Ramadan in Qatar

Sehari sebelum ramadan dimulai, ada email yang bentuknya seperti ini berseliweran dari management,

The Holy Month of Ramadan will be observed this year starting on Monday, August 1st. Working hours will be reduced to 6 hours during this month as per the Qatar regulations for all public and private organizations. We suggest that you agree on working arrangements with your Line Manager accordingly.

* Please note that if the official authorities of Qatar declare the start of Ramadan on a different date, the official declared date will be considered instead.

This reduction is made primarily to support Muslim Employees who fast, solid line managers need to make necessary arrangement to ensure operational coverage outside revised working hours. Those employees who are required to work normal hours due to business requirements during this month are entitled to compensation of 2 (two) days leave in lieu to be taken. This should be agreed with line manager and does not form part of the annual leave.

Lima tahun terakhir saya mengalami beragam bulan ramadan, tepatnya dimulai ketika awal bekerja. Saya mulai bekerja pada salah satu vendor telekomunikasi Indonesia sekitar pertengahan tahun 2006. Pada tahun itu ada project instalasi dan konfigurasi serta integrasi mesin HLR untuk salah satu operator di Indonesia. Project tersebut dilaksanakan tepat pada saat bulan ramadan tahun 2006. Saya yang baru lulus kuliah cukup “amazed” karena menghabiskan bulan ramadan (sekitar 3 minggu) dengan sahur makanan hotel. Saat itu projectnya di semarang, dan perusahaan tempat bekerja memberikan akomodasi di hotel horison semarang (tepat di simpang lima).

Itu adalah project pertama saya di bidang telekomunikasi, dan saya sangat senang sekali karena memang hobi mengerjakan pekerjaan tersebut sehingga tanpa terasa waktu berlalu begitu saja. Ibadah yang saya lakukan terbatas pada shalat lima waktu, selebihnya harus kembali ke ruangan mesin untuk melanjutkan pekerjaan. Saat itu saya merasa waktu berjalan cukup cepat, tiba-tiba sudah waktunya berbuka puasa dan pulang ke hotel atau mampir ke tempat makan. Saya sempat melaksanakan taraweh sekali di masjid simpang lima, berikutnya tidak sempat. Selain karena kelelahan akibat seharian bekerja, seringkali saat malam masih harus di isi dengan bekerja. Baik itu sebagai lanjutan (hanya berbuka puasa setelah itu lanjut kerja lagi), ataupun kembali ke hotel sejenak untuk kemudian melakukan pekerjaan lagi di ruang mesin pada malam harinya.

Kira-kira gambaran diatas adalah aktivitas yang umumnya dilakukan oleh engineer khususnya bidang telekomunikasi disaat bulan ramadan di Indonesia. Alasannya?karena operator telekomunikasi di Indonesia bersiap-siap menyambut lonjakan trafik saat idul fitri. Semua pasti mengerti ketika idul fitri, semua orang mempersiapkan beragam jenis SMS lucu-lucu / unik untuk dikirimkan ke rekan-rekan ataupun keluarga. Selain itu ada juga trafik voice call dimana saat idul fitri akan dilakukan panggilan telepon untuk saling bermaaf-maafan khususnya dengan keluarga dan sanak saudara. Untuk itulah para engineer telekomunikasi melakukan beragam persiapan, termasuk diantaranya proses migrasi data ataupun upgrade mesin.

Tahun berikutnya saya merasakan ramadan di pakistan. Sebagai engineer tidak terlalu berbeda kondisinya dengan di Indonesia. Masyarakatnya juga kurang lebih sama dari yang saya lihat dengan di Indonesia. Menjalankan ibadah, namun tidak ada paksaan ataupun aturan khusus dari pemerintah mengenai bekerja selama bulan ramadan. Hanya saja masyarakat pakistan tetap menghormati idul fitri sebagai suatu moment khusus untuk berkumpul bersama keluarga. Saya yang saat itu baru menikah dan membawa istri diberikan kesempatan untuk pulang dan menghabiskan lebaran di Indonesia.

Tahun 2008, saya habiskan ramadan hingga idul fitri di Tanzania. Tanzania perbandingan moslem dan non-moslem nya hampir seimbang, namun seingat saya mayoritas non-moslem. Namun kehidupan masyarakatnya tidak ada aturan khusus. Bagi yang moslem dipersilahkan untuk menjalankan ibadahnya masing-masing, dan untuk yang non-moslem bebas juga dengan kehidupan nya asalkan tidak mengganggu peribadahan moslem. Di kantor sendiri saat itu hampir semua non-moslem, saya sendiri kadang kesulitan juga untuk mencari tempat ibadah di kantor sehingga harus berjalan cukup jauh untuk bisa mendapatkan masjid. Idul fitri tetap merupakan libur nasional, namun selama bulan ramadan tidak ada aturan khusus juga mengenai bekerja.

Ketika itu saya sempat berpikir untuk mencoba negara yang benar-benar non-moslem. Dan pemikiran tersebut kembali terwujud. Tahun 2009 saya beserta keluarga menghabiskan bulan ramadan di negara Georgia yang merupakan negara kristen ortodoks. Di georgia saya hanya tau satu buah masjid, dan di masjid itulah semua umat moslem menjalankan ibadah shalat jumat dan juga idul fitri. Dan tentu saja karena itu adalah negara non-moslem, selama bulan ramadan tidak ada bedanya dengan hari-hari biasa. Di kantor dan dimanapun setiap orang bebas untuk makan dan minum seperti biasa. Suasana ramadan sama sekali tidak terasa. Untuk melaksanakan ibadah pun lebih sulit. Yang lucu adalah ketika itu sahurnya jam 3 lebih sedangkan buka puasanya hampir jam 8 malam. Puasa terpanjang yang pernah saya rasakan.

Tahun 2010 saya habiskan kembali di Indonesia. Saat itu saya mulai berkeinginan untuk melihat masa-masa ramadan di negara moslem kawasan timur tengah, ingin merasakan bagaimana suasananya. Dan alahmdulillah diberikan kesempatan tersebut oleh Allah. Merasakan ramadan di Qatar.

Bisa dilihat dari potongan email diatas bahwa PEMERINTAH QATAR memberlakukan aturan bekerja maksimal 6 jam selama bulan ramadan. Aturan pemerintah inilah yang kemudian saya rasakan membawa perbedaan. Saya sendiri belum tahu bagaimana selanjutnya namun ini adalah hari ke-2 dan saya mulai memahami perbedaan dari negara moslem atau negara islam. Di tempat saya bekerja aturan resminya adalah jam 9 s/d jam 3 sore. Apabila ada pekerja yang ‘dipaksa’ untuk bekerja lebih dari jam tersebut bisa melapor pada pemerintah qatar dan pihak perusahaan akan mendapatkan sanksi. Rekan yang bekerja pada operator telekomunikasi sini mengatakan bahwa jam kerjanya dia bahkan lebih singkat, jam 8 s/d jam 1 siang.

Kira-kira apa yang menyebabkan dikeluarkan nya aturan tersebut?asumsi saya adalah agar umat islam bisa menghabiskan waktu lebih banyak untuk beribadah. Ketika ashar di masjid yang dekat dengan daerah perumahan kemarin saya lihat ada ceramah agama setelah shalat ashar. Dan jumlah orang yang melaksanakan shalat ashar berjamaah lebih banyak dari biasanya. Dari situ bisa terlihat bahwa pengurangan jam kerja oleh pemerintah benar-benar efektif untuk memberikan waktu beribadah lebih banyak bagi masyarakatnya. Jika ada aturan dari pemerintah, maka perusahaan pun akan tunduk pada aturan tersebut dan akan berakibat bahwa pekerja tidak terbebani dengan bekerja lebih banyak ketika bulan ramadan. Memang tidak semuanya, adakalanya terdapat masalah pada network sehingga beberapa rekan terpaksa bekerja lebih dari jam yang ditentukan, namun ini adalah kondisi khusus. Jika melihat secara umum, aturan negara islam seperti ini sangat bermanfaat bagi kita umat islam yang hendak fokus pada ibadah. Seakan-akan keinginan kita untuk beribadah di fasilitasi dengan baik. Belum lagi dengan kondisi masjid yang luar biasa bagus dan nyaman (dingin), sehingga jika tidak digunakan untuk sungguh-sungguh beribadah maka rasanya sangat sayang sekali.

Berkah bisa merasakan ramadan di negara islam seperti ini sangat saya syukuri. Dan saya mulai memahami perkataan beberapa rekan, bekerja di negara seperti Qatar benar-benar niatkan saja untuk beribadah. Walaupun kondisi negaranya mungkin tidak sebagus negara-negara lain termasuk Indonesia serta membosankan, tapi bagi kita sebagai umat islam merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menghabiskan waktu beribadah lebih banyak dan lebih baik.

Tidak semua orang bisa mendapatkan karunia berupa kemudahan dalam menjalankan ibadah, dan kesempatan ini tentunya tidak ada yang tahu untuk berapa lama. Tugas kita adalah memanfaatkan nya dengan sebaik mungkin. Bukan begitu?

Ramadan Kareem from Qatar :).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s