Exclusive & Telco

Hasil riset openbts di Indonesia yang sebelumnya hanya berada dalam lingkungan terbatas sekarang mulai muncul ke public / media. Informasi tertulis yang cukup rapih pun mulai bermunculan seperti disini. Klo tidak salah gaung openbts oleh pak onno ini mulai terdengar sekitar tahun lalu. Beberapa pendapat tentunya bermunculan, namun saya rasa akan di tentang dengan sangat keras oleh industri telekomunikasi indonesia. Kenapa?karena akan mengganggu bisnis mereka hehe…

Jangankan membayangkan situasi dimana semakin banyak masyarakat Indonesia yang paham akan teknologi opensource-nya openbts, kondisi sekarang ini di dunia operator saja cukup sulit untuk memastikan apakah range frekwensi yang dialokasikan untuk suatu operator tidak digunakan oleh operator lain. Karena sering terjadi kasus slot suatu operator digunakan oleh operator lain, kenapa?ya biar lebih banyak lagi subscriber yang bisa ditampung :). Itu sebabnya ada regulasi. Indonesia termasuk pasar telekomunikasi terbesar, dan jumlah operator pun sangat banyak sehingga setiap operator saling bersaing setiap hari karena lengah dikit mereka akan merugi.

Jika dilihat dari sudut pandang telekomunikasi, dunia telekomunikasi bisa dibilang mirip dengan dunia IT kira-kira 10-20 tahun yang lalu. Dunia dimana SDM-nya langka, dan apabila ditinjau dari sisi keuangan maka para pelaku dunia ini dapat meraup bayaran yang tinggi. Saya masih ingat bagaimana rumor yang beredar sekitar 7 tahun lalu ketika saya mengambil kursus sertifikasi cisco, ketika itu saya cuma ikutan temen karena dia bilang pemegang sertifikasi tersebut minimal bayaran nya 4 juta. Ketika itu 4 juta termasuk wah. Dulu mungkin dunia IT bisa di bilang eksklusif, sampe-sampe jurusan teknik informatika ITB menduduki peringkat 1 passing grade karena orang-orang cerdas dari SMU indonesia mengejar jurusan tersebut dengan jaminan setelah bekerja mendapatkan bayaran tinggi.

Seiring dengan berjalannya waktu, apalagi di dukung dengan maraknya pembajakan di indonesia, dunia IT mulai dapat dipelajari oleh setiap lapisan masyarakat. Dengan modal Rp.10,000 seseorang dapat membeli CD bajakan berisi ebook ataupun program-program yang biasa digunakan pada dunia industri IT. Banyak yang dengan modal belajar sendiri, tanpa masuk kuliah di PT seperti ITB menjadi ahli IT. Industri IT kebanjiran SDM, alhasil eksklusifitas-nya mulai memudar dan SDM nya mulai kurang dihargai.

Saya sendiri berasal dari dunia IT, masuk telco juga karena kebetulan saat itu ada posisi kosong yang meminta pengalaman di UNIX. Saya tidak ada pengalaman di Unix karena dari tempat kuliah gak pernah akses mesin unix, namun saya cukup handal di Linux dan bisa menjadi basic belajar Unix. Dengan susah payah mempelajari telco sambil bekerja karena jurusan kuliah adalah IT jadi tidak ada ilmu secuilpun tentang basic GSM. Ketika itu dunia telco sedang mengalami perubahan di sisi core network, core network mulai menuju IMS. Perangkat-perangkat telekomunikasi yang semula mesin-mesin khusus mulai beralih ke IT based. Server UNIX mulai digunakan, sigtran yang menggunakan IP based mulai di implementasikan. Intinya, orang IT terutama dengan background system bisa masuk telco. Sebelumnya dunia telco serba exclusive, SDM telco hanya dapat belajar dari tempat mereka bekerja. Karena mesin-mesin yang digunakan hanya ada di industri, hampir tidak dapat ditemukan di dunia akademis kecuali di perguruan tinggi / universitas tertentu, itu pun biasanya versi lama. Sesuai dengan teori ekonomi, semakin susah didapatkan SDM semakin tinggi bayaran nya.

Eksklusifitas ini bukan hanya karena faktor skill SDM, namun juga telco itu sendiri merupakan industri yang dijaga eksklusifitasnya. Ambil contoh algoritma A5, hanya industri-industri besar seperti vendor yang memiliki akses implementasi. Ataupun teknologi baseband firmware telepon selular, walaupun produsen telepon selular bisa beragam namun perusahaan yang memproduksi chip baseband sangat terbatas. Mereka memiliki akses bagaimana mengimplementasikan algoritma yang akan dipakai oleh baseband seperti untuk proses otentikasi ke network operator.

Dunia telco terdiri dari 2 bagian besar, bagian core dan bagian radio. Selain karena dijaga ekslusifitasnya, tidak banyak juga orang yang menyentuh dunia telco untuk di oprek. Sampai beberapa tahun ke belakang beberapa group hacker mulai bermain dengan dunia telekomunikasi ini secara serius dan berkesinambungan. Dengan dukungan komunitas seperti layaknya bagaimana OS linux berkembang, hasil riset mereka mulai kelihatan. Bisa dilihat dari osmocom project.

Mereka mulai membuka tabir telekomunikasi secara perlahan-lahan, mulai membuat pintu masuk ke dunia radio telekomunikasi GSM, baik dengan proses reverse engineering ataupun dengan dukungan individu2 yang pernah / sedang berkecimpung di dunia industri telekomunikasi. Jika kita kembali pada riset openbts di indonesia, maka salah satu efek positifnya bisa seperti tertulis disini. Efek positif lain adalah bagi dunia akademis sekarang dapat melihat langsung bagaimana dunia telekomunikasi bekerja, bukan hanya sekedar teori. Kampus-kampus bisa membeli perangkat openbts dengan modal 30 jt untuk anak didiknya. Masyarakat luas bisa belajar bagaimana radio teknologi GSM/UMTS bekerja, dan bisa menjadi modal untuk bekerja di industri telekomunikasi. Dengan begini, semakin terbuka lebar pintu kesempatan masyarakat Indonesia masuk ke industri telco, yang berarti eksklusifitas dunia ini mulai semakin memudar :).

Pembahasan tentang serbuan orang-orang IT ke dunia telekomunikasi sempat dibahas pada forum parakontel beberapa tahun silam. Pembahasan parakontel berada pada konteks lahan bagi para kontraktor telekomunikasi yang bekerja overseas, semakin langka lowongan karena semakin mudah mendapatkan resource terutama untuk internal karena hanya butuh background IT untuk bisa bekerja di bidang telekomunikasi saat ini. Ditambah lagi dengan adanya opensource dari openbts ini, ya berarti semakin luas masyarakat tanpa kuliah pun bisa mempelajari telco.

Baik atau buruk ya tergantung bagaimana kita melihatnya, yang pasti bagi para pelaku dunia telco sudah waktunya bersiap-siap seperti layaknya pelaku dunia IT bertahun lalu. Industri ini tidak akan se eksklusif dulu lagi dalam waktu-waktu mendatang :).

‘Perang’ antara aktivis sosial dengan para pebisnis telekomunikasi yang demikian besar dan didukung oleh pemerintah Indonesia tentunya akan sangat menarik. Dan saya harap gembar gembor para pengguna openbts di indonesia bukan hanya terbatas sebagai pengguna thok, tapi bisa memberikan kontribusi lebih nyata lagi pada project openbts. Bukan hanya sebagai pengguna saja namun bisa menyumbangkan barisan-barisan kode yang bermanfaat bagi project openbts.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s