Facebook

Alasan saya menggunakan facebook sebenarnya karena lingkungannya yang bisa dikontrol, misal: berteman dengan orang-orang yang sudah saya kenal, kalaupun orang baru saya bisa mempertimbangkan apakah akan berkenalan lebih jauh atau tidak, jika iya makan saya accept / add sedangkan jika tidak (apalagi jika sama sekali tidak kenal) maka tidak akan dimasukan dalam friend di facebook. Kalaupun dimasukan dan belum mengenal baik maka saya bisa mengatur privasinya apakah hal-hal berbau sensitif bisa saya share pada orang tersebut atau tidak.

Tujuannya apa?sebenarnya ada dua, yang pertama bisa tetap menjalin hubungan sosial walaupun jarak jauh dengan teman-teman tersebut dengan melihat foto-foto mereka dan terutama kabar mereka, dan yang kedua adalah mendapatkan informasi dari teman-teman yang se-interest dengan saya. Di facebook kita bisa tetap berteman tapi mendapatkan pilihan untuk tidak perlu melihat update status dari orang tertentu dalam homepage, katakanlah karena orang tersebut sering mengeluarkan status update yang menurut kita tidak menarik. Namun ada kalanya jika sedang senggang kita juga ingin tahu apa saja berita dari rekan tersebut sehingga kita bisa langsung melihat profile dan timelinenya secara langsung.

Kembali pada update informasi dari rekan-rekan yang kita kenal langsung apalagi satu interest menurut saya lebih baik daripada menerima begitu banyak update dari orang yang tidak kita kenal (contoh: twitter), toh jika kita ingin mendapatkan informasi lebih luas bisa me-liked suatu page misalnya dari komunitas news seperti dohanews untuk kawasan Qatar.

Hal terakhir yang membuat saya betah di FB adalah forum diskusi. Sudah cukup lama saya tidak hanya konek ke FB untuk melihati status timeline dari teman-teman lain, melainkan membaca ragam diskusi dari forum-forum / group. Saya sendiri kurang begitu suka dengan forum diskusi di internet apalagi model kaskus, jaman dahulu forum diskusi benar-benar diskusi penuh manfaat sedangkan sekarang jika ikut forum diskusi saya suka bingung apalagi lebih banyak komentar ngalor ngidul dari member yang umumnya one-liner, buang-buang waktu untuk mencari mana comment / opini yang bermanfaat. Sedangkan FB ibaratnya sebagai HUB atau penghubung beragam forum (kita bisa join dan mengikuti update berbagai groups) dan…ini yang paling penting: member yang join cenderung ‘orang nyata’. Orang-orang dengan profile asli sehingga isi diskusi dan isi komentarnya cenderung bisa lebih dipertanggungjawabkan, tentunya tergantung forum apa yang kita ikuti karena banyak juga diskusi di forum seperti IT Security underground yang menggunakan profile tidak asli.

Profile orang-orang asli, dari beragam kalangan dan dari berbagai kategori umur, ketika dijadikan satu dalam suatu forum akan menghasilkan diskusi penuh manfaat yang membuat FB jadi lebih bernilai, beda dengan forum diskusi dimana anonymity berlaku sehingga setiap orang bisa komentar seenak udelnya. Saya ambil contoh salah satu forum yang akhir-akhir ini saya ikuti perkembangannya yaitu Riba Crisis Center, banyak sekali pengalaman berharga mengenai bahaya riba dari beragam kategori masyarakat dimana masyarakat umum tidak tahu menahu tapi dengan sharing pengalaman disitu akan membuat orang lain jadi lebih hati-hati lagi melangkah. Dan tentu saja beragam group diskusi lain seperti untuk perkembangan anak dsb. Intinya, menurut saya user FB cenderung lebih non-anonymous dibandingkan media sosial lain seperti twitter, sehingga lebih nyaman dan bermanfaat untuk pengisi waktu luang berdiskusi serta berinteraksi dengan orang lain.

Tentu saja ini pendapat pribadi. Pada akhirnya penggunaan social media kembali lagi pada setiap individu itu sendiri.

Advertisements

2 thoughts on “Facebook

  1. masihkah anda meragukan issue yng beredar bahwa si zainudinberg CEO fb menjual info kita ke CIA?
    menurut anda apakah ada dampak buruk terhadap anda pribadi??

  2. kalau untuk hal tersebut sebaiknya kita membuka pikiran lebih luas lagi, apakah kita pengguna google?twitter?android?iOS?! jika android / iOS, seberapa yakin data pribadi kita tidak diperjual belikan?

    non-internet?tau darimana kita kalau aktivitas banking seperti kartu kredit tidak sampai pada pihak inteligent suatu negara?tau darimana jika isi SMS atau sambungan telp kita tidak sampai pada pihak inteligent ataupun pemerintah? dsb dsb.

    jangakan facebook, webapps sendiri sekarang memiliki mekanisme untuk mempelajari data-data visitornya, cara paling mudah seperti yang dilakukan oleh https://www.kissmetrics.com/, apalagi jika kita terhubung dengan social media apapun tentu bisa dengan mudah di identifikasi.

    bagi saya pribadi, dengan ataupun tanpa maen facebook sangat besar kemungkinan info kita sudah sampai ke banyak pihak, bukan saja CIA tapi bahkan bisa jadi pebisnis lokal negara kita sendiri. saya yakin tidak akan berdampak buruk apabila data saya sampai ke pihak inteligent karena toh saya bukan seorang kriminal :). namun sebagimana isi / poin dari tulisan diatas, saya berpendapat bahwa media semacam facebook bisa membawa lebih banyak manfaat apabila kita mampu menggunakannya secara baik dan benar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s