Brake-pad Service

Saya buta otomotif. Buta-nya tuh betul-betul buta, itu adalah salah satu alasan memilih mobil baru saat tiba di Qatar tahun lalu. Harapannya adalah tidak mendapatkan masalah karena umur mobil, atau klo pun ada masalah yang tidak terlalu berat lah.

Nah, beberapa bulan setelah membeli dan menggunakan mobil di Qatar ternyata ada masalah saat mobil di-rem. Saya perhatikan saat awal-awal berjalan (mis: pagi hari ketika berangkat kerja) masalah tersebut tidak muncul, tapi setelah 15-20 menit digunakan baru mulai muncul. Masalah tersebut adalah suara ketika mobil di-rem. Kira-kira suaranya seperti “ngiiit…ngiiit”. Setelah ditanyakan ke beberapa rekan yang punya pengetahuan serta pengalaman lebih dengan mobil semua jawabannya mirip, brake-pad nya kotor atau bermasalah. Solusinya adalah dibersihkan. Seorang rekan coba memberitahu ttg brake-pad, tapi memang pada dasarnya saya buta mobil jadi tidak terbayang. Lama-lama suara tersebut semakin terdengar keras, dan saya mulai kuatir masalah akan menjadi lebih serius. Karena berpikir ini ada hubungannya dengan rem saya sempat kuatir akan merusak rem mobil dan berakhir ‘blong’, tp beberapa rekan mengatakan tidak sampai seperti itu, tapi seriusnya akan merusak disc brake dan akibatnya harus mengganti dengan harga mahal. Lagi-lagi, tidak terbayang sama sekali disc brake itu seperti apa. Coba buka-buka internet tetap aja belum paham.

Weekend kemarin ketika mencuci mobil saya sempat melihat tyre service (di woqod petrol station dekat rumah). Salah seorang rekan disini memang sempat bilang coba datangi saja itu tyre service dan minta dibuka ban-nya untuk lihat apa masalahnya, karena rekan tersebut juga pernah mengganti brake-pad disitu. Saya awalnya sempat ragu karena mobil yang digunakan ini punya tempat servis resmi, bahkan ketika hendak mencuci mobil di woqod itupun ditanya saat ingin mencuci engine karena di kuatirkan akan merusak sistem komputer di mobil ini. Alhasil saya berpikir apa tidak seharusnya di servis di tempat resmi GMC daripada bengkel biasa seperti itu?

Namun karena penasaran dan tidak ada aktivitas hari jumat pagi itu saya datangi saja dengan maksud ingin tanya-tanya dulu, tapi ternyata orang yang kebetulan di tempat service tersebut (philipino) berhasil membuat saya yakin dengan jawaban-jawaban yang dia berikan. Dia menjelaskan dengan baik prediksi masalah yang mungkin dan mengatakan hal tersebut adalah hal yang umum, jadi dia mau lihat dulu. Di Qatar gak seperti di Indonesia, klo cuma lihat doank gak perlu bayar jadi ya nothing to loose lah hehehe…(tapi tetap berharap dia tau apa yang dikerjakan, bukan asal buka gak bisa pasang lagi).

Ternyata saya baru sadar, car is a car. Walaupun dikatakan mobil canggih dengan banyak sistem komputer di internalnya, tapi rangka mobil tetap standar/sama, dan yang pasti montir di Qatar sudah terbiasa juga dengan mobil-mobil bagus jadi dia cepat aja bongkar brake-pad. Oke, ini pandangan orang buta. padahal sebetulnya mobil dengan disc-brake adalah hal yang umum dan orang yang ngerti mobil sepertinya sudah pada tau semua :p. Melihat langsung tentunya jauh lebih baik daripada hanya mendengar dan membayangkan, dan itu montir dengan senang hati menjelaskan pada saya yang buta segala sesuatunya termasuk cara membuka pelindung brake-pad.

Nah, begitu ban dibuka kelihatan deh piringannya, dan itulah yang disebut disc. Disc tersebut diapit oleh 2 buah besi berbentuk pipih yang ketika pengendara menginjak rem kedua besi pipih yang mengapit disc tersebut akan menjepit disc sehingga disc / piringan berhenti berputar, akibatnya ban akan melambat dan berhenti. Kedua buah besi pipih tersebut yang disebut brake-pad. Kedua brake-pad tersebut dipasang (di-install) pada suatu tempat, tempat itulah pada gambar terlihat seperti sepotong besi nempel di disc. Jadi tempat tersebut seperti pelindung brake-pad. Ada juga yang mengatakan pelindung / tempat dimana brake-pad tersebut di pasang kurang bagus sehingga kotoran lebih mudah masuk. Oh iya, mengenai sistem rem mobil dengan tipe disc-brake, teman saya menjelaskan sistem rem bukan berarti menjepit penuh, tapi brake-pad akan menjepit dengan pola jepit-tahan-lepas-jepit-tahan-lepas :D. Berikut contoh brake-pad lebih jelasnya:

Source: http://www.ricksfreeautorepairadvice.com

Saya rasa brake-pad mobil saya adalah yang economy pad. Jadi kata montir bengkel tersebut, brake-pad nya kotor dan mengakibatkan masuknya kotoran diantara pad dan disc. Hal tersebut membuat pad nya jadi bnyk goresan di satu bagian. Goresan itulah yang ketika menjepit disc akan menyebabkan bunyi. Ketika dibersihkan bisa saya lihat ada seperti tanah basah menempel pada brake-pad dan harus dikerok. Goresan-goresan di pad juga dibersihkan oleh montir. Dia mengatakan akan ada beberapa solusi:

1) Bersihin brake-pad.
2) Klo masih ada bunyi, dia akan memoles disc karena disc kedua roda depan sudah mulai terasa kasar-kasar. Dan umumnya memang masalah bunyi muncul dari kedua roda depan. Dia menunjukan pada saya untuk membandingkan pegang disc roda belakang dengan roda depan dimana memang terdapat perbedaan, disc roda belakang mulus sedangkan roda depan agak kasar akibat tergores kotoran dan guratan dari brake-pad. So jika masih ada bunyi, akan dipoles disc nya agar mulus kembali.
3) Klo masih ada bunyi berarti harus mengganti dengan brake-pad baru. Harganya cukup murah, katanya mungkin sekitar 200-300 QR.
4) Nah, yang jadi masalah adalah apabila harus mengganti disc-nya karena harganya mahal, bisa sampai 800 QR kata montir tersebut. Saya pikir inilah yang dimaksud oleh salah seorang rekan, apabila tetap dibiarkan suara-suara tersebut akan merusak disc dan berakibat harus mengganti mahal.

Setelah dibersihkan brake-pada dari kedua roda depan, sekarang saya perhatikan suara-suara mulai hilang ketika mobil di-rem. Hanya tidak 100% hilang, ada suatu saat terdengar sayup-sayup suara seperti sebelumnya. Namun sekarang saya paham bahwa hal tersebut terjadi mungkin karena pad menjepit bagian disc yang tidak mulus.

Oh iya, ternyata komponen dasar mobil (rem termasuk komponen dasar kan ya) tidak terlalu kompleks. Dan brake-pad itu sendiri pun hanya besi biasa yang cukup dikerok. Yah lumayanlan menambah ilmu baru di bidang otomotif.

Somebody (again, another friend) told me to spend time in garage to know more about automotive, and that was absolutely right. Ternyata banyak hal menarik selain dunia komputer ya :).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s