Kenapa organic food?

Sebelum berbicara lebih jauh mengenai organic food, saya akan cerita dulu pengalaman selama setahun terakhir yang pada akhirnya membawa saya menggali lebih dalam mengenai organic food.

Cerita pertama mengenai radang tenggorokan di Qatar. Saya pernah cerita panjang lebar pengalaman radang tenggorokan parah di Qatar melalui artikel ini. Tahun lalu saya menghubungi salah seorang teman SD yang ahli dibidang farmasi dan kebetulan sering berbagi ilmunya di group WA. Saya bertanya untuk radang tenggorokan apa obat alaminya? Dia menyebutkan jahe merah direbus, kemudian diminum perlahan-lahan saat masih hangat. Bisa juga dicampur dengan madu. Tapi jangan harap hasilnya seperti antibiotik, rekan saya bilang namanya pengobatan secara alami membutuhkan waktu setidaknya seminggu. Saya minta istri untuk membuatkan jahe hangat tersebut. Kebetulan cari jahe merah susah di Qatar, jadi beli jahe biasa saja dari India. Hasilnya? Sekitar 3 hari saja radang tenggorokan parah tersebut hilang. Kondisi cuaca di Qatar yang sering mengalami sandstorm (badai pasir) beberapa kali dalam setahun membuat radang tenggorokan datang beberapa kali juga dalam setahun, namun sejak mengenal jahe hangat plus madu saya tidak pernah ke dokter lagi.

Cerita kedua ketika ayah saya sakit jantung dan hasil pemeriksaan dokter penyempitan pembuluh darahnya sudah lebih dari 70%. Dulu beliau memang pernah di pasang ‘ring’, namun karena tidak menjaga makanan akhirnya kena lagi. Dadanya sudah sering sesak, tapi mau operasi pasang ring lagi takut. Dokter tersebut bahkan mengatakan ‘jika tidak mau di operasi ya tinggal tunggu waktu saja, Pak’. Akhirnya kedua orang tua saya bercerita tentang praktek dokter Husen di daerah purwakarta, namanya holistic yang memiliki motto,

Tubuh anda adalah dokter yang terbaik.

Cerita orang tua saya, di holistic metode terapi penyembuhan penyakit kelas beratnya berbeda dengan metode penyembuhan dokter biasa. Untuk penyakit jantung seperti ayah saya, ibaratnya seperti membersihkan isi selokan / parit. Pasien selama 2 minggu akan diberikan makanan sehat, mungkin semacam food combining. Dan setiap hari akan dilakukan beberapa terapi menggunakan metode / alat2 khusus, salah satunya semacam pompa dari kaki. Jadi kaki seperti dijepit kemudian dilepas, itu akan memompa darah dan mendorongnya ke jantung. Karean sudah diberikan makanan sehat, maka nutrisinya akan mengalir dalam darah, dan ketika darah tersebut dipompa ke jantung maka akan mengikis timbunan lemak di pembuluh darah jantung.

IMG_2833
Tubuh kita adalah dokter terbaik yang dapat mencegah serta menaklukan berbagai macam penyakit. Ketika kebutuhan nutrisi tubuh terpenuhi, berbagai macam kondisi dapat diatasi sendiri oleh tubuh.

Seperti biasa, saya cenderung tidak langsung percaya dengan metode-metode pengobatan seperti itu. Apalagi harganya termasuk mahal untuk biaya terapi selama 2 minggu (pasien tinggal di lingkungan klinik holistic tersebut). Namun saya tetap menyetujui dengan catatan Ayah saya melakukan semua test konvensional dokter sebelumnya, dan nanti setelah terapi ambil lagi test yang sama untuk melihat hasilnya. Setelah 2 minggu terapi Ayah saya menghubungi dan beliau bilang sesaknya sudah hilang. Badannya sudah jauh lebih enak. Beliau juga mengatakan di tempat terapi tersebut bertemu banyak orang yang sudah dalam kondisi ‘terminal’ karena penyakitnya mengerikan semua, dan mereka mengatakan membaik setelah terapi. Semua sama, diberikan asupan makanan bergizi kaya nutrisi sebagai kunci utamanya. Dan bukan cuma apa yang dimakan, tapi bagaimana cara makannya juga diajarkan.

Selepas terapi Ayah saya melakukan test yang sama sebelum terapi, dan bertemu dokter yang sama. Hasilnya? foto jantungnya menunjukan timbunan lemak sudah sangat jauh berkurang, bisa dibilang sudah bersih (walaupun belum 100%, karena ayah saya memutuskan utk selesai saja 2 minggu dan akan melanjutkan dirumah metode makan sehatnya). Dokter yang sebelumnya memvonis klo tidak operasi tidak bisa selamat cuma diam saja, paling juga beliau tau kalau sudah melakukan metode pengobatan lain 🙂

Cerita ketiga, saya sekeluarga di Qatar mulai mengubah gaya hidup dengan pola makan sehat sejak hampir 1 tahun kebelakang. Pagi-pagi sebelum berangkat sekolah istri menyiapkan buah-buahan untuk sarapan pagi. Anak-anak yang tadinya tidak suka makan buah akhirnya ‘dipaksa’ untuk makan buah, kita cari strategi buah apa yang mereka suka. Saya sendiri sebelumnya tidak bisa kalau tidak makan nasi goreng buatan istri saya saat sarapan, bawaannya lapar. Tapi dengan tekad menjadi lebih sehat akhirnya mengikut pola sarbu alias sarapan buah (kebetulan ibu saya penggiat food combining sejak bertahun-tahun yang lalu), awalnya tidak kuat, saya lemas setelah jam 10. Tapi akhirnya menemukan metode apabila saya fokus dengan pekerjaan maka ternyata tidak inget makan heheh, tiba-tiba sudah wkt nya makan siang jam 12. Sejak itu badan saya merasa lebih enak justru apabila sarapan buah. Kalau di isi yang lain jadi tidak enak. Ibu saya mengatakan itu adalah alarm tubuh, bahwasanya tubuh sudah mulai bagus jadi apabila keluar jalur maka tubuh akan memberikan alarm kondisinya berubah menjadi kurang baik.

Hasilnya? dengan mengikuti pola makan sehat tersebut yang sebagian besar diisi dengan buah-buahan dan sayuran, anak-anak awalnya sering sekali ke dokter karena sakit sebagai dampak perubahan cuaca di Qatar, sekarang alhamdulillah sudah tidak pernah lagi ke dokter. Ketika mereka demam misalnya, mereka cuma diam saja, jadi lebih banyak tidur. Kita jadi tau klo mereka lagi sakit. Dan ketika di istirahatkan maka ke esokan harinya sudah sembuh. Ternyata dengan pola makan sehat daya tahan tubuh mereka meningkat drastis.

Kita tetap kok beberapa kali makan ‘junk food’ walaupun sangat dibatasi beberapa kali dalam sebulan, atau kulineran makanan enak lainnya di Qatar. Namun ‘cheating’ tersebut yang porsinya lebih kecil, mis. ketika weekend saja dan selebihnya kembali ke pola makan yang sehat, alhamdulillah bisa diatasi oleh kondisi tubuh yang inshaa allah lebih sehat.

Dan lucunya, seperti yang pernah disampaikan oleh ibu saya juga, apabila kita terbiasa makan dengan makanan sehat seperti buah-buahan dan sayuran, ketika kita makan makanan yang masuk kategori kurang / tidak sehat maka badan kita seperti menolaknya. Dulu terasa enak, sekarang jadi biasa saja. Dulu terasa gurih, sekarang hampir gak ada rasanya lagi. Jadi pada akhirnya malas juga untuk makan makanan tersebut.

Hal terakhir yang mungkin perlu digaris bawahi, dulu badan saya gemuk-gemuk gak jelas. Olahraga sudah kok, sering jalan keliling compound (apartemen) beberapa kali seminggu, tapi kondisi badan tetap tidak ‘fit’. Setelah mengubah pola makan, atau entah karena jahe hangat yang sekarang saya konsumsi 2-3 kali seminggu walaupun tidak radang tenggorokan, berat badan berkurang. Ada kali sekitar 7-8 kilogram. Dan yang pasti terasa jauh lebih sehat. Ketika olahraga seperti main basket juga terasa bedanya. Intinya, badan jadi terasa jauh lebih enak daripada tahun sebelumnya.

Organic Food

Ketika keluarga saya mulai jadi penggemar buah-buahan dan sayuran, saya mulai mendengar tentang GMO (Genetically Modified Organism). Jadi walaupun kita konsumsi buah-buahan dengan harapan tubuh mendapatkan lebih banyak nutrisi ternyata buah-buahan tersebut umumnya tidak ditanam secara organik. Banyak pertanian yang menggunakan rekayasa genetika dan bahan-bahan kimia dengan tujuan memperkecil resiko gagal panen. Banyak dari kita yang tidak tahu bahwa pertanian itu bidang yang tidak mudah, banyak resiko kegagalan seperti akibat cuaca, serangan hama, kondisi tanah yang kurang baik dan pada akhirnya menghasilkan gagal panen. Padahal para petani tersebut menggantungkan hidupnya dari hasil pertanian, berbulan-bulan menunggu namun ternyata gagal panen dan mereka tidak mendapatkan apapun. Mereka butuh menghidupi keluarganya, jadi secara faktor ekonomi mereka akan mencari cara paling mudah agar tidak gagal panen.

Faktor lainnya adalah lahan pertanian semakin berkurang sementara populasi manusia semakin bertambah. Orang-orang diseluruh penjuru dunia mulai melakukan urbanisasi besar-besaran ke kota-kota besar dan meninggalkan profesi bertani sehingga sumber daya manusia bidang pertanian menjadi sangat terbatas. Dengan keadaan tersebut sudah tentu manusia-manusia di dunia akan mengalami kekurangan pangan, apalagi jika ditambah faktor gagal panen. Bisa-bisa masyarakat perkotaan akan dilanda kelaparan semua.

Silahkan liat video dokumenter berikut ini, termasuk tentang penggunaan pestisida untuk pertanian pasca perang dunia yang sebelumnya dipergunakan oleh militer, muncul regulasi pemerintah amerika tentang pestisida yang bisa digunakan, curhat beberapa petani betapa susahnya apabilan bertani hanya menggunakan metode konvensional, revolusi alat-alat yang dipergunakan dalam pertanian, dsb. Kita akan memahami bahwa non-organic product yang dikonsumsi oleh masyarakat dunia saat ini ternyata digerakan oleh berbagai macam fakta kehidupan. Beberapa mungkin mengatakan konspirasi, tapi saya sendiri melihatnya dari sudut pandang ada banyak hal lain yang mendukung semakin suburnya produk-produk GMO dan itu adalah kesalahan manusia itu sendiri.

Nah, jika kembali pada gaya hidup sehat dengan memberbanyak konsumsi buah serta sayuran, ternyata buah dan sayurannya itu sendiri berpotensi menyebabkan penyakit-penyakit mengerikan seperti kanker dll yang pada kenyataannya memang hanya muncul pada era sekarang ini. Maka solusinya adalah kita harus lebih pintar memilih produk-produk yang kaya nutrisi.

Produk organik saat ini terkenal mahal, seperti yang sudah diuraikan sebelumnya untuk mendapatkan produk organik prosesnya susah. Kita harus benar-benar membaca tanda-tanda alam agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal dan menghindari gagal panen. Pemerintah Amerika sudah mulai mengkampanyekan ‘know your farmer, know your food’. Alias kita beli langsung dari petani lokal dimana kita tau pasti bahwa petani tersebut memang mengolah pertaniannya dengan cara alami, tidak pakai bahan-bahan kimia.

Bahkan pada websitenya pemerintah Amerika dengan jelas menuliskan bahwa setiap keluarga butuh petani, “every family needs a farmer”.

Screen Shot 2016-05-14 at 8.16.54 AM

Ibarat royal family / keluarga kerajaan Qatar dimana mereka memiliki pertanian sendiri, punya peternakan sendiri. Pertanian dan peternakan yang diolah secara alami untuk didistribusikan pada anggota keluarga kerajaan termasuk keponakan-keponakan serta cucunya. Tentu kita bisa langsung menebak, selain untuk keamanan keluarga juga sebagai jaminan bahwa asupan gizi keluarga kerajaan selalu tinggi sehingga menghasilkan manusia-manusia yang sehat, (diharapkan) panjang umur, cerdas, tidak penyakitan, dsb.

Itu sebabnya kita wajib mengkonsumsi organic food. Terminologi organic disini intinya adalah hasil pertanian yang diolah secara alami. Sehebat apapun manusia, semewah apapun kekayaan yang dimilikinya, tetap saja setiap manusia akan butuh makanan. Lebih baik makan dan tidak punya rumah mewah, daripada punya rumah mewah tapi kelaparan bukan?

Dan apabila kita memahami fakta bahwa makanan yang dikonsumsi selama ini malah menimbulkan penyakit, maka tugas kita untuk melindungi keluarga masing-masing dengan asupan bukan saja pola makanan sehat tapi juga dengan sumber makanan yang terjamin sehat. Setiap keluarga harus punya metode untuk mendapatkan sumber makanan kaya nutrisi tersebut, dan seharusnya tidak perlu mahal.

…bersambung

Advertisements

4 thoughts on “Setiap Keluarga Butuh Organic Food

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s