Jasmine, anak pertama saya, termasuk hobi menemani saya nonton film horor. Sebenarnya sudah dilarang tapi karena dulu sempat nonton jadi ketagihan deh. Saya sering sekali bilang bahwa setiap orang memiliki rasa takut sebagai bagian dari berbagai rasa lain seperti rasa sedih, rasa senang, dsb. Karena memang seperti itulah mahluk hidup. Film-film horror tersebut sebenarnya dibuat untuk ‘menghibur’ melalui rasa takut kita. Saat menonton kita akan berdebar-debar, kadang tiba-tiba jadi kaget, tapi setelah selesai rasa tegang tersebut hilang dan perasaan jadi rileks.

Tentu saja karena Jasmine masih anak-anak maka agak sulit untuk menerima penjelasan tersebut. Saya sendiri juga dulu penakut kok sama hantu-hantuan hehehe, tapi setelah beranjak dewasa tentu saja pola pikir berubah. Efek negatif nonton film horror model hantu-hantuan apalagi buat anak-anak adalah jadi berpikir bahwa hantu itu ada. Walaupun sudah berkali-kali diberitahu bahwa hantu itu tidak ada, itu cuma efek kamera untuk membuat kita takut, atau hanya berupa cerita-cerita orang sekitar sebagai interpretasi rasa takutnya, tapi namanya anak-anak tetap saja ragu.

Nah, untuk menghilangkan keraguannya saya coba tunjukan saja apps untuk melakukan editing hantu di handphone. Ada beragam model apps termasuk membuat video penampakan hantu seperti layaknya video-video yang banyak bertebaran di youtube (hantu jepang? :p). Melalui apps tersebut penjelasan jadi lebih mudah diterima oleh anak-anak, menunjukan secara langsung bagaimana gambar-gambar menyeramkan dibuat menjadi foto ataupun video. Jadi ketika nonton film ataupun liat gambar dari internet Jasmine bisa paham bahwa semua itu hanyalah buatan manusia.

IMG_5194

Tentu saja saya meyakini bahwa dunia Jin ada sebagai bagian dari keyakinan agama, namun itu hal lain lagi. Penyampaian hal tersebut harus dilakukan pada saat yang tepat nanti dan melalui cara yang tepat. Poin saat ini adalah meyakinkan Jasmine bahwa cerita-cerita hantu, film-film horror bernuansa hantu, foto-foto, semuanya adalah buatan manusia. Jadi ketika berjalan didekat kuburan, didalam rumah sakit berdekatan dengan kamar mayat, ataupun berjalan dijalanan yang gelap tidak ada lagi yg perlu ditakutkan.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s