Pernah mendengar teknologi “relaxed vision” atau “relaxing lens”? saya sendiri belum pernah mendengarnya hingga beberapa minggu yang lalu. Semoga cerita ini berguna bagi yang kebetulan memiliki masalah dengan mata seperti saya :).

Beberapa minggu yang lalu saya & istri mengunjungi optik tunggal di PIM. Tujuan awal adalah mencari spare-part nose pad frame kacamata yang saya beli tahun lalu, serta mencari kacamata untuk istri yang kondisi silindris matanya sudah semakin parah. Tahun lalu – dan tahun2 sebelumnya – saya selalu mengalami masalah dengan mata, mata saya ketika diperiksa baik dengan komputer maupun non-komputer tidak mengalami masalah sama sekali, tidak plus / minus / silindris. Tapi saya selalu pusing ketika didepan laptop, mengalami mata tidak enak ketika membaca buku beberapa menit. Ada yang salah dengan mata saya (bahkan akibatnya jadi kebiasaan mengedip2 kan mata akibat matanya tidak nyaman), tapi tidak ketemu apa permasalahan nya. Buat saya akan lebih baik jika mata saya silindris ataupun minus misalnya, jadi bisa dipakai kacamata yang tepat. Bahkan saya sudah cukup ‘ikhlas’, karena rekan2 yang lain dengan profesi sama dimana menghabiskan berjam-jam depan komputer sudah harus menggunakan kacamata.

Nah, tahun lalu akhirnya ditawarkan oleh sales optik tunggal untuk menggunakan kacamata yang entah apa nama teknologinya tapi dia bisa membatasi cahaya dari komputer / laptop ke mata, juga bisa berubah menjadi lebih gelap ketika diluar terkena cahaya matahari. Namun ternyata lensa kacamata seperti itu tidak membuat mata saya lebih baik, dan karena nose-pad nya hilang saya tidak pernah gunakan lagi. Beberapa bulan terakhir sangat menderita, membaca buku sudah tidak bisa lagi karena mata langsung tidak enak, bahkan membaca al-qur’an pun ketika ramadhan dengan terpaksa ‘pass’.

Kembali ke optik tunggal, setelah istri saya memeriksa matanya, saya iseng coba lagi. Siapa tahu setelah semakin parah memang ada minus / silindrisnya. Ketika dicoba komputer / non-komputer ternyata sama saja, normal. Saya bisa melihat dengan jelas huruf2 yang terpampang didepan. Terakhir, orang optik tunggal mencobakan satu lensa yang dengan seketika membuat mata saya terasa berbeda. Saya cukup terkejut. Ketika dibuka lensanya kembali mata saya terasa pegal, begitu dimasukan lagi kembali terasa relex seperti melihat normal jaman dahulu. Saya sampaikan efek tersebut ke mas-mas optik tunggal yang membantu cek mata, dan dia mengatakan bahwa ini adalah teknologi baru dari optik tunggal.

Menurut penjelasan dia, jaman sekarang ada beberapa orang akibat penggunaan barang-barang seperti komputer / gadget mengalami masalah seperti yang saya alami. Seingat saya, intinya adalah seharusnya mata saya ini plus, tapi plus itu kondisi dimana plus nya ‘1’. Tapi untuk saya (terlebih karena belum 40 tahun, bahkan 30 aja belum :p) tidak mengalami mata ‘plus satu’, tapi kurang dari itu. Dan untuk itu dibuatlah lensa untuk kebutuhan khusus dimana plus nya kurang dari satu, mereka menamakan teknologi nya ‘relaxing lens’, kira-kira seperti itu.

Untuk lebih jelasnya bisa lihat dari link berikut ini. Lensanya itu sendiri seperti terbagi dua, bagian atas adalah normal sedangkan bagian bawah ada nilai tersendiri untuk plus nya (saya klo gak salah 0.66 – 0.75), yang ketika membaca akan menggunakan bagian bawah tersebut.

Hasilnya? well, terlepas apa yang diutarakan optik tunggal benar atau tidak tapi saya merasakan kondisi sekarang much better. Ketika bekerja di depan laptop, ataupun membaca buku, saya bisa bertahan jauh lebih lama. Memang terasa lelah matanya apabila cukup lama, tapi tidak merasakan keanehan yang sebelumnya dirasakan oleh mata, keanehan yang membuat kepala saya pusing dan cuma bisa diobati dengan tidur.

Sayangnya optik tunggal tidak tahu pihak mana lagi yang memiliki teknologi ini, maksud saya apabila sewaktu-waktu kacamata saya rusak di Qatar mungkin bisa saya cari gantinya dengan memberikan data yang mereka pasang di “relaxing lens” ini, menurut optik tunggal (sebagaimana di link diatas) di Indonesia sendiri juga hanya optik tunggal yang menggunakan teknologi tersebut. Jadi susah juga nih klo terjadi sesuatu dengan kacamatanya sementara sudah merasa lebih baik dengan lensa tersebut.

Setidaknya, saat ini mata saya sudah jauh lebih baik, dan insya allah siap melahap lebih banyak buku untuk dibaca berjam-jam :p. Jika ada yang mengalami nasib serupa, bisa dicoba datang ke optik tunggal dan menanyakan tentang lensa ini.

Semoga bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s