Barusan baca-baca website tensorflow, kemudian liat video berikut ini.

Salah satu aplikasi Google yang disebut-sebut memanfaatkan machine learning adalah Google Translate. Dulu Google Translate performanya masih kurang bagus, dan kita harus memasukan secara manual text yang akan ditranslate. Namun sekarang Google Translate bisa membaca text dan melakukan translasi secara otomatis. Yang membuat saya cukup kagum karena sudah lama tidak menggunakan Google Translate adalah speech recongition-nya.

Download saja aplikasinya untuk IOS atau android, pilih icon dengan gambar mic, dan ngomong dalam bahasa Indonesia. Kemampuan Google untuk mengenali kata-kata saya dalam bahasa Indonesia sangat baik. Dari percobaan saya, 99% sukses dimengerti oleh Google, dan seketika itu juga di translasi. Saya test untuk translasi ke bahasa Arab dan Jerman.

This slideshow requires JavaScript.

Bukan cuma bahasa Indonesia, ketika saya coba berbicara dengan kata-kata bahasa Arab pun speech recognitionnya sangat bagus, Google dapat mengenali dengan tepat tanpa harus bersusah payah menyebutkan kata-kata dengan benar. Kenapa saya kagum? Karena saya bandingkan dengan Siri-nya Apple dimana kata-kata saya sulit dimengerti oleh Siri.

Semakin membaiknya aplikasi ini menunjukan kesuksesan teknologi machine learning. Dan bisa saya pastikan aplikasi ini sangat penting. Setidaknya bahasa Arab dan bahasa Jerman sempat saya rasakan susahnya ketika mengunjungi negara yang bersangkutan.

Bagi mereka yang sempat umrah ke Saudi, apalagi yang berangkat dari negara-negara sekitar Saudi seperti Qatar, orang-orang di Saudi berbicara bahasa Arab. Sangat sedikit yang berbicara bahasa Inggris, jadi ketika kita di jalanan akan sangat susah berkomunikasi dengan mereka. Dengan adanya aplikasi ini tentunya akan sangat membantu komunikasi dengan masyarakat Saudi.

Begitu juga dengan Jerman, banyak juga yang tidak berbahasa Inggirs. Ketika pertama kali training di Munich saya tinggal di hotel yang dekat dengan perumahan penduduk. Saya pergi ke warung dekat hotel untuk membeli makanan dan simcard, susah komunikasi dengan penduduk lokalnya. Contoh lain adalah salah satu negara kaukasia: Georgia. Saya dan istri tahun 2009 lalu sempat menetap disana selama 4 bulan. Susahnya minta ampun berkomunikasi dengan penduduk lokal, bahkan artinya “Chicken” saja mereka tidak tahu.

Ada cerita lucu dimana ketika belanja di warung sekitar apartemen dan hendak membeli telur, istri saya terpaksa mempraktekan bagaimana ayam bertelur agar mereka paham. Si pemilik warung akhirnya mengerti tapi dia tertawa dan cerita ke pelanggan lain di warung tersebut sehingga mereka juga tertawa geli, sampai akhirnya istri saya tidak perlu membayar. Mungkin mereka merasa terhibur hehehe…

Bentuk Google Translate tentunya masih “tradisional”. Suatu saat nanti akan tiba masanya dimana semua orang bebas berkomunikasi dengan bahasa negara masing-masing namun bisa saling mengerti satu sama lain. Yah, seperti yang dicontohkan oleh skype-nya Microsoft berikut ini.

Advertisements

One thought on “Google Translate dan Machine Learning

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s