Investasi Emas di Qatar

Ada beragam alasan mengapa orang membeli dan menyimpan emas, baik emas murni 24K ataupun campuran dan dalam bentuk perhiasan. Ada yang mengatakan ini adalah bentuk investasi dimana *jumlah* uang kita akan bertambah seiring dengan berjalannya waktu dan dianggap jauh lebih menguntungkan dibandingkan deposito bank, ada yang menjadikan emas sebagai dana cadangan / aset usaha yang sedang dijalankan, dan sebagainya. Namun bagi saya pribadi hingga saat ini, emas tidak lebih dari penjaga nilai mata uang.

Gampangnya, saya bekerja, mendapatkan sejumlah uang sebagai imbalan balas jasa atas pekerjaan yang saya lakukan, dan dengan sejumlah uang tersebut katakanlah setelah dikurangi dengan biaya hidup terdapat jumlah yang dapat disimpan. Tentu saja secara default simpanan tersebut akan mengendap di bank. Hasil simpanan bulanan tersebut, jika semisal saya ingin membeli sebuah rumah dengan cara pukul rata harga rumah dibagi dengan jumlah uang yang saya tabung maka akan terealisasi setelah 5 tahun. Dengan asumsi bahwa gaji saya tidak bertambah seiring berjalannya waktu, apakah dalam 5 tahun rumah tersebut bisa saya beli dengan harga yang sama? Jawabannya adalah: TIDAK.

Uang kertas yang saya simpan di bank nilainya turun setelah 5 tahun, turun dalam arti yang semula totalnya bisa untuk membeli rumah impian namun ternyata setelah 5 tahun nilai total uang tersebut hanya bisa membeli rumah yang 1/2 kali lebih kecil misalnya. Orang ekonomi akan menyebut istilah “inflasi” yang mengakibatkan nilai uang kita menurun, penjual real estate akan mengatakan harga rumah naik setiap hari itu sebabnya harga rumah yang 5 tahun lalu ingin saya beli tidak bisa dibeli dengan harga yang sama.

Sebagai expatriate yang bekerja di negara lain, mendapatkan sejumlah besar uang dan kesulitan meng-investasikan nya melalui usaha / bisnis adalah hal yang sangat umum dan saya rasa dialami oleh sebagian besar expat. Kenapa?well, beragam alasan. Untuk investasi yang bisa dilakukan secara remote, semisal: saham, memang bisa saja, tapi gak semua orang mau atau bisa bermain saham. Dari buku ataupun pengalaman orang yang sudah sukses, investasikan di usaha micro, beli kebun / sawah maka hasilnya akan mengalir sebagai usaha tambahan. Namun untuk expat yang lokasinya jauh dari Indonesia, tidak mudah mengontrol / me-manage usaha tersebut secara remote, butuh usaha lebih dan keterlibatan orang lain. Intinya disini adalah, kita ingin ber-investasi – dan memang wajib sebagai modal sumber penghasilan yang lain selain pekerjaan pokok yang dilakukan selama menjadi expatriate – namun jika karena suatu hal dan lain sebagainya usaha / bisnis / investasi tersebut belum dapat terealisasi, daripada uang mengendap di bank maka kita akan membutuhkan suatu bentuk penyimpanan lain yang tidak akan tergerus nilainya ketika harus mengendap selama jangka waktu yang cukup lama.

Saya termasuk yang sudah merasakan keuntungan memiliki simpanan dalam bentuk emas dan merasakan efek “tahan terhadap inflasi”, serta melihat dan merasakan secara langsung bagaimana bentuk simpanan tersebut ketika diubah kembali menjadi uang kertas nilainya bertambah drastis. Sebagai gambaran, ketika membeli 100 gram emas batangan 24K (999.99) nilainya saat itu (sekitar tahun 2010 akhir) kurang lebih Rp.35 jt, disimpan selama kurang lebih 2 tahun dan karena ada kebutuhan maka dilepas nilainya sudah mencapai Rp. 50 jt. Saya tidak pernah pengalaman dengan deposito bank, namun orang dekat saya yang memiliki deposito mengakui bahwa bunga deposito jelas kalah dibandingkan perubahan nilai emas (dan beliau pun akhirnya menginvestasikan beberapa bagian dalam bentuk emas).

Investasi tabungan dari penghasilan pokok dalam bentuk emas di Indonesia cukup mudah, menukarkannya kembali pun cukup mudah jika membutuhkan uang cash, bisa dengan gadai syariah di bank BRI jika kita berencana menebus kembali, atau pergi ke toko emas untuk langsung dijual. Nah, sekarang bagaimana dengan yang tinggal di luar Indonesia seperti di Qatar? Di Qatar ada toko emas, dan dari beberapa kali bertandang ke toko emas mencari informasi, ada beragam metode penjualan yang mereka lakukan. Oh iya, saya tidak berpengalaman dalam hal emas dalam bentuk perhiasan dan tidak (belum) berpikir untuk investasi / menjaga nilai uang dengan menggunakan perhiasan, jadi yang saya bicarakan disini adalah emas murni 24K dalam bentuk batangan / coin. Untuk emas batangan dengan label suisse di Qatar, ada toko yang selain menggunakan harga emas dunia saat itu, memberikan charge juga untuk biaya certificate. Ada yang menetapkan fee certificate + biaya impor emas batangan tersebut dengan menggunakan persentase (sekian persen dikali jumlah gram yang dibeli), namun ada yang menggunakan fixed value. Contoh yang menggunakan persentase adalah toko emas di daerah al-ghanim dekat terminal bus di doha. Semakin tinggi jumlah gram yang kita beli, makan fee tambahan untuk certificate dan biaya impor emasnya akan semakin tinggi juga. Contoh yang menggunakan fixed value adalah toko emas malabar di lulu hypermarket al-gharafa. Untuk setiap pembelian batangan suisse, akan dikenakan charge 130 QR sebagai biaya certificate.

PAMP
PAMP Tampak Depan dari Malabar.
PAMP
PAMP Certificate.

Saya belum sempat mencari informasi proses jual dan tidak memperhatikan dengan jelas ketika toko emas di daerah al-ghanim mengatakan harga sesuai harga emas dunia, apakah benar demikian dan sesuai dengan harga di goldprice misalnya, namun untuk proses jual beli di toko emas malabar saya mendapatkan informasi yang cukup detail. Dibandingkan dengan harga di situs goldprice untuk Qatar, harga jual emas di malabar lebih tinggi ~4% (harga ini terpampang di toko mereka). Harga di toko malabar juga tidak perlu datang ke tokonya, bisa langsung dicek melalui website resminya, tinggal pilih region mana. Untuk region Qatar bisa melalui link ini. Toko emas malabar mengkonfirmasikan, untuk emas 24K terutama yang dibeli dari toko emas malabar juga, maka akan diterima diseluruh toko emas malabar manapun dalam area mid-east. Mereka akan membeli kembali dan membayar cash dengan aturan mereka akan membeli seharga 96% dari harga emas dunia per gram-nya. Namun selain ditukar cash, bisa juga ditukar dengan emas perhiasan. Ketika menjual emas untuk mendapatkan cash, mereka akan menunjukan papan display harga emas di toko tersebut (bukan harga emas dunia berdasarkan data di goldprice) dan dikurangi 4% ketika membayar emas yang kita jual dengan bersertifikasi dari toko malabar. Melalui pemikiran sederhana saya, mereka memainkan angka 4% untuk mendapatkan keuntungan, yang berarti ketika mereka menjual akan mendapatkan keuntungan 4% dari harga emas dunia, namun ketika mereka membeli emas dari kita makan akan dibeli dengan harga sama dengan emas dunia saat itu.

Untuk emas dari toko lain yang bukan dibeli dari toko malabar, mereka tetap menerima namun akan dinilai langsung saat itu berapa harga yang sesuai (mis: mrk akan membeli seharga katakanlah 95% dari harga emas yang ditunjuk oleh papan display). Jadi klo kita bawa emas dari indonesia, mereka tetap akan menerima dan bisa kita jual di Qatar.

Jika kita memiliki loan seperti car loan, maka menyimpan uang dalam bentuk emas pun akan lebih menguntungkan. Car loan di Qatar cicilannya fix, dan akan lunas biasanya dalam waktu 3-4 tahun. bisa jadi yang seharusnya dengan tabungan kita bisa menutup cicilan 4 tahun tersebut dalam waktu katakanlah 3 tahun, maka ketika sebagian tabungan disimpan dalam bentuk emas dan ditukar dalam bentuk cash maka cicilan mobil akan bisa dilunasi dalam waktu 2.5 tahun. Ini cuma gambaran saja :).

Tentu saja investasipun harus realistis, tidak harus semuanya dalam bentuk emas dan disimpan dalam lemari di Qatar. Resiko ketika expatriate harus terpaksa pulang karena tersangkut masalah dengan pihak CID Qatar misalnya harus dipertimbangkan, jangan sampai terpaksa pulang bawa emas 5Kg karena bisa bermasalah di imigrasi. Jika memang tujuannya untuk menjaga nilai uang tabungan selama menjadi expat di Qatar, maka bisa dipertimbankan ketika berat emas total sudah mencapai sekian maka bisa ditukar kembali kedalam bentuk cash dan dikirimkan ke bank di Indonesia untuk kemudian diolah kembali dalam bentuk investasi lain ataupun kembali membeli emas dan disimpan di safe deposit box ketika berlibur di Indonesia.

Terakhir, sebagai catatan tambahan, budaya jual beli emas di Indonesia pada umumnya cukup unik. Toko emas sangat menghargai emas keluaran ANTAM. Bahkan suatu kali, pernah saya menjual emas ANTAM yang saya beli sekitar 3 tahun sebelumnya dan merupakan cetakan lama dihargai lebih rendah dibandingkan emas ANTAM cetakan baru. Saya sendiri tidak tahu pasti apakah itu hanya permainan toko emas tersebut atau memang berlaku diseluruh Indonesia, yang pasti perbedaan cetakan lama dengan baru cukup signifikan, seingat saya untuk 50gr mencapai beberapa ratus ribu rupiah saat itu. Nah, saya belum pernah menjual emas yang dibeli dari luar negeri di Indonesia, tapi dengan pengalaman tadi saya rasa akan cukup merugikan kita karena toko emas akan beralasan itu bukan emas ANTAM sehingga harganya jatuh. Padahal bisa jadi kualitasnya lebih bagus karena bersertifikat dunia seperti suisse gold serta diakui oleh dunia. Maka hati-hati juga jika hendak membawa pulang emas dari luar negeri ke Indonesia, perhitungkan dengan baik dan jika memungkinkan sebaiknya dijual saja diluar untuk mendapatkan duit cash, setelah sampai Indonesia bisa beli emas keluaran ANTAM jika ingin menyimpan emas kembali.

Jika ingin memanfaatkan emas yang dibawa dari luar negeri bisa mendatangi bank BRI syariah. Mereka akan menaksir berdasarkan harga dan berat emas tersebut dengan lebih fair, jadi emas cetakan manapun dinilai sama saja. Kita bisa gadai untuk mendapatkan sejumlah uang cash, dan menebus kembali jika memang ingin ditebus setelah 4 bulan.

Semoga informasi diatas bermanfaat :).

~my 2 oz

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s