How a U.S. Debt Default Could Hit Your Finances

Judul diatas diambil dari artikel yang baru saja saya baca, link aslinya ada disini.

Entah harus merasa kasihan atau geli bacanya, saran pada artikel tersebut sangat jelas tertulis sebagai solusi yang umumnya diberikan oleh orang-orang dalam komunitas anti-riba. Banyak sekali posting dari berbagai pengusaha yang sedang terlilit hutang riba, bagaimana mereka melewati hari-hari penuh ketakutan karena ada target untuk bayar bunga hutang yang diambil sebagai modal usaha. Bahkan tidak sedikit yang berjuang mati-matian dengan bisnisnya namun pada akhirnya hanya untuk menutup bunga hutang tanpa mengurangi pokok hutang yang dipinjam, jadi keuntungan bisnis hanya untuk menutup beban bunga hutang setiap bulan sedangkan hutangnya itu sendiri tidak pernah berkurang. Saya akan tulis pada topik yang berbeda mengenai kasus-kasus, solusi, dan permasalahan riba yang sempat saya pelajari beberapa minggu belakangan, untuk kali ini saya ingin sok memberi komentar tentang apa yang sedang terjadi di amerika.

Seringkali disebutkan bahwa amerika adalah negara dengan sistem ekonomi ribawi terbesar. Mau atau tidak, sengaja atau tidak, pola kehidupan disana mengharuskan setiap masyarakatnya menjadi bagian dari sistem riba. Contohnya yang mudah ya seperti dalam artikel tersebut, mortgage (angsuran rumah), angsuran mobil, investasi saham, adalah hal-hal yang biasa. Masyarakat amerika dimanjakan oleh pemerintahnya yang dengan mudah mengambil hutang baru untuk menutup hutang lama, gali lobang tutup lobang. Dengan sistem seperti itu mereka menikmati kehidupan yang stabil, infrastruktur bagus, dsb dengan catatan mereka ‘diperah’ tenaganya untuk kemudian diambil hasil jerih payahnya sedikit demi sedikit melalui angsuran rumah, mobil, kartu kredit tadi untuk menutup bunga hutang pemerintah. Saya pernah membahas pengalaman belajar saham yang pada akhirnya membawa pada kesimpulan bahwa saham ibarat meja permainan poker, ketika pemain baru masuk maka berarti ada tambahan uang segar masuk dan berputar dalam permainan sehingga akan ada pemain yang bertambah jumlah uangnya (menang) dan akan ada yang kehilangan uangnya (kalah). Saham adalah salah satu produk bagi rakyat amerika dengan iming-iming nilainya akan naik terus sehingga cocok untuk investasi jangka panjang.

Saat ini yang menjadi perdebatan di amerika adalah apakah pemerintahnya akan mengambil hutang lagi untuk menutup hutang sebelumnya yang sudah membengkak sangat besar sehingga mengakibatkan generasi berikutnya yang harus membayar hutang tersebut, atau mereka akan coba bayar dengan duit cash yang ada?dilema yang mirip ketika pengusaha meminjam uang di bank untuk modal usaha. Dalam group-group anti-riba, sarannya adalah lunasi hutang secepatnya. Beberapa pengusaha mengikuti jalan tersebut, akibatnya ya kehidupan yang mereka jalani harus serba ketat dan sederhana karena sebagian besar keuntungan usaha digunakan untuk melunasi hutang, baik bunganya dan juga pokok hutang sehingga hutang pinjaman bisa selesai secepatnya. Analogi yang sama akan melanda masyarakat amerika jika pemerintah mereka bangkrut alias tidak ambil hutang baru, bunga angsuran rumah melambung naik, tidak ada lagi subsidi untuk kesehatan sehingga bayar dokter lebih mahal, dsb.

Lebih lucu lagi pandangan terhadap saham, jangan menginvestasikan uang yang kira-kira akan dibutuhkan untuk 5 tahun mendatang pada saham. Persiapan menabung tersebut bukan untuk 1-2 tahun kedepan, tapi hingga 5 tahun!!! Ini menunjukan betapa seriusnya tingkat kekuatiran masyarakat amerika pada keputusan default / debt ceiling saat ini.

Bagaimana dengan Indonesia? tentu saja kalau sampai amerika bangkrut dampaknya akan terasa keseluruh dunia, bukan tidak mungkin bunga cicilan rumah kita, ataupun bunga cicilan usaha kita akan ikutan naik. Namun jika ternyata amerika memilih mengambil hutang baru maka ini akan menyelamatkan mereka dan negara-negara lain untuk sementara waktu. Tapi tentunya dibutuhkan mekanisme baru untuk membuat amerika bisa membayar hutang-hutang baru tersebut yang jumlahnya lebih besar, sehingga efeknya bisa jadi diperkenalkan produk ekonomi baru yang lebih njelimet dari yang sudah sangat njelimet saat ini dengan tujuan membujuk / memaksa masyarakat amerika bekerja lebih keras lagi serta memberikan sebagian hasil jerih payah bekerjanya guna menutup hutang pemerintah.

Sistem ekonomi amerika tentu saja dicontoh juga oleh masyarakat Indonesia, terbukti dengan munculnya pemikiran-pemikiran seperti “jaman sekarang kredit rumah sudah biasa, jika tidak kredit ya tidak akan punya rumah”, “investasi di saham bagus untuk jangka panjang”, “pengusaha modalnya ya memang musti dari hutang”, atau bahkan lebih parah seperti “kalau mau aman ya investasi emas, nilainya naik terus”. Masyarakat amerika sudah saling mengingatkan untuk sesegera mungkin melunasi hutang-hutang baik angsuran rumah ataupun angsuran kartu kredit bagi tiap-tiap individu, sedangkan di Indonesia gaya hidup amrik masih tetap populer terutama bagi masyarakat perkotaan. Entah berapa banyak yang sadar bahwa gaya hidup tersebut justru merupakan bom waktu yang bisa meledak kapan saja.

Dalam syariat islam, sistem ekonomi “berbunga” merupakan riba. Banyak penjelasan mulai dari tidak diridhai-nya oleh Allah ketika usaha kita dimulai dengan riba, hingga efek yang jelas terlihat dari bahaya riba itu sendiri. Kasus yang terjadi di amerika adalah contoh nyata bahaya riba dalam skala besar, hingga pada akhirnya mereka menyadari solusi mana yang harus dijalani untuk setiap individu agar selamat dari kebangkrutan negaranya, solusi yang seandainya mereka mengetahui dan memahami justru sejalan dengan syariat ekonomi islam.

Wallahu A’lam Bishawab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s