Karena Wanita Dari Venus

Baru-baru ini ada video berisi joke tentang alat translate bahasa wanita bagi pria dishare di Facebook, suatu penemuan yang sangat penting dalam dunia komunikasi. Kocak. Berikut ini videonya.

Terlepas dari komedi yang ditayangkan, ada satu pesan penting yang mungkin tidak dipahami oleh semua orang, bahwa wanita dan pria berkomunikasi dengan cara yang sangat berbeda. Saya jadi teringat kembali dengan sebuah buku yang sempat saya baca beberapa tahun lalu. Judul bukunya adalah “Men are from Mars, Women are from Venus”.

Men are from Mars, Women are from Venus

Don’t judge the book by its cover. Begitulah kira-kira quote yang tepat untuk buku tersebut. Mungkin judulnya terlihat sepele, namun isinya adalah hasil riset seorang psikolog pernikahan yang melakukan studi terhadap ribuan pasangan bermasalah di Amerika.

Mahluk Mars dan Mahluk Venus

Berdasarkan perbedaan antara pria dan wanita, sang penulis buku memberikan gambaran yang cukup menarik dibagian awal buku. Penulis tersebut menggambarkan bahwa suatu ketika mahluk mars dan mahluk venus bertemu di planet bumi. Mereka tertarik satu sama lain dan akhirnya menikah. Mahluk mars dan mahluk venus sadar bahwa mereka berasal dari planet yang berbeda sehingga masing-masing paham bahwasanya tradisi dan cara berkomunikasi mereka akan berbeda satu sama lain. Atas dasar perbedaan itulah mereka saling menghormati sekaligus belajar untuk memahami pasangannya, intinya satu: karena mereka paham berasal dari planet yang berbeda maka masing-masing berusaha untuk menghormati dan memahami serta memaklumi satu sama lain.

Namun suatu hari sebuah penyakit datang menyerang penghuni bumi. Penyakit tersbut membuat mahluk-mahluk dibumi hilang ingatan sehingga mereka lupa dengan asal usul masing-masing. Sejak saat itulah mahluk mars dan venus mulai tidak bisa hidup dengan tentram, mereka lupa bahwa mereka berasal dari planet yang berbeda sehingga berpikir dan bertindak sesuai dengan naluri alaminya masing-masing. Mereka tidak lagi menghargai perbedaan dan tidak mencoba untuk memahami karena masing-masing berpikir bahwa mereka berasal dari planet yang sama.

Ketika Dia Berkata…

Fiksi pada buku tersebut berakhir pada bagian awal. Sisanya adalah penjelasan atas beragam perbedaan cara berkomunikasi antara pria dan wanita. Isi buku terebut bukan hanya untuk pria, atau hanya untuk wanita saja, namun untuk keduanya. Misalnya: Dijelaskan mengapa mahluk mars (Pria) kadang seperti butuh untuk masuk kedalam “Gua (cave)” dan tidak ingin diganggu, sementara mahluk Venus (wanita) dengan rasa kasih sayangnya tidak terima dengan kondisi tersebut dan mencoba untuk memasuki Gua tersebut serta ‘memaksa’ mahluk kesayangannya itu untuk keluar dari Gua-nya. Atau bagaimana ketika seorang wanita mengatakan sesuatu secara implicit, dimana ketika didengar oleh telinga seorang pria dan kemudian diproses oleh otaknya, hal tersebut merupakan hal yang ‘biasa’ sehingga ditanggapi dengan biasa pula, padahal sebenarnya ada maksud lain dari kata-kata implicit wanita tersebut yang sebenarnya tidak lain hanya ingin dimanja-manja oleh pria kesayangannya.

Kira-kira isinya seperti itu. Penulis buku tersebut merupakan seorang psikolog yang menangani banyak pasangan bermasalah dalam urusan rumah tangga, pasangan-pasangan yang kehidupan rumah tangganya hampir hancur itu baru paham ternyata permasalahan rumah tangga mereka yang ibarat seperti benang kusut saking banyak dan kompleks sebenarnya berakar/berawal dari perbedaan komunikasi antara suami & istri. Untuk menyelamatkan rumah tangga mereka maka keduanya harus mau belajar lagi, bukan cuma suami yang harus dipahamin, ataupun istri yang harus dipahamin, namun keduanya harus belajar dan memahami perbedaan tersebut serta mencari solusinya bersama-sama. Ketika masing-masing sudah paham, maka setiap permasalahan dalam rumah tangga bisa diselesaikan lebih awal sebelum menumpuk menjadi lebih besar dan kompleks hingga masing-masing tidak paham apa sebenarnya permasalahan utama mereka.

Sebagai pria kita sering mendengar bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk,

“Berbuat baiklah kepada wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Maka sikapilah para wanita dengan baik.” (HR al-Bukhari Kitab an-Nikah no 5186)

Ketika kita berniat untuk meluruskan tulang rusuk tersebut tentunya butuh strategi, apabila dibiarkan maka akan bengkok selamanya, namun apabila terlalu keras maka bisa patah. Apabila kita memahami dan mengenali bahasa mereka, cara berkomunikasi mereka, dan tentunya dengan doa, maka inshaa allah kita bisa meluruskan tulang tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s