Liburaaaaan…

Pesan tiket sudah sejak bulan maret 2012, dan di-schedule memang untuk bulan juni karena jasmine liburan sekolah. Kebetulan pernah ngobrol-ngobrol dengan salah satu rekan di compound sebelum pengajian mengenai tiket pesawat dari doha ke jakarta. Ada beberapa pilihan, namun bisa dipastikan tiket menggunakan Qatar airways adalah yang paling mahal. Kenapa? karena direct flight alias gak pakai transit, jadi langsung doha-jakarta. Pilihan lain bisa menggunakan mulai dari emirates (transit dubai), etihad (transit abu dhabi), sampai mihinlanka (transit colombo). Dari obrolan dengan rekan tersebut didapatkan informasi bahwa tiket pesawat menggunakan emirates dengan transit di dubai serta menginap di hotel bandara semalam pun masih lebih murah dibandingkan tiket qatar airways dengan direct flight.

Saya beberapa kali transit di dubai maupun di doha ketika masih bekerja sebagai kontraktor dulu, memang paling puas itu ketika transit di dubai karena banyak yang bisa dilihat alias cuci mata dibandingkan transit doha dengan kapasitas bandara yang jauh lebih kecil, walaupun kekurangan-nya juga ketika transit di dubai menguras sangat banyak energy apalagi jika ketika tiba di dubai gate-nya sangat jauh dengan gate pesawat berikutnya. Pengalaman dulu bisa terjadi ujung ke ujung, tiba di gate sisi ujung sebelah timur sedangkan flight berikutnya ada di gate wilayah ujung sebelah barat, alhasil harus berjalan jauuuh sambil gendong tas punggung dan bawa anak. Untungnya di airport dubai disediakan stroller gratisan sehingga anak kecil bisa dibawa dengan mudah. Mungkin ini juga strategi airport dubai terutama agar tempat-tempat perbelanjaan di dalamnya (yang penuh duty-free itu) bisa lebih menarik minat pembeli untuk menghabiskan sekian USD disana. Well, it works!

Nah, jaman dulu saya tidak begitu aware ada hotel didalam terminal airport dubai. Memang pernah baca tapi tidak pernah kepikiran untuk stay overnight, terlebih schedule pesawat juga transit-nya tidak terlalu lama jadi tanggung juga kalau harus bermalam dihotel (sekitar 3-5 jam transit). Alhasil tersiksalah apalagi jika transitnya malam hari, harus berjuang melawan kantuk dan lelah berjalan serta menunggu pesawat tidak bisa / tidak boleh ketiduran. Itu dulu. Sekarang dengan adanya kedua buntut (red: anak) yang harus di boyong maka perjalanan harus wajib kudu dibuat senyaman mungkin. Jadi strateginya memesan tiket emirates dengan waktu transit cukup panjang, saya pilih berangkat jam 18:05 dari doha menuju dubai, dan pesawat berikutnya adalah jam 11:10 ke-esokan harinya waktu dubai. Berangkat dari doha dan tiba di dubai jam 20:00 (waktu perjalanan sejam, tapi dubai satu jam lebih cepat atau GMT+4), jadi total waktu transit sektiar 14 jam. Cukup kah? ternyata kurang!!!

Begitu tiba di bandara dubai saya melakukan kesalahan pertama, yaitu tidak mencari tahu terlebih dahulu map lokasi hotel tersebut. Ternyata ada beberapa lift pintu masuk hotel. Dubai International Airport Terminal Hotel lokasinya ada di lantai 2 & 3 terminal 1 & 3. Sebelumnya saya sudah check bahwa terminal transit nanti adalah terminal 3, maka bisa dipastikan hotel harus ada di terminal 3. Ketika itu saya memesan melalui hotels.com, awal pesan untuk deluxe room sekitar 160 Eur. Namun karena re-schedule waktu keberangkatan dari doha dan deluxe room untuk tanggal baru tidak avail, maka mau tidak mau harus upgrade ke superior deluxe yang harganya cukup jauh sekitar 197 Eur. Dengan pemikiran bahwa ini ‘part-of’ holiday dan total dengan tiket pesawat masih berada dalam budget annual airfare dari kantor ya tidak dipikir terlalu panjang jadi langsung diambil saja. Nah, lokasi hotel inilah yang membuat saya sekeluarga cukup kerepotan karena harus berjalan cukup jauh puter-puter. Deluxe room sendiri plot-nya ada dilantai 2, dan superior ada dilantai 3 bagian executive. Saya hanya bermodalkan tanya orang yang ada dibandara hotel ada dimana dan masuk begitu saja dengan naik lift ke lantai 2, yang ternyata itu adalah receptionist deluxe room. Setelah di check bahwa reservasi ada di executive floor dan kamarnya superior maka harus berjalan balik arah cuku jauh dan naik lift lagi yang setelah diperhatikan itu adalah sisi terminal dekat gate arrival pesawat dari doha.

Walaupun capek jalan menuju kamar yang di book tapi saya bisa melihat bahwa terminal airport ini cukup banyak fasilitasnya, mulai dari gym, kolam renang (kolam renangnya dibawah lift, jadi siapapun yang naik lift bisa lihat :)) ), sampai spa. Ini kesalahan kedua, yaitu tidak memilih waktu transit lebih panjang sehingga bisa lebih menikmati fasilitas-fasilitas tersebut. Link berikut ini adalah map gallery hotel tersebut, untuk beragam fasilitas dan booking bisa dilihat dari website ini.

Secara umum kamar yang ditawarkan bisa dibilang memuaskan, satu-satunya hal yang tidak memuaskan adalah fasilitas internet wifi. Kamar super deluxe seharusnya sudah include free wifi namun pada kenyataannya free wifi yang ada di kamar tidak bisa digunakan, kabelpun tidak bisa terkoneksi. Jika ada yang menginap di hotel ini saran saya sih walaupun tidak ada fasilitasi free-wifi dikamar bisa menunjungi salah satu cafe ataupun restaurant yang dekat dengan kamar, tanya password wifinya dan berikutnya ber-wifi dari kamar dengan nyantol di wifi cafe tersebut. Kebetulan kamar saya dapat EK Lounge wifi dan memang terletak di atas lounge tersebut. Tapi yaaa…toh itu liburan dan masih banyak hal lebih baik untuk menghabiskan waktu daripada ber-wifi dan buka facebook hehe…

Berikut ini penampakan kamarnya:

IMG_1174

IMG_1148

IMG_0091

IMG_1168

IMG_0094

Saya kurang tau apakah dikamar deluxe ada kursi pijat juga, tapi yang pasti kursi pijat itu sangat efektif sekali membuat badan jadi refresh! Ada 4 menu otomatis untuk jenis pijat yang diinginkan, jadi pengen punya kursi beginian nih hehe…

IMG_1160

Saya agak-agak lupa, tapi kayaknya ketika pesan di hotels.com ada notifikasi akan mendapatkan welcome drink tapi kemarin itu tidak ada. Biasanya welcome drink kan bentuknya juice, kemarin sih cuma minuman air mineral standar aja yang ada dikamar. Yang ada dan available di kamar sebagai ‘welcome’ adalah sepiring anggur segar.

Kurangnya waktu transit semakin terasa ketika baru menikmati suasana kamar dan beristirahat sudah harus bersiap-siap ambil posisi cuci mata di terminal airport, kebetulan ibu saya menitip parfume. Setelah sekeluarga mandi baru terasa lapar, kebetulan anak-anak sudah dipersiapkan makanan-nya sejak dari doha karena mereka tidak suka makanan-makanan yang biasanya available saat perjalanan (cenderung lebih suka makanan seperti nasi plus rendang) jadi yang kelaparan tinggal saya dan istri, ada beberapa pilihan restaurant yang bisa dipesan dari kamar, dan jenis makanan-nya pun beragam. Makanan-makanan tersebut diambil dari ragam restaurant yang ada di dalam terminal airport seperti The Hub, SeaFood Market, dsb. Saya tertarik merasakan sea food nya setelah membaca “big shrimp”, saya pikir semula itu adalah lobster, harganya sekitar 110-an AED (~ 117 QAR) plus sebotol besar air mineral, namun ternyata bukan lobster tapi hanya udang besar saja (prince shrimp?).

The so called 'big shrimp'

Dari sisi harga jika kita terbiasa hidup di Qatar saya rasa tidak akan kaget lagi, karena makanan restoran di Qatar pun memang di kisaran itu harganya. Alhasil, makan di dubai terasa lebih murah sedikit. Dari sisi rasa? awesome. Itu udang somehow rasanya uenak sekali. Selain udang sebagai main course, bisa pilih 2 jenis tambahan nya. Saya pilih fries dan grilled tomatoes. Untuk sauce nya pilih chili sauce.

Setelah menyantap makanan waktu sudah menunjukan puku 00:00, dengan mata mulai mengantuk baru mulai cuci mata di shop-shop terminal. Karena sudah capek tidak banyak yang bisa dilihat-lihat, sudah harus kembali ke kamar jam 02:30 untuk istirahat. Ketika jalan-jalan di terminal pun anak-anak sudah pada tepar, beruntung ada stroller airport jadi keduanya bisa tertidur enak ketika saya dan istri cuci mata.

Kalau saja jam arrival di dubai bisa siang hari, dan departure ke jakarta bisa ke-esokan harinya setelah lewat jam 12 tentu akan lebih pas. Well, maybe next time :).

Keesokan harinya jam 9 sudah checkout dari hotel. Ketika check-in sudah diberitahu ada semacam wake-up call, karena pesawat saya boarding jam 10:25 maka sekitar jam 9-10 sudah akan di telpon sebagai peringatan. Tapi tentunya saya dan keluarga sudah siap-siap dari sebelum jam 9. Lepas dari hotel waktunya mencari sarapan, gak susah lah dengan banyaknya resto bertaburan.

Dulu ketika transit saya rasa resto ocean basket tidak ada, saya dan istri adalah penggemar sea food dan dari menunya resto ini (sebelahan dengan McD) menyajikan seafood untuk breakfast. Saya pesan menu 1 porsi “Business Class B” dan 1 porsi “All Aboard”, dari gambar menunya terlihat kecil jadi pesan 2 macam menu, tapi ternyata aslinya cukup besar untuk ukuran breakfast. Isinya ada salmon, calamari, mushroom, etc. Untuk rasanya yang “All aboard” enak dan gurih, yang “Business Class” salmonnya enak tapi sauce nya bikin eneg. Berikut penampakannya:

IMG_1185

IMG_1187

IMG_1189

Saya rasa ketika saya check-in hotel pihak receptionist sudah memberikan posisi kamar yang dekat dengan lokasi gate departure ke jakarta. Karena memang saya sekeluarga check-out dan sarapan lokasinya sangat-sangat dekat dengan gate departure. Jadi walaupun check-out berdekatan dengan waktu boarding tidak masalah. Bisa dilihat dari map hotel, disitu tertulis lengkap peta gate terminal 3 dubai airport.

Staying overnight di hotel transit sangat worthed terutama sekali jika memboyong keluarga, anak-anak pun merasa senang bahkan jasmine berpikir setelah naik pesawat dubai-jakarta akan kembali lagi tidur di kamar hotel yang sama :D. Baru sekali ini saya sangat menikmati waktu transit, dan ketika berjalan-jalan di terminal pun terasa segar sementara yang lain terlihat terburu-buru dan tentu saja kelelahan sampai banyak yang tidur-tiduran di kursi.

Recommended!!!

Advertisements

2 thoughts on “Staying overnight at Dubai International Airport Terminal

  1. Hi mba, nanya dong. Waktu nginep di dubai int transit hotel ini, ini hotelnya yg di terminal mana ya? Rencana saya dtg dr paris dan transit 10 jam mnuju jkt. Mohon infonya! Mksih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s