MIS Qatar Placement Test for KG-1

Kemarin jasmine baru saja menyelesaikan test masuk di sekolahan baru, Middle East International School. Karena sebelumnya jasmine sudah masuk pre-school jadi test dilakukan untuk level KG-1 (Kindergarten). MIS ini adalah rekomendasi beberapa rekan satu compound di doha. Sebetulnya ada banyak list sekolahan di Qatar dan cukup membingungkan jika harus memilih, tapi tentunya ada beberapa hal mendasar yang bisa menjadi pertimbangan seperti masalah biaya, masalah lokasi, serta rekomendasi dari pengalaman rekan-rekan sekitar khusus-nya sesama warga Indonesia. Di milis tentangqatar pun warga Indonesia yang jumlahnya saat ini di doha kalo tidak salah mencapai 16k menyekolahkan anaknya di tempat yang bervariasi, dan jika mencari referensi dari sana bisa lebih bingung.

Kebetulan rekan-rekan satu compound banyak yang merekomendasikan MIS ini, dan beberapa memindahkan anaknya dari sekolahan sebelumnya ke MIS. Sebetulnya saya ingin jasmine mendapatkan bekal awal berupa pendidikan agama yang baik dari sekolahan mumpung dia masih kecil, terutama karena dari pengalaman saya pribadi dimana pengetahuan agama yang masih melekat hingga sekarang (seperti doa-doa) itu hasil pembelajaran saat kecil (TK / TPA). Selebihnya ya sangat minim. Cita-cita ingin jasmine lebih baik dengan mendapatkan bekal pendidikan agama sejak dini, dan ketika khutbah jum’at pun pernah disinggung masalah pendidikan anak dan direkomendasikan bukan hanya mementingkan masalah pendidikan berbau duniawi tapi juga pendidikan yang memperkenalkan anak kepada ajaran-ajaran islam (terutama memperkenalkan Allah dengan bahasa anak-anak) sejak dini. Nah dari informasi rekan Indonesia, di MIS ini termasuk kurang perkenalan agama kepada siswanya. Sementara ada juga sekolahan lain (Iqra) yang sempat saya survey dan hasil diskusi dengan pihak sekolahnya menyatakan bahwa setiap hari ada materi agama islam bagi siswa KG, sekolah ini termasuk rekomendasi juga dari beberapa orang.

Hasil rekomendasi umumnya menyatakan secara kurikulum MIS ini termasuk yang bagus, dan banyak rekan yang puas dengan hasil pendidikan anaknya dari MIS. Mengenai perkenalan dan pendidikan agama (tentunya diluar keluarga) bisa disiasati dengan mengikutsertakan pada kelas tambahan seperti sekolah ngaji untuk anak-anak (di Qatar ada beberapa tempat seperti ini yang biasanya schedule seminggu sekali). Well, saya pikir perjalanan jasmine masih cukup jauh dan ini baru awal saja (KG-1), jadi ya bisalah dicoba dulu rekomendasi dari orang-orang dekat dan lihat bagaimana perkembangannya.

Setidaknya ada beberapa hal yang saya harapkan dari memasukan jasmine ke sekolahan model MIS yaitu masalah sosialisasi dan kemandirian. Melihat bentuk sekolahnya dibandingkan dengan bentuk sekolah jasmine saat ini (pre-school) ibarat memasukan jasmine dari kotak kecil ke kotak yang lebih besar. Sekolahnya yang sekarang (oscar english kindergarten) modelnya lebih tertutup, jadi untuk anak yang bisa dibilang masih kecil (~3 tahun) dan belum pernah sekolah sama sekali bisa dibilang sangat baik sebagai perkenalan. Dan aturannya juga tidak terlalu ketat (bisa tidak masuk walaupun ada juga teguran-teguran kecil). Dengan kondisi sekolah seperti itu tentunya membuat kita sebagai orang tua merasa lebih aman, karena ibarat kotak kecil dimana anak-anak bisa lebih diperhatikan oleh teachernya dan bisa dibilang lebih dimanja karena jika anak “poop” akan dibantu untuk dibersihkan. Bentuk sekolah Iqra untuk kindergarten yang sempat saya pertimbangkan juga mirip dengan oscar ini, lebih tertutup sekolahnya. Nah di MIS ini dengan melihat bentuk sekolahnya yang bukan hanya sebatas pre-school + kindergarten saja tapi juga sampai elementary keatas, ada ‘feel’ bahwa anak-anak akan belajar mandiri. Dan memang saya dengar tidak ada tuh dibantuin jika anak “poop”, jadi jasmine punya waktu sekitar 2 bulan untuk toilet training sebelum sekolah dimulai.

Kenapa kemandirian dan sosialisasi serta harapan dari ‘kotak’ yang lebih besar ini penting? jawabannya bisa saya lihat sangat jelas ketika jasmine melakukan placement test kemarin. Jasmine termasuk cepat berkembang sejak bersekolah di oscar, tapi rasa percaya dirinya masih sangat minim. Hal ini bisa dilihat jika dirumah dia sangat aktif seperti menyanyi, menyebutkan alfabet, menyebutkan angka, dsb. Namun diluar rumah jika di ajak bicara oleh orang lain dia terkesan malu-malu dan takut-takut. Hasil diskusi dengan teachernya di oscar pun mereka menyatakan hal yang sama, jasmine masih sulit jika diajak komunikasi. Tapi jika disuruh melakukan aktivitas dia mampu melakukannya. Memang betul setiap orang punya sifat yang beda-beda dan bisa jadi jasmine memang termasuk pemalu, nah inilah yang saya harapkan ada perubahan namun dalam konteks yang baik. Pemalu boleh, tapi tidak minder dan atau penakut. Kenapa? karena saya sendiri mengalaminya saat kecil, minderan padahal mampu. Dan jika saya perhatikan memang begitulah sifat orang-orang Indonesia pada umumnya, terlalu banyak segan ataupun takut alias tidak PEDE padahal secara teknis mampu serta punya kemampuan lebih jika dibandingkan orang-orang dari negara lain, namun akibat tidak PEDE itulah akhirnya jadi kalah jika dibandingkan orang negara lain. Saya ingin jasmine bisa lebih percaya diri dan saya yakin dia bisa. Ketika placement test kemarin, bundanya sempat gemes sekali karena jasmine suaranya kecil bahkan gak keluar ketika di test oleh teachernya, dan ketika selesai test dia pegang tangan saya tangannya terasa dingin, jadi terlihat sekali dia gugup. Padahal saya berusaha sebaik mungkin untuk tidak memberi tahu bahwa itu adalah test untuk dia jadi merasa nyaman dan tidak gugup, bahkan sempat ‘bohong’ dengan mengatakan adek-nya yang mau sekolah situ tapi teacher nya mau nanya-nanya adek dulu, ternyata tetap aja jasmine gugup. Mungkin lihat kondisi sekolah yang lebih besar dan lebih luas serta lingkungan baru hehe…

Walaupun hasil testnya berjalan lancar dan jasmine dinyatakan lulus untuk bisa masuk level KG-1, saya bisa melihat dengan jelas bagaimana jasmine dengan kemampuannya yang sekarang terkunci mulutnya ketika di test sehingga terlihat kurang maksimal dan kurang mampu. Setidaknya saya harus siap-siap dengan strategi dirumah bagaimana agar mendorong jasmine lebih PEDE lagi, dan dengan meletakan jasmine di kotak yang lebih besar saya harap secara psikologis akan membantu perkembangannya agar lebih mandiri serta mampu bersosialisasi. Walaupun ada juga pemikiran bahwa bisa jadi sekolah yang baru tidak lebih baik dari oscar sehingga bisa jadi akan membuat perkembangan jasmine terhambat, tidak lebih baik disini karena saya percaya sekolah itu patokannya bukan hanya masalah kurikulum saja tapi juga masalah bagaimana pihak sekolah membuat anak nyaman dalam menerima meteri tersebut. Jika sekolahnya tidak mampu men-deliver materi sesuai dengan kemampuan anak, ataupun si anak tidak nyaman bersekolah disitu tentunya anak tidak akan mendapatkan perkembangan yang diharapkan. Yah, semoga saja MIS ini bisa sesuai harapan dan jasmine merasa nyaman bersekolah disitu. Kalaupun tidak ya tinggal cari sekolahan lain yang lebih ‘tepat’ pada term berikutnya :).

Berikut ini adalah ‘bocoran’ placement test untuk level KG-1, siapa tau ada yang merencanakan masukin anaknya ke MIS doha:

1) Ada sekelompok bentuk seperti square, trigangle, dsb. Disuguhkan gambar batangan yang di-isi oleh 3-4 bentuk-bentuk berbeda, jasmine diminta untuk memasukan bentuk-bentuk sesuai gambar ke batangan tersebut. Saya pikir ini bagian dari pattern recognition.

2) Masih sekelompok macam lego bentuk berbeda-beda, namun kali ini jasmine diminta lihat gambar satu bentuk dari suatu papan kecil dan diminta ambil sebanyak-banyaknya bentuk tersebut (i.e triangle) dari tumpukan lego dan letakan diatas papan kecil.

3) Jasmine diminta nyanyi ABC, dan nyanyi twinkle-twinkle little star.

4) Jasmine diminta menyebutkan alfabet yang tertulis di kertas dan menyebutkan nama benda yang berawalan alfabet tersebut, misal: A for Apple.

5) Jasmine diminta berhitung (mis: ada 3 buah tomato), dan menuliskan hasilnya di kotak kosong (nulis angka hasil hitungan).

6) Jasmine diminta menuliskan namanya sendiri. Nah ini belom bisa karena dirumah juga jasmine tidak pernah belajar untuk ini :).

7) Terakhir diminta untuk menggambar wajahnya sendiri. Jadi semacam gambar wajah, ada hidung, ada mata, dan ada rambut.

Dari semua test diatas jasmine paling cepet klo soal berhitung dan menulis angka, sepertinya memang sesuai dengan hasil report dari pre-school nya di oscar, jasmine sangat baik dalam hal math.

Sebetulnya saya cukup puas dengan sekolahannya yang sekarang, oscar kindergarten. Dan saya rasa penilaian oscar pun cukup akurat dan teacher nya mampu mengenali jasmine dengan baik serta mampu membuat jasmine merasa nyaman belajar disitu, jasmine juga terlihat agak keberatan pindah sekolah entah karena memang sudah betah disekolah yang sekarang atau karena merasa takut dengan perubahan. Namun yang pasti, di oscar ini hanya sampai level kindergarten sementara anak harus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi (elementary), pemindahan sekolah ini juga salah satu tujuannya agar nanti lebih siap ketika harus pindah ke tingkat lebih tinggi karena di kuatirkan jika tetap di kindergarten yang sekarang nantinya jasmine akan kesulitan dan terpaksa mengulang satu tahun untuk mempersiapkan diri masuk ke jenjang elementary.

We’ll see, insya allah for the best.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s