di Qatar yang mengadopsi sistem IB. Pokoknya favorit deh, harganya juga mahal sekali.

Ketika berdiskusi dengan pihak sekolah pilar disebutkan juga ada yang pindahan dari Qatar masuk kesekolah tersebut, jadi untuk keluarga yang sebelumnya tinggal di Qatar dan ingin agar anaknya bisa melanjutkan sistem IB ketika sudah bersekolah di Indonesia bisa coba survey ke sekolah pilar. Fasilitas sekolahnya cukup lengkap, saya dan anak-anak diajak berkeliling melihat-lihat kelas dan ruangan. Walaupun saat ini anak-anak saya tidak bersekolah di sekolahan dengan sistem IB, tapi feel nya mirip lah dengan sekolahan di Qatar. Satu kelas ada 2 guru, jumlah anaknya dibatasin. Ketika kami datang kesana saat jam istirahat siang (sekitar jam 12), istirahatnya bergantian antara anak-anak SD dengan anak-anak yang lebih besar. Ada mushalla nya didalam gedung sekolah dan anak-anak SD nya shalat berjamaah.

Untuk pakaian menggunakan seragam sekolah, ketika istirahat siang dan bermain dilapangan anak-anaknya wajib menggunakan topi. Ada kolam berenangnya indoor. Aturan usia cukup ketat, apabila anak belum berumur 6 tahun tidak bisa masuk kelas 1 di sekolah pilar. Kebetulan anak kedua saya tahun ini naik kelas 1 SD dan umurnya belum genap 6 tahun. Umur 6 tahunnya nanti bulan Desember 2016. Pihak sekolah menginformasikan apabila saya ingin anak-anak bersekolah disana maka hanya Jasmine yang bisa segera masuk karena usianya sudah pas untuk kelas 3 SD namun adiknya belum bisa. Sebenarnya Rasya saat mau masuk Kindergarten di Qatar 2 tahun yang lalu juga belum cukup umur, namun pihak sekolah mendapatkan persetujuan dari SEC Qatar (kementrian pendidikan) dengan pertimbangan sekolah baru dimulai bulan Oktober, beda 2 bulan tidak masalah.

Saya sempat bertanya sama Jasmine mengenai sekolah pilar, ternyata dia lebih suka dengan An-Nahl. Saya tanya pertimbangannya apa, jawaban dia karena di An-Nahl bentuk sekolahannya Park, sedangkan di sekolah pilar gedung-gedung aja hehe…Tapi memang benar juga, karena sekolah pilar bentuknya lebih resmi, bukan hamparan tanah luas seperti layaknya An-Nahl. Saya cukup memaklumi alasan Jasmine karena memang dia tipikal anak yang aktif jadi wajar saja apabila lebih menyukai tempat-tempat yang luas di alam bebas.

Bagi mereka yang mengincar sekolahan dengan kualitas kurikulum internasional bisa coba mendatangi sekolah pilar. Dari segi biaya tidak semahal sekolah internasional lain yang saya dengar diatas Rp 50 juta pertahun. Berikut ini rincian biaya untuk Grade 1 dan Grade 3, disesuaikan dengan kondisi anak saya. Untuk grade lain bisa langsung bertanya ke pihak sekolah.

sekolah-pilar-brosur-harga0006

Website resmi sekolah pilar seharusnya bisa dilihat disini, namun saat tulisan ini dibuat websitenya tidak dapat diakses. Saya sempat mendapatkan brosurnya, jadi buat yang ingin tau lebih detail bisa dilihat brosur berikut ini.

sekolah-pilar-brosur-depansekolah-pilar-brosur-dalam

Tentu saja untuk lebih lengkapnya bisa langsung menghubungi pihak sekolah. Saya sendiri kurang begitu memahami kurikulum IB secara mendetail jadi kurang tahu apa yang harus ditanyakan saat mencari info kemarin sehingga tidak banyak yang bisa diceritakan.

Oh iya, pihak sekolah juga cukup ketat dalam hal penjemputan. Penjemput harus atas sepengetahuan pihak sekolah, dan apabila ada perubahan harus menghubungi pihak sekolah. Hal ini untuk keamanan anak-anak itu sendiri. Tapi untuk jaman sekarang terutama sekolah-sekolah swasta saya rasa semua sudah memberlakukan hal serupa ya?!

Sekolah Alam Cikeas

Saya beberapa kali mendengar mengenai trend sekolah alam di Indonesia beberapa tahun terakhir, walaupun belakangan saya tahu bahwa konsep sekolah alam sebenarnya sudah cukup lama hadir di Indonesia. Saya sangat penasaran seperti apa sih sekolah alam itu, akhirnya saya coba mengunjungi sekolah alam Cikeas yang letaknya berdekatan dengan puri Cikeas rumah pak SBY. Informasi mengenai sekolah ini bisa langsung dilihat dari website resminya.

Seperti namanya maka ketika masuk sekolah tersebut ya memang benar-benar alami. Masjidnya terbuka lebar dindingnya sehingga udara bisa masuk dengan bebasnya apalagi saat itu suasananya angin sepoi-sepoi. Lokasi sekolahannya berada dibawah naungan pohon-pohon tinggi besar sehingga terasa sejuk. Kelas-kelas berbentuk rumah panggung, anak-anak buka sepatu dan belajar didalam ruangan-ruangan rumah panggung. Posisi duduknya tidak kaku didalam kelas, jadi anak-anak bebas leluasa bergerak atau memilih posisi sesuai yang mereka sukai. Anak-anak juga bersekolah dengan pakaian bebas alias tidak menggunakan seragam sekolah.

img_5206 img_5209 img_5211 img_5223 img_5222 img_5216

Saya berkesempatan menemui kepala sekolahnya dan ngobrol cukup lama untuk mendapatkan gambaran seperti apa sekolah disana. Satu hal yang pasti, apabila baru mau masuk kelas 1 kesempatan masih cukup besar namun untuk kelas 2 keatas sudah sulit karena tingkat turnover nya rendah alias siswa/i yang pindah sekolah hampir tidak ada, mereka melanjutkan kelas berikutnya disekolah tersebut sehingga dengan kapasitas tempat yang terbatas tidak dapat menambah siswa baru.

Materi kurikulum sekolah dapat dari Diknas, namun diolah kembali oleh tim pengajar yang sudah berpengalaman untuk disesuaikan dengan kondisi siswa nya. Berdasarkan apa yang bisa saya tangkap bahwa prioritas utama sekolah alam cikeas adalah mendidik siswa sesuai dengan kapasitas siswa teresbut, dan yang paling memahami kapasitas mereka adalah guru-guru mereka. Jadi materi diknas tersebut digodok kembali agar bobotnya sama namun dengan cara penyampaian yang berbeda. Misalnya, ketika mempelajari proses fotosintesis tumbuhan, maka para siswa akan diajak langsung melihat tumbuh-tumbuhan di alam agar dapat lebih memahami proses fotosintesis tumbuhan, baru kemudian diperkuat kembali dari sisi teorinya.

Fokus utama juga bukan sekedar membentuk anak-anak yang pandai dalam bidang akademis namun lebih mengembangkan potensi anak-anak tersebut agar mampu mengaplikasikan hal-hal yang mereka pelajari disekolah kedalam kehidupan nyata.

Sekolah Alam Cikeas merupakan program pendidikan Yayasan Bhakti Suratto yang mengacu pada fungsi manusia sebagai Khalifatullah Fil Ardh yang mencakup:

  • Ahlakul Karimah (cara tunduk manusia kepada Sang Pencipta),
  • Logika ilmiah (cara tunduk alam semesta kepada Sang Pencipta),
  • Kepemimpinan (cara manusia menjadi pemimpin di muka bumi), dan
  • Kewirausahaan (cara mencari rejeki yang halal).

Ujian dari Diknas tetap diberikan kepada siswa setiap tahunnya, namun prosentase ujian diknas pada raportnya kecil. Bobot lebih besar diberikan pada hasil tugas-tugas yang diberikan selama di sekolah. Siswa juga tidak dibebankan dengan pekerjaan rumah / PR / Homework, karena semua tugas sekolah wajib diselesaikan disekolah sehingga ketika mereka pulang ke rumah bisa melakukan aktivitas lain bersama keluarganya. Urusan sekolah biarlah diurus disekolah.

Saya lihat ada kemiripan dengan sistem pendidikan Finlandia dimana terutama anak-anak usia SD tidak diwajibkan menguasai materi akademis seperti layaknya kurikulum lain. Anak-anak ini dibiarkan bermain sambil belajar di sekolah, ketika usia mereka sudah mulai tinggi barulah dinaikan bobot pendidikan akademisnya. Jadi menurut saya pribadi sekolah alam cukup bagus bagi anak-anak usia dini seperti usia SD, ketika beranjak remaja dimana fokus dibutuhkan dalam hal akademis maka mereka akan lebih siap menerima termasuk ketika suasana sekolah sudah lebih formal (bukan model sekolah alam lagi).

Saya sendiri cukup kasihan melihat Jasmine di usia kelas 1 / kelas 2 SD sudah dibebankan dengan PR yang luar binasa banyaknya diberikan oleh sekolahannya saat ini di Qatar. Setiap pagi dia semangat bersekolah karena bisa bertemu dengan teman-temannya, namun hampir setiap malam dia sudah mulai suntuk karena harus mengerjakan PR. Walaupun pada akhirnya saya cukup senang juga melihat perkembangannya saat ini yang sudah lancar membaca dan hobi bertanya setiap saat arti dari beragam kata / kalimat (mis: saat liburan kemarin dia nonton TV kemudian nanya, “bun, apa artinya Jessica Merakuni Mirna” :D), namun apabila membayangkan prosesnya setiap malam sering gak tega. Saya termasuk pemegang mazhab kurang waras bahwa anak-anak tidak seharusnya belajar berat sejak dini, pada akhirnya sering bilang ke Jasmine itu PR tidak perlu dikerjakan dengan serius lah, untungnya istri saya masih lebih waras dari saya sehingga tetap membantu Jasmine mengerjakan PR. Yah, bisa dibilang pengetahuan yang dimiliki Jasmine saat ini berkat bundanya lah.

Nah, makanya ketika berdiskusi dengan kepala sekolah alam cikeas ini saya setuju tuh, setiap anak atau bahkan setiap manusia mekanisme belajarnya berbeda-beda, namun kita harus tetap menyadari bahwa usia anak terutama usia SD adalah usia bermain sehingga sistem belajar akademis yang terlalu serius tidak seharusnya diberikan.

Wah, jadi melantur terlalu jauh. Mari kita kembali ke sekolah alam cikeas :). Yang pasti konsep kurikulum dan dasar pendidikannya sudah cukup jelas: akhlakul karimah / budi pekerti yang baik, logika ilmiah, kepemimpinan, dan kewirausahaan. Untuk kewirausahaan ini cukup menarik juga karena anak-anak akan diajarkan berjualan hasil karya mereka sehingga selain mereka bisa mempresentasikan hasil karnyanya mereka juga bisa belajar jiwa entrepreneurship sejak dini.

Untuk antar-jemput apabila tidak bisa dilakukan oleh orang tua-nya juga bisa difasilitasi oleh pihak sekolah, seingat saya biayanya tidak jauh berbeda dengan biaya antar-jemput An-Nahl. Untuk bekal makanan sangat dianjurkan bawa dari rumah untuk dimakan bersama-sama di sekolah, namun apabila ada keluarga yang lebih memilih katering maka disediakan juga fasilitas katering bagi anak-anaknya disekolah. Saya lupa harganya, tapi klo tidak salah ingat sekitar Rp.13,000 per harinya.

Penutup

Sebenarnya ada lebih banyak lagi pilihan sekolah disekitar kota wisata cibubur, namun baru tiga itu saja yang sempat saya survey. Sekolah lain diantaranya Fajar Hidayah, Global (di kota legenda), Citta Bangsa, Al Azhar, Taruna Muda, dsb belum sempat saya survey.

Saya sendiri cukup senang melihat ragam jenis sekolahan di Indonesia saat ini. Kalau dulu kan pilihannya cuma 2: swasta atau negeri.Swasta harga lebih mahal tapi tidak ada tidak perbedaan mencolok dengan negeri, masing-masing bersaing dalam hal bidang akademisnya saja. Saat ini swasta pilihannya ada banyak, dan setiap sekolah punya kelebihan masing-masing selain bidang akademis untuk kita pilih. Katakanlah dari 3 hasil survey ini saja, apabila kita ingin anak-anak mendapatkan sistem pendidikan internasional IB dengan harga yang cukup terjangkau (dibandingkan sekolah internasional lain, misalnya) maka bisa memilih sekolah pilar Indonesia. Apabila kita lebih memilih pendidikan agama islam, memberikan kesempatan anak-anak untuk mengenal Al-Qur’an dan hadits serta menjadi penghafal Qur’an sejak usia dini sebagai prioritas utama namun tetap mengedepankan pendidikan formal bagi anak-anak maka bisa memilih An-Nahl. Namun apabila kita melihat kecenderungan anak kita adalah lebih mampu berekspresi dan menerima ilmu pengetahuan dengan sistem pendidikan bebas tidak monoton didalam kelas maka bisa memasukan ke model sekolah alam cikeas.

Segitu saja dulu, nanti apabila ada survey sekolahan lain Inshaa Allah bisa ditambah lagi tulisannya. Saya pribadi dari tiga pilihan diatas sudah menemukan mana yang cocok untuk anak-anak tahun depan. Mudah-mudahan saja masih ada bangku yang tersedia sehingga urusan kepindahan anak-anak tidak perlu ribet.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s