Pre-school Jasmine

Skeptis.

Begitulah pandangan saya selama ini terhadap sekolah. Pandangan tersebut hasil akhir setelah melewati masa-masa belajar di kampus sekitar 6 tahun silam. Terus terang saya melihat apa yang diajarkan oleh sekolah itu hanya sekitar 30% lah manfaatnya bagi seseorang, bahkan tidak jarang sekolah membawa lingkungan yang negatif terhadap perkembangan seseorang dalam kehidupan. Berbekal pandangan seperti itu, saya jadi agak malas menyekolahkan jasmine tahun lalu di Qatar. Apalagi saya pikir di usia jasmine yang masih sekitar 3 tahun beberapa bulan tidak selayaknya masuk sekolah, jauh lebih baik dia bermain dan bermain tanpa harus di bebankan dengan homework, menghafal angka, menghafal huruf, dsb.

Ternyata saya cukup salah :).

Kenapa cukup salah? karena pandangan saya tentang sekolahan selama ini berdasarkan latar belakang hidup di Indonesia. Apa yang salah dengan sistem pendidikan di Indonesia? saya sendiri susah meng-ekspresikannya, ibaratnya hanya bisa dirasakan bahwa sistem tersebut banyak salahnya, itu saja. Alhasil saya berpikir untuk anak usia dini akan jauh lebih baik menikmati dunianya, dan jauh lebih penting pendidikan awal dari sang orang tua. Tahun lalu istri saya yang menyarankan agar jasmine bersekolah karena usia 3 tahun kebetulan sudah dibayarin oleh kantor apabila memang ingin bersekolah (sekolahan di Qatar terbilang MAAAHAAAL. klo tidak di support oleh kantor ya memble juga bayarnya), alasan lain adalah agar jasmine ada kegiatan. Saya sadari jasmine termasuk sangat aktif terutama jika ada teman-temannya dia kelihatan senang sekali bahkan cenderung berlebihan semangatnya ketika bermain. Tahun lalu dia sudah terlihat jenuh dirumah saja tanpa bergaul dengan teman ataupun ada aktivitas yang menguras tenaganya, totalitas sangat berkebalikan dengan saya dan istri yang cenderung ‘autis’ dan malas aktivitas di luar rumah hehehe…

Alhasil, saya masukan ke pre-school dekat compound tempat tinggal. Kebetulan rekan satu compound anaknya juga bersekolah di tempat yang sama dan infonya cukup lumayan lah untuk kategori pre-school walaupun sempat disebutkan bukan yang terbaik, masih ada sekolahan lain yang lebih baik. Saya tidak begitu peduli sebetulnya dengan tingkat pendidikan apakah sekolah tersebut bagus atau tidak, selama jasmine aman-aman saja dan ada aktivitas setiap hari daripada uring-uringan dirumah itu sudah cukup buat saya.

Sebelum berangkat ke Qatar jasmine sempat ikutan PAUD di Indonesia, saat itu istri saya mengatakan ya sehari-hari hanya bermain-main saja, kalaupun belajar ya ringan-ringan saja. Asumsi saya pre-school itu sama dengan PAUD. Minggu-minggu pertama sekolah saya juga sempat memperhitungkan jika jasmine bosan dan tidak ingin meneruskan seperti layaknya dia ketika bermain dengan suatu mainan dan cepat bosan, saya sudah siap toh dibayarin kantor jadi tidak masalah. Namun cukup terkejut juga ternyata jasmine sangat bersemangat bersekolah, memang saat pagi ketika dibangunkan masih tetap susah dan bundanya yang dengan sabar membangunkan serta memandikan dan menyiapkan segala sesuatu, tapi setelah mandi dia jadi seger dan semangat ingin cepat-cepat ke sekolah. Lepas satu bulan masih tetap seperti itu, dan beberapa kali membawa pulang homework berupa gambar-gambar untuk coloring. Saya lihat jasmine awal-awal masih kaku, coloring ya standar lah masih keluar-keluar garis. Masih belum benar memegang pencil warna, masih cenga-cengo jika di ajarkan angka ataupun aphabet yang dibawa sebagai homework.

Namun selang beberapa saat, ketika pelajaran mulai bertahap mengenal huruf lebih banyak, huruf-huruf awal yang semula dia pelajari sudah mulai lancar. Proses coloring pun semakin baik dari sebelumnya. Saya sempat tertegun sejenak, dalam pikiran saya berpikir “wow, diluar dugaan, entah memang jasmine yang cerdas, atau memang sistem pendidikan di tempat dia sekolah yang cocok dengan jasmine”. Sistem pendidikan yang tepat kadang mempengaruhi, saya pernah membaca / mendengar ada tempat yang kurang cocok dengan si anak sehingga dia tidak bersemangat ke sekolah ataupun tidak menyerap sepenuhnya apa yang diajarkan oleh sekolah tersebut.

Sebelum menyekolahkan jasmine, saya dan istri sempat kuatir juga jasmine tidak mampu mengikuti apalagi dia tidak bisa bahasa inggris yang notabene digunakan oleh pihak sekolah dalam bahasa sehari-hari (judul sekolah jasmine oscar english kindergarten), semantara anak-anak tetangga sudah lancar berbahasa inggris. Jasmine memang termasuk telat dalam berbicara, jangankan english, wong bahasa indo aja dia telat karena sejak kecil sudah ikut saya yang kerjanya berpindah-pindah sehingga kata orang-orang dia mungkin bingung tiap negara bahasanya beda-beda, dan yang pasti tidak punya teman seumuran akibat pindah-pindah terus. Namun rekan-rekan di Qatar bilang anak-anak itu cepat beradaptasi, dalam beberapa bulan lihat saja ntar dia akan cas-cis-cus bahasa inggris bahkan sebagai ortu bisa dibuat bingung dengan style mereka yang seperti orang bule. Dan itu memang benar adanya, setelah beberapa bulan jasmine mulai banyak kosakata bahasa inggris walaupun mungkin tidak sebanyak yang lain (hal ini terlihat dari report mid-term jasmine yang dibilang teacher nya bahasa inggris dia masih kurang).

Nah, yang membuat saya ingin membungkam rapat-rapat pendapat skeptis saya tentang sekolah adalah perkembangan lain dari jasmine selain segi bahasa. Pengetahuannya tentang angka sangat pesat, begitu juga tentang huruf. Dan saya harus mengakui bahwa itu semua jasmine dapatkan dari sekolahan. Saya yang awalnya sempat sesumbar bisa membimbing jasmine lebih baik di usia dini sekarang harus berpikir 10x, dengan kondisi jasmine seperti sekarang (bersekolah plus homework) saja saya tidak sempat membimbing dia saat malam, hanya bundanya yang bisa membantu membuat homework itu pun jarang-jarang karena biasanya jika sudah malam jasmine menuntut saya untuk bermain dan bermain setelah seharian tidak bertemu. Tidak jarang saya terpaksa menolak dengan langsung menutup mata karena kelelahan bekerja seharian. Saya yang dulu sempat berpikir bahwa seandainya ketika SD ortu saya tidak kelelahan pulang kerja dan akibatnya saya harus berjuang sendiri dalam hal pendidikan dengan hasil yang tentu saja tidak maksimal dibandingkan teman-teman lain dalam hal prestasi disekolah kembali harus menelan pahit pendapat tersebut karena saat ini saya melakukan kesalahan yang saman terhadap anak sendiri :p.

Hasil mid-term jasmine melaporkan jasmine kuat atau mendapatkan hasil baik di beberapa bidang, namun lemah atau mendapatkan hasil yang kurang maksimal di beberapa bidang juga. Beberapa rekan sempat berpendapat bahwa kadang sekolahan di Qatar ada yang memberikan hasil report sekolahan ‘seadanya’ saja, ibaratnya asal tulis. Namun setelah saya melihat hasil mid-term jasmine, saya lihat hasil tersebut cukup akurat. Saran yang diberikan pun cukup baik, memperbanyak bahasa inggris di rumah agar bahasa inggris jasmine lebih improved. Bahasa arab? jangan ditanya, jelas jasmine dapat hasil yang kurang. Tapi dalam hal lain dia mendapatkan hasil memuaskan, terutama math. Hasil inilah yang saya katakan tadi tercermin dalam kehidupan jasmine sehari-hari. misal: ketika diajak ngobrol oleh anak lain yang ketemu di mall dalam bahasa inggris, jasmine jawabnya malu2 walaupun dia ngerti ditanya namanya siapa dalam bahasa inggris. namun jika melihat angka dimanapun cepat sekali dia menjawabnya dan paham (saya pernah ajarin dia tentang jual beli, berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk membeli ice cream misalnya).

Dengan hasil ini, saya melihat disinilah letak peran orang tua. Jadi memang harus lebih memberikan perhatian lebih terhadap bagian yang kurang dari anak dan berusah improve kekurangan tersebut. Saya lihat sekolah jasmine juga cukup baik dalam hal komunikasi dengan orang tua (rekan yang anaknya sekolah ditempat yang sama sering juga memberi masukan untuk lebih memperhatikan hal-hal seperti buku yang setiap hari dibawa pulang jasmine berisi tulisan dari teacher-nya karena dari situlah salah satu media sang teacher berkomunikasi dengan orang tua murid mengenai perkembangan mereka). Jadi so far memang tidak ada yang salah dengan sekolah, bahkan sebetulnya memang membantu terhadap tumbuh kembang anak.

Memang saya sempat juga mendengar bahwa tingkat pendidikan di Qatar cenderung dibawah sekolah-sekolah di iNdonesia, alhasil rekan-rekan yang anaknya bersekolah di Qatar jika pulang ke indonesia cukup kasihan melihat anaknya yang seakan-akan tertinggal di kelasnya karena teman-teman di indonesia sudah belajar materi tersebut di kelas yang sebelumnya, tapi (masih tetap skeptis klo soal ini) apa hasil nyatanya sih sistem pendidikan di Indonesia?? di luar negeri seperti eropa setahu saya jam sekolah tidak sebanyak di indonesia dalam setahun, bahkan mereka ada summer holiday selama 3 bulan. Di Qatar pun sekolah juga hanya 5 hari seminggu, jumat & sabtu yang merupakan hari libur kantor anak-anak sekolah juga ikutan libur, dan bulan june pertengahan sampai september pertengahan pun ada summer holiday. Tapi justru hasil karya orang-orang diluar lebih nyata seperti Linus Torvalds yang membuat sistem operasi linux selama libur musim panas. Di Indo sekolaaah terus tapi ujung-ujungnya jadi pegawai juga hehehe…

Well, intinya sih, saya mulai merubah pandangan saya terhadap sekolah. Sekolah terutama untuk anak di usia dini tidak seburuk yang saya pikirkan sebelumnya. Dan saya juga tetap yakin mungkin saja pre-school jasmine sekarang ini somehow cocok untuk jasmine sehingga dia tidak merasa bosan dan semangat bersekolah, serta materi yang disampaikan ataupun cara penyampaian nya cocok sekali untuk dia sehingga perkembangan-nya cukup pesat. Namun yang pasti tidak bisa dipungkiri bahwa sekolah akan membawa dampak positif dibandingkan tidak bersekolah, bukan saja dari segi teknis namun juga segi non-teknis, dan buat saya segi non-teknis ini tidak kalah pentingnya (masalah agama, kemampuna berbicara, bersosialisasi, dsb). Semoga saja jasmine akan terus mendapatkan manfaat positif dari sekolah, dan saya beserta istri selaku orang tua mampu membimbing dia agar kalaupun ada hal negatif dari sekolah namun tidak terlalu mempengaruhi jasmine untuk ikutan kearah negatif.

Advertisements

One thought on “Pre-school Jasmine

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s