“Masa sih jaman sekarang masih harus bayar charge kartu kredit ketika membeli barang?”, begitu pertanyaan saya ketika baru-baru ini membeli AC disalah satu toko langganan di pinggir jalan kawasan Cibubur dan harus membayar charge sebesar 3% karena menggunakan jaringan VISA.

Penjualnya mengatakan bahwa penggunaan kartu kredit semacam VISA pada merchant dikenakan biaya pada saat penagihan nanti. Namanya juga pakai fasilitas jaringannya VISA. Namun pada banyak toko khususnya toko-toko besar di mall tagihan tersebut sudah dikalkulasi dan dimasukan kedalam harga barang. Ataupun ada perhitungan lain dimana penjual membagi dua, bayar setengah dari biaya kartu kredit sedangkan setengahnya lagi dimasukan kedalam harga barang. Pokoknya ada hitungannya lah. Namun untuk toko-toko kecil pinggir jalan dimana harga serba bersaing dan bisa dinego maka biaya penggunaan jaringan kartu kredit akan dibebankan kepada pembeli, atau 1% dibayar penjual dan 3% dibayar pembeli.

Sang penjual kemudian melanjutkan dengan contoh cicilan nol persen yang diberikan oleh beberapa bank penyedia kartu kredit. Disebutkan bahwa harga barang sudah dinaikan terlebih dahulu sebagai pengganti bunga. Jadi seakan-akan ketika menggunakan kartu kredit bunganya 0%. Itu sebabnya pada beberapa toko ada yang secara gamblang menyebutkan apabila cash harga jadi lebih murah namun apabila cicilan 0% biaya jadi lebih mahal. Apa yang terjadi apabila toko tidak membedakan harga cash dan harga cicilan 0%? Yaa berarti keuntungan akan masuk ke toko kali ya? Semula saya pikir cicilan nol persen merupakan ‘penglaris’ agar orang mau menggunakan kartu kreditnya, dan ketika membayar tagihan bulanan tidak full maka secara otomatis akan terkena bunga. Namun apabila sejak awal fasilitas ‘bunga’ tersebut sudah dipersiapkan melalui harga yang lebih mahal berarti keuntungan pihak penyedia cicilan bisa berlipat ganda.

Penasaran saya iseng-iseng coba cari beberapa barang secara online dan membandingkan harga kedua toko. Berikut contohnya.

Screen Shot 2016-08-14 at 5.28.03 PM

Screen Shot 2016-08-14 at 5.28.33 PM

Kedua toko menampilkan harga yang berbeda untuk jenis barang yang sama. Bisa terlihat bahwa kode APPLE MacBook keduanya sama, warnanya pun sama. Tapi di toko pertama harganya lebih murah Rp. 1,040,000. Apabila melihat fasilitas cicilan toko kedua maka disediakan fasilitas dari beragam bank.

Screen Shot 2016-08-14 at 5.28.54 PM

Dan apabila dihitung secara manual, ‘bunganya’ terlihat benar-benar nol persen. Tapi harganya sudah dinaikan. Pertanyaannya, nol persen tersebut beneran atau ilusi?

Tentunya dalam dunia bisnis itung-itungannya serba kompleks, sebagai konsumen pun kita membeli barang semakin njelimet terutama bagi mereka-mereka yang benar-benar ingin terbebas dari yang namanya jebakan riba. Tidak perlu sampai berbicara bahayanya riba secara agama yang sudah jelas dosa, dalam hal keberkahan hidup saja, orang-orang yang secara aktif menjauhkan diri dan ekstra hati-hati dari riba akan menyampaikan bahwa terasa sekali perbedaan keberkahan dalam hidupnya.

Saat ini cukup banyak komunitas anti-riba menyertakan testimonial pengalaman hidup mereka yang telah membebaskan diri dari jebakan riba. Testimoni-testimoni tersebut menceritakan perbandingan bagaimana kehidupan mereka sebelum dan sesudah melepaskan diri dari riba. Bagi mereka yang sudah merasakan bedanya tentu akan sangat ekstra hati-hati sekali agar jangan sampai terjebak pada jebakan yang sama.

IMG_3852
Testimonial pada buku ‘Kembali Ke Titik Nol’-nya mas Saptuari

Saya sendiri bukan ahli untuk urusan cicilan nol persen ini, namun penjelasan dari penjual AC ini cukup membuka mata bahwa mereka-mereka yang ingin istiqomah menjauhkan diri dari bahaya riba sebaiknya berhati-hati dengan jebakan cicilan nol persen ini. Kembali ke aturan awal saja, apabila mampu ya beli dengan cash namun apabila tidak mampu sebaiknya tidak usah dipaksakan, tunggu saja sampai mampu. Dan pastikan apabila membayar dengan fasilitas kartu kredit ketika tiba jatuh tempo pembayaran lakukan pembayaran full baik secara manual ataupun menggunakan fasilitas full-auto-payment (beberapa bank yang fully-compliant shariaa menyediakan fasilitas ini). Atau bisa juga menggunakan charge card yang memiliki jaringan luas seperti layaknya kartu kredit namun pembayaran harus dilakukan secara full tiap bulan, salah satu penyedia layanan ini adalah AMEX.

Be safe out there, fellas…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s