Training Pasar Saham Menggunakan Technical Analysis (3)

Training yang dimulai dari tanggal 7-11 April 2013 akhirnya berakhir. Sama sekali tidak sia-sia pergi pagi saat rasya masih tidur, dan pulang sekitar jam 10 malam karena rasya sudah tidur. Serasa jadi orang yang bekerja di Jakarta saja, tidak sempat bertemu anak seharian. Terpaksa seperti ini karena training dimulai dari jam 18:00 – 21:00, waktunya memang segaja disesuaikan seperti model sekolah MBA untuk kelas executive sehingga pulang kerja langsung menuju Education City.

Hari terakhir cukup seru, karena profesor elsayeed ‘memaksa’ CEO Qatar Exchange – Mr. Rashid Al Manshoori – untuk datang dan memberikan langsung sertifikat satu per satu kepada seluruh peserta training. Pak CEO ini sempat menantang langsung sang profesor dengan menanyakan apa alasan sang profesor meminta dia dengan sangat untuk datang pada sesi kelas kali ini, malam itu dia mengatakan terpaksa cancel beberapa acara agar bisa memenuhi permintaan profesor datang ke kelas di hari terakhir. Belakangan setelah sesi tanya jawab antara Mr. Rashid dengan peserta training dia bisa menjawab sendiri pertanyaan awal, disebutkan bahwa peserta kali ini adalah yang paling aktif dan smart menurut profesor, juga datang dari beragam background mulai dari engineer sampai orang yang pekerjaan profesionalnya memang di bidang saham (saat register kita diminta mengisi data asli) sehingga merupakan kelas yang sangat menarik.

Saya sendiri salut dengan Qatar, dan bisa dipastikan ini bukanlah event serupa satu-satunya. Training seperti ini yang merupakana ilmu penting didunia modern, dalam suasana kelas yang nyaman, profesor yang merupakan direktur executive program memberikan materi langsung, mendapatkan CD berisi beragam materi-materi penting baik yang tersampaikan didalam kelas maupun tidak, dan itu semua GRATIS!!! Program training ini sebenarnya ide dari Mr. Rashid, beliau adalah CEO Qatar Exchange pertama yang mengeluarkan ide training gratisan seperti ini kepada publik, tujuan utamanya adalah memberikan ilmu perbekalan kepada citizen Qatar (lokal maupun expatriate) agar menjadi investor saham yang sesuai shari’ah. Saya tidak akan mengomentari lebih jauh kata shari’ah disini, namun yang pasti memberikan bekal ilmu agar para investor menjadi investor sejati, bukan hanya menjadi spekulan.

Sejak hari pertama profesor sering sekali mengatakan bahwa hari terakhir semua akan paham dan jelas apa tujuan serta makna ‘technical analysis’ atau ‘when analysis’ ini. Pada hari ke-3 saya sempat mempertanyakan pada diri sendiri, yang dibahas oleh sang profesor adalah chart pergerakan saham masa lalu (mis: 6 bulan ke belakang), jelas saja bisa sesuai teori apabila kita menemukan pattern dan mengatakan pada titik-titik tertentu seharusnya beli / jual. Tapi bagaimana memperkirakan apakah besok ada saham kita yang sebaiknya dijual?atau ketika seseorang memutuskan untuk memasuki pasar saham, bagaimana dia menentukan saham mana yang akan dibeli dan bagusnya dibeli pada harga berapa?

Pada hari terakhir jelas semuanya, dan bisa dijawab dengan technical analysis. Lupakan saham ‘apa’, karena ‘apa’ adalah bagian dari fundamental analysis. Ini adalah technical analysis yang menentukan ‘kapan harus beli, dan kapan harus jual’. Tidak perlu peduli apakah saham suatu perusahaan bagus atau tidak, yang diperdulikan adalah ketika kita membeli dengan suatu harga maka kita bisa menghitung saham tersebut akan naik hingga harga berapa, dan ketika kita tau saham tersebut akan turun saatnya mencari trend saham lain yang sedang turun untuk dibeli. Intinya meminimalkan loss dari setiap saham dalam portfolio kita, dari situlah hasil investasi akan terlihat keuntungannya.

Untuk mempermudah profesor mengambil contoh salah satu saham hari ini dari Qatar Exchange,

QIB1

Profesor mengatakan bahwa sekarang ini semua tools sudah tersedia, hasil hitung-hitungannya pun tersedia langsung secara live. Jadi kita tidak perlu hitung manual lagi. Yang terpenting adalah bagaimana memanfaatkan semua sarana sebagai tools pembantu dalam menentukan beli / jual suatu saham. Dari contoh diatas untuk QIB (Qatar Islamic Bank), melalui japanese candle chart kita masih sulit menentukan apakah besok sebaiknya membeli saham bank tersebut atau tidak karena trendnya belum dapat dipastikan apakah trend saham tersebut besok akan naik atau turun, untuk itu kita bisa menambahkan bantuan chart lain.

QIB2

Menggunakan MACD kita juga belum bisa menentukan, apakah trendnya akan naik atau turun.

QIB3

Slow stochastics merupakan favorite sang profesor karena selama ini dinilai cukup akurat, namun untuk case QIB diatas kita masih sulit menentukan trend saham tersebut besok karena berada didalam gray area (grafik >= 20 dan grafik <= 80) serta tidak terlihat jelas adanya perpotongan (crossing) terhadap moving average.

QIB4

Dengan menggunakan William R diatas sebetulnya kita bisa melihat bahwa harga saham sudah menyentuh garis -80, dalam hal ini keputusan secara teori adalah beli. Namun bisa jadi trend-nya masih akan terus turun hingga menyentuh garis -100. Dengan melihat chart-chart sebelumnya juga keputusan terbaik adalah menunggu, tapi pertanyaannya menunggu sampai kapan?pada harga berapakah sebaiknya mulai membeli saham tersebut?melalui Wiliam R sudah jelas bahwa harga saham QIB akan naik karena sudah melebihi batas garis bawah namun pada saat harga berapa saham tersebut akan mulai menanjak naik?

QIB5

Untuk menjawab pertanyaan diatas, maka digunakanlah bantuan Resistance & Support. Gambar diatas menunjukan berapa banyak level resistance dan support yang akan dikalkulasi. Dalam pasar saham Qatar, sejak terjadinya kejatuhan harga saham pada tahun 2008 lalu yang berlaku secara global, pemerintah memberikan aturan bahwa setiap saham tidak boleh melonjak naik lebih dari 10% dari harga pembukaan dan tidak boleh turun lebih dari 10% dari harga pembukaan hari itu. Jadi ketika kita menentukan level Resistance & Support di pasar saham Qatar, maka maksimal hanya bisa sampai level 3.

QIB6

Pada chart diatas kita bisa lihat hasil penambahan resistance & support. Bisa dilihat bahwa terdapat crossing pada resistance level 3 dengan moving average, dengan begitu kita bisa angkat telp dan meminta broker kira-kira seperti ini: “beli saham QIB ketika nilainya sudah mencapai 70.70 QR”. Kenapa? karena pada harga tersebut saham akan crossing terhadap moving average, dan apabila kemudian dilihat kembali chart-chart yang lain seperti slow stochastic dan william R maka secara otomatis juga akan terjadi crossing dengan moving average dengan trend naik. Maka ketika harga sudah menyentuh 70.70 QR, trend saham tersebut akan naik. Naik hingga kapan?tentunya nanti bisa dihitung kembali dengan technical analysis sehingga kita bisa menentukan pada harga berapa sebaiknya melepas saham tersebut (jual) dan mendapatkan capital gain.

So, that’s all for technical analysis :). Berikut beberapa foto hari terakhir bersama Mr. Rashid yang dikirimkan oleh pihak QFIS (Qatar Faculty of Islamic Studies).

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s