Unreliable and Very Bad Services.

Itulah alasan kenapa saya biasanya malas menggunakan low budget airlines di Indonesia sejak beberapa tahun lalu. Penumpang ditelantarkan di airport akibat delay selama berjam-jam dan hal tersebut menjadi sesuatu yang sangat wajar serta berulang-ulang. Saya sempat membaca salah satu artikel yang menuliskan bahwa delay tersebut memang salah satu strategi budget airlines, intinya untuk menghemat maka apabila ada jadwal keberangkatan namun quota-nya tidak mencukupi maka akan diumumkan delay dan penumpangnya disuruh menunggu serta digabungkan dengan para penumpang jadwal berikutnya. Sadis sekali jika memang alasannya demikan.

Liburan kali ini seperti biasa saya dan keluarga berangkat ke wonosobo via jogja, ayah dan adik saya menyarankan menggunakan batik air. Cari-cari dari internet harganya beda tipis dengan tiket kereta api jkt-jogja. Berdasarkan referensi dari ayah dan adik saya, batik air pesawat dan servisnya bagus. Batik air adalah produk dari lion group yang mengincar segment pelanggan sekelas Garuda. Terus terang saya masih skeptis, saya coba berdiskusi dengan salah seorang rekan yang sering melakukan traveling di Indonesia dan dia mengatakan bahwa sekarang ini sudah tidak ada lagi masalah delay pada low budget airlines, mungkin ini hasil dari kinerja pemerintah melalui kementrian perhubungan yang sempat mencuat beberapa waktu lalu. Masih belum yakin maka saya coba cari di youtube, biasanya ada yang melakukan review. Link-nya bisa dilihat dari sini: https://www.youtube.com/watch?v=17H6HIucYNM. Dari youtube sepertinya memang pesawat batik air cukup bagus. Pada akhirnya saya memutuskan untuk memesan tiket batik air.

Saya pesan melalui traveloka.com, tiket promonya masih ada untuk penerbangan esok hari. Harus saya akui layanan online seperti traveloka.com ini memang sangat bagus. Prosesnya mudah, sangat user-friendly, dan yang paling penting adalah tidak perlu kartu kredit. Ada beragam pilihan metode pembayaran bahkan yang tidak otomatis alias metode transfer duit secara manual. Saya pilih metode tersebut. Setelah pemesanan, saya diberikan waktu satu jam untuk melakukan transfer duit. Saya transfer melalui online banking dengan menyertakan kode yang diberikan oleh traveloka.com pada bagian berita, konfirmasi pembayaran, dalam waktu kurang dari 3 menit terkonfirmasi dan e-ticket dikirim melalui email. Luar biasa. Ibarat belanja baju online saja. Saya menghabiskan waktu diluar Indonesia dan hanya pulang setahun sekali, jadi terasa sekali perbedaan-nya karena berinteraksi dengan hal-hal berbau Indonesia cuma setahun sekali yaitu saat mudik saja. Saya berpikir wajar saja jika layanan berbasis internet menjamur di Indonesia dan saling bersaing memberikan pelayanan yang terbaik, dan pada akhirnya melahirkan para pengusaha internet layaknya di US sana. Dan wajar juga jika banyak investor luar yang tertarik untuk membuka bisnis online dengan target pasar Indonesia. Kebutuhan akan layanan online yang bagus mutlak dibutuhkan saat ini, apalagi masyarakat sudah semakin ‘melek internet’, dan aplikasi online pun dapat diakses dengan mudah cukup memainkan jempol.

Kembali ke batik air, saat memasuki bandara hingga check-in di airport saya sama sekali tidak membawa kertas. Cukup tunjukan e-ticket melalui handphone. Boarding pass batik air cuma selembar kertas tipis biasa, memang terkesan murahan dan beda sekali dengan boarding pass tiket pesawat pada umumnya yang sudah dikenal sejak lama, tapi saya rasa itu strategi penghematan yang bagus sekali, buat apa boarding pass pakai kertas bagus karena fungsinya hanya sebagai no kursi. Apalagi jika kita berpikir bahwa boarding pass yang bagus tersebut dibebankan pada harga tiket pesawat yang harus dibayarkan penumpang. Proses check-in juga lancar. Saya perhatikan beberapa orang membayar sesuatu dan kembali ke meja checkin namun ketika bagian saya tidak perlu. Asumsi saya ketika pesan tiket melalui traveloka.com sudah termasuk pajak, entah pajak apa (pajak airport?).

Saat menunggu pesawat saya harap-harap cemas juga, delay atau tidak. Saya lihat penumpang yang menunggu cukup banyak. Hasilnya? sangat tepat waktu. Sesuai dengan waktu boarding yang tertulis di boarding pass, para penumpang dipanggil untuk masuk kedalam pesawat. Tidak ada fasilitas garbarata, turun kebawah jalan kaki dan berjalan ke pesawat. Mungkin ini salah satu perbedaan dengan Garuda karena biasanya kalau naik Garuda dari soekarno-hatta selalu pakai garbarata. Masalah? Tidak lah. Toh alhamdulillah kami sekeluarga masih bisa berjalan dengan sehat. Jalannya pun gak jauh kok. Jalan tidak jauh seperti itu menurut saya jauh lebih baik daripada naek bus tapi harus berdiri lama didalam bus, pengalaman naek bus tersebut selalu saya dan keluarga alami di airport Doha, Qatar.

IMG_2464

Naik keatas pesawat, interior pesawat sama seperti yang ada didalam youtube. Bahkan saya mendapatkan kesan bahwa ruangan didalam pesawat batik air lebih luas dan lebih baru dibandingkan Garuda Indonesia untuk rute yang sama (jkt-jogja).

IMG_2466

Saya biasanya selalu menderita setiap naek pesawat karena kaki saya cukup panjang, jadi terasa sempit. Apalagi untuk perjalanan jarak jauh seperti Doha-Jakarta. Kelas ekonomi Qatar Airways benar-benar membuat saya bersyukur hanya perlu dijalanin setahun sekali hehehe. Pokoknya tidak pernah nyaman deh. Batik air ini jarak kursinya cukup berjauhan sehingga terdapat ruang yang luas untuk kaki saya. Nyaman lah.

IMG_2470

Interior pesawatnya juga bagus. Entertainment dalam pesawat juga OK. Sangat disarankan untuk membawa headset sendiri sehingga bisa menikmati beragam film di layar LCD yang cukup besar karena headset tidak disediakan bahkan dijadikan produk yang dijual dalam pesawat. Pesawat take-off sangat tepat waktu sesuai jadwal. Untuk penerbangan selama 1 jam diberikan makanan ringan persis seperti layanan Garuda Indonesia.

This slideshow requires JavaScript.

Overall, saya puas dengan batik air. Dari segi harga lebih murah daripada Garuda Indonesia namun pelayanannya serta ketepatan waktunya tidak kalah dari Garuda. Saya tidak tahu untuk rute penerbangan lain, tapi dari hasil Googling sih delay Batik air sejauh ini bisa dihitung dengan jari. Sorry to say, tapi untuk rute JKT-Jogja saya rasa kondisi pesawat batik air lebih bagus daripada pesawat Garuda Indonesia. Jika strategi batik air adalah merebut pelanggan garuda, saya rasa mereka baru saja berhasil melakukannya :). Bagi saya pribadi, ketepatan waktu dan kualitas kendaraan yang bagus serta nyaman adalah faktor penting bagi sebuah mode transportasi.

Saya sangat berharap layanan seperti ini akan tetap dipertahankan. Apalagi Indonesia banyak dikunjungi turis mancanegara, mereka banyak berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia dan tentunya mereka juga akan menggunakan low budget airline seperti ini. Menjaga kualitas pelayanan akan menjadi testimoni yang baik bagi para turis tersebut untuk diceritakan kepada rekannya yang lain sehingga lebih banyak lagi turis asing menikmati wisata di tanah air.

Salut juga buat peran pemerintah apabila perbaikan ini merupakan salah satu program kerja mereka. Semoga saja beragam hal positif yang memang sedang diusahakan oleh pemerintah Indonesia saat ini untuk beragam sektor dapat terwujud dengan baik, dan kita akan dapat merasakan hasilnya dalam 2-3 tahun lagi sesuai janji pemerintah. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s