2012: Jakarta – Dubai

Finish liburan, back to Qatar. Karena perginya via dubai dengan emirates, pulangnya juga dengan pesawat yang sama. Awalnya jadwal transit hanya sekitar 3 jam, sampai jam 10 lebih dan berangkat lagi ke qatar jam 2 malam tapi akhirnya saya putuskan untuk nginap kembali di airport dubai. Ternyata pilihan sama sekali tidak salah. Semula istri bilang tanggung jadi langsung tancap saja ke Qatar, tapi saya membayangkan pengalaman sebelumnya sangat lelah transit model begitu apalagi sekarang bawa 2 anak jadi reschedule agar transit sekitar 15 jam (pengalaman bulan lalu kurang dari itu malah jadi diburu-buru waktu dan gak nyaman istirahatnya).

Perjalanan pulang ini gak biasanya istri tumbang, sejak berangkat sudah mual dan tertidur sepanjang perjalanan. Jasmine juga ketika pesawat turbulensi muntah-muntah, cuma rasya yang tetap aktif jalan kesana kemari. Jadi stay semalam dalam kondisi seperti ini sangat worthed, gak kebayang kalo harus lanjut dan sampai Qatar jam 3 dini hari plus harus angkat-angkat koper berat.

Ada yang cukup berbeda dari service Dubai Airport International Hotel, bulan lalu saya sekeluarga harus nyari lokasi receptionist dan kamar sendiri jadi harus jalan cukup jauuuh. Tadi begitu turun dari bis yang mengantar dari pesawat ke terminal transit langsung ada orang hotel yang membawa papan nama saya. Tipe kamar nya sama persis dengan sebelumnya, superior dan berada di lantai eksekutif, namun sampai saat ini saya rasa perbedaan ini akibat metode booking. Sebelumnya saya booking via hotels.com, untuk yang sekarang saya booking langsung dari web resmi dubai international airport hotel berikut pembayarannya minggu lalu. Mungkin karena langsung booking via website resminya jadi deh ada yang pickup.

Tulisan sebelumnya saya sempat komplain wifi kamar hotel yang super lemot, tadi receptionistnya juga sempat mengingatkan hal serupa, tapi bulan lalu saya sempat sedikit cari tau dan berkesimpulan kamar tersebut walaupun lokasinya di bagian eksekutif tapi ada masalah dengan akses point yang tertanam di kamar. Bisa juga karena saat itu ada yang download besar tapi saya tetap berpendapat akibat masalah di AP karena sinyalnya sering putus-putus. Kali ini alhamdulillah dapat kamar yang berbeda (selang beberapa kamar dari sebelumnya) dan koneksi ke AP-nya tidak putus-putus serta koneksi internetnya secara keseluruhan bisa dibilang cepat dan stabil. Lumayanlah utk browsing2.

Ketika check-in tadi ada yang unik juga. Jadi ada ibu-ibu yang satu lift dengan saya dan keluarga serta pegawai hotel yang pickup, saya sendiri baru aware ttg ibu itu begitu didalam lift, sebelumnya sama sekali tidak menyadari. Lokasi terminal transit di lt.3, tapi si ibu ikutan ke lt. 6, saya cuma mikir mungkin ibu itu juga check-in di lantai yang sama. Ketika saya urus check-in, istri saya bilang ibu itu nanya gate. Petugas yang pickup berusaha menjelaskan kalo ini lantai hotel, dan untuk transit ibu itu gate-nya ke riyadh tidak begitu jauh tapi harus turun ke lt.3, cuma ibu tersebut tidak paham bhs inggris. Saya dan istri langsung paham klo ibu tersebut adalah TKI dari Indonesia. Karena terlihat bingung-bingung jadi saya katakan pada beliau akan saya antar nanti setelah urusan checkin selesai. Saat mengantar ibu itu saya tanya memang baru datang darimana dan dijawab satu pesawat sama saya. Saya kaget juga dan bilang tidak begitu memperhatikan, ternyata beliau ini bingung karena biasanya berangkat itu di pesawat ramai rekan-rekan sesama TKI cuma kali ini sendiri dan yang lain dipesawat isinya banyak bule-bule jadilah mengekori saya dan keluarga sampai naik ke lantai hotel hehe. Memang biasanya ramai di pesawat yang menuju timur tengah, namun mungkin karena bulan ramadhan jadi rombongan TKI tidak begitu banyak (dan memang tadi di pesawat bisa dibilang sepi, banyak orang termasuk saya cari tempat duduk yang kosong biar lebih lega). Untungnya gate ibu itu tidak begitu jauh (dan tidak begitu dekat juga :p), tapi saya sempat kasihan juga karena saya lihat di gate ke riyadh itu tidak ada teman-temannya yang lain…

Well, overall perjalanan pulang cukup baik dalam hal ragam fasilitas yang didapat. Pesawat emirates-nya pun lebih bagus dari waktu pulang ke indo bulan lalu, pramugarinya pun yang bulan lalu saya sempat bilang ke istri beda banget dengan qatar airways ternyata tadi dapat yang sangat ramah, bahkan senang main-main dengan rasya yang kerap ke ruangan mereka tidak bisa diam.

Sekembalinya dari mengantar ibu tadi anak dan istri ternyata sudah menguasai kasur, pada tepar semua. Saatnya berendam air hangat daaan jalan-jalan sendiri cuci mata, barusan liat sekilas ardrone, gadget2 dan buku2 menarik di display toko, pengen liat lebih detail….:p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s