Driving Test in Qatar

Jadi ceritanya ada beberapa hal mendasar bagi para pendatang baru di Qatar dan wajib dijalani. Kewajiban ini juga dijalani tidak dengan mudah, berbagai orang memiliki ceritanya masing-masing dalam menjalani hal-hal dasar tersebut yang merupakan kewajiban settle di Qatar. Salah satunya yang akan saya ceritakan disini adalah pengalaman driving test.

Ketika saya bekerja di kuwait, public transportation bukanlah masalah. Saya bisa langganan tiket untuk bus (ada 2 perusahaan bus disana, kita bisa pilih salah satu) yang setiap 5-10 menit melewati rute-rute tertentu seputar kuwait. Jadi kita cukup menghafal jika mau ke suatu daerah bus nomor berapa yang akan lewat daerah tersebut. Standar lah. Selain bus, ada juga taksi. Intinya, public transportation tidak menjadi masalah.

Hal ini berbeda dengan Qatar. Di Qatar, menurut cerita yang beredar, sebelumnya ada banyak public transportation seperti taksi dimana ada beberapa perusahaan taksi. Namun belakangan salah satu istri dari raja Qatar menghapus perusahaan lain dan menjadikan satu perusahaan saja sebagai official public transportation di Qatar, perusahaan tersebut bernama Karwa. Akibatnya, taksi resmi karwa sangat susah ditemukan, nunggunya bisa sampe 30 menit itu juga jika beruntung dan berada didaerah yang ramai, untuk bus karwa saya kurang paham karena belum pernah naik tapi sejauh yang saya lihat juga kondisinya sama, sangat lama untuk nungguin satu bus karwa melewati salah satu bus stop (bus gak boleh berhenti sembarangan). Dengan kondisi ini, bermunculan lah taksi-taksi gelap yang biasa disebut private taksi. Bedanya dengan di Indonesia, taksi gelap memasang harga lebih mahal (bisa nawar juga, tp ttp lebih mahal) dibandingkan taksi resmi dari karwa yang menggunakan argo. Beda dengan di Jakarta dimana taksi seperti bluebird justru lebih mahal :). Intinya disini, public transportation adalah salah satu masalah besar di Qatar. Dan saya sempat merasakan berjalan jauh untuk bisa mendapatkan taksi dibawah terik matahari yang sekarang-sekarang ini (menjelang bulan agustus) sangat mengerikan, baru jalan sedikit saja kepala langsung pusing jika tidak menggunakan penutup kepala karena teriknya luar biasa.

Kondisi diatas membuat orang berbondong-bondong membeli mobil pribadi. Harga mobil di Qatar juga sangat murah seperti layaknya negara-negara GCC lain karena tidak kena pajak masuk. Namun yang menjadi masalah, untuk bisa mengendarai mobil di Qatar harus memiliki SIM (driving license) yang resmi. Ada beberapa aturan khusus, misal nya SIM internasional (termasuk dari Indonesia) bisa digunakan disini selama orang yang bersangkutan belum memiliki RP (Residence Permit), biasanya digunakan oleh pekerja-pekerja dengan status kontrak atau business visit di Qatar. Begitu memiliki RP, maka harus segera menggunakan license dari Qatar. Untuk masyarakat dari kawasan eropa, mereka bisa convert secara otomatis SIM local dari negara asalnya ke SIM Qatar. Tidak heran, karena ujian SIM Qatar sepertinya memang mengacu pada ujian SIM dari eropa. Convert SIM juga berlaku bagi orang-orang yang pernah mendapatkan SIM dari negara-negara kawasan GCC (Gulf) seperti UAE, Saudi Arabia, Kuwait, dsb. Sisanya?harus dan wajib mengambil ujian SIM resmi dari pemerintah Qatar.

Tempat mengambil ujian SIM di Qatar ada beberapa, namun yang saya tahu pasti karena teman-teman di kantor juga ambil ujian SIM ditempat yang sama adalah di Karwa. Karwa memiliki training school untuk belajar mobil dalam menghadapi test polisi, setau saya di-manage oleh mowasalat. Ujian mengambil SIM juga datanya dimanage secara online, sehingga kita tidak bisa sembarangan seperti daftar ujian di satu driving school kemudian gagal dan coba di driving school lain karena datanya tersimpan pada satu lokasi yang sama.

Untuk mengambil ujian SIM ada beberapa tahap. Yang berpengalaman dengan membawa mobil bisa mengambil ujian langsung (direct test) tanpa training dulu. Untuk yang mo ambil training juga ada beberapa jenis, bisa short course, half course, atau full course. Short course selama 12 jam training nya, sedangkan full-course selama 40 jam total training nya. Training ini bisa di-manage untuk diambil per hari, atau dalam satu hari bisa sampe 2 jam misalnya. Oh iya, ada orang Indonesia yang bekerja di karwa bagian registrasi (pak dedi) serta scheduling ujian SIM (pak kasmin). Yang menjadi trainer juga ada. Mereka sangat baik kepada peserta yang berasal dari Indonesia. Untuk yang registrasi mendapatkan bantuan yang sangat helpful deh pokoknya jika mendaftar dengan bapak ini, karena dia juga yang manage schedule untuk training.

Nah, kembali ke cerita pengalaman saya. Dengan berbekal informasi dari beberapa rekan, akhirnya saya memutuskan untuk ambil direct test. Di karwa, kita juga bisa ambil per jam driving school untuk persiapan direct test. Bayarnya sebesar 100 QR. Oh iya, untuk short course biaya nya adalah 1,200 QR (sekitar Rp. 2,800,000) dan untuk Full Course adalah 2,400 QR (sekitar Rp. 5,640,000). Sebelumnya saya sempat juga datang ke karwa dan bertemu dengan salah satu trainer yang orang Indonesia, beliau mau lihat dulu skill driving saya dan akan menilai secara fair apakah saya layak direct test atau tidak. Hasilnya adalah saya boleh ambil direct test, paling tinggal latihan 2-3 jam saja jadi tidak perlu ambil short course yang biayanya lebih mahal.

Yang menjadi masalah adalah ketika saya mendaftar untuk direct test, jadwalnya diatur oleh polisi secara langsung. Dan ketika itu (saya daftar sekitar akhir juni 2011) mendapatkan jadwal 8 Agustus 2011. Saya terkejut karena itu lama sekali. Dan keluarga saya juga akan datang dalam waktu dekat sehingga saya merasa tidak bisa nunggu selama itu. Saya coba diskusikan dengan pak dedi dan di informasikan memang klo untuk direct test itu langsung antara kita dan polisi (bayar nya untuk test 50 QR), sedangkan klo ambil training sudah ada alokasi waktu untuk pengambilan ujian SIM antara tempat training dan jadwal polisi. Jadi bisa dibilang alokasi waktu itu sudah diambil oleh tempat training, dan untuk direct test itu ambil waktu kosong yang tersisa di polisi. Dan saat ini juga ternyata masuk dalam fase graceful month, dimana pemerintah Qatar melonggarkan proses pengambilan ujian SIM (mungkin karena mendekati bulan puasa, karena mereka hendak berbuat baik sebanyak-banyaknya menjelang dan saat bulan ramadhan). Kemudahan ini dalam hal tidak membutuhkan dokumen dari sponsor seperti dokumen resmi dari perusahaan tempat kita bekerja. Jadi banyak sekali labour yang mengambil ujian ini, karena memang jika mereka dapat SIM maka mereka bisa pergi ke negara GCC lain dan bekerja disana misalnya sebagai driver. Itu sebabnya baik alokasi waktu untuk training di karwa, ataupun ujian SIM sangat FULL.

Akhirnya saya berpikir untuk mengambil training di karwa, selain dengan harapan akan mendapatkan alokasi waktu yang lebih cepat saya sendiri ada rasa kurang percaya diri untuk mengambil ujian SIM di Qatar karena terkenal sangat sulit. Saya sempat lihat tempat pengambilan ujian nya dimana proses test akan berlangsung serta dari cerita teman-teman yang sudah pengalaman, sehingga saya pikir gak ada salahnya juga ambil short-course. Apalagi sisi driver di Qatar adalah sebelah kiri, ini beda dengan di Indonesia yang ada disebelah kanan mobil. Nah, untuk ujian SIM juga dibagi jadi beberapa macam. Kita bisa ambil (untuk model kendaraan light dalam arti bukan trailer atau truk) antara manual dan otomatis. Saya di Indonesia berpengalaman dengan mobil otomatis, dan berencana untuk ambil mobil otomatis juga di Qatar, sehingga saya ambil training untuk mobil otomatis. Namun sayang trainer dari Indonesia semua full book sehingga saya harus ambil trainer dari negara lain. Oh iya, untuk SIM otomatis nantinya ada dikasih tanda centang pada otomatis, dan saya tidak diperbolehkan bawa mobil manual. Sedangkan jika manual, kita bisa bawa mobil otomatis dan manual. Peserta laki-laki yang ambil otomatis juga cenderung lebih sedikit (untuk perempuan semua otomatis, sedangkan laki-laki umumnya manual), hal ini dibatasi dengan jenis pekerjaan. Untuk pekerjaan seperti dokter, engineer, pekerja kantoran dsb bisa mengambil ujian SIM otomatis. Namun untuk yang bekerja misal sebagai labour tidak boleh.

Syarat untuk daftar training (ataupun ujian langsung) juga tidak susah kok, bisa langsung bertanya ke karwa dengan datang langsung. Yang pasti sih harus ada RP dulu, dan ada surat pengantar hasil test mata (gak harus ambil di karwa, bisa ambil di mall seperti cek mata di villagio).

So, saya mulai training sejak akhir juni hingga awal juli untuk short course. Dan memang benar, banyak sekali ilmu baru / informasi yang saya dapatkan. Kesalahan pertama selalu sama, karena setir di sebelah kiri, maka light signal juga ada disebelah kiri setir, untuk yang biasa bawa kendaraan di negara spt indonesia dimana driver duduk disebelah kanan akan salah dan hasilnya malah mengaktifkan wiper :p. Ini klo lagi ujian polisi langsung failed jika sampai terjadi. Saat training juga difokuskan pada bagian lapangan untuk pemgambilan ujian SIM. Pengambilan ujian SIM di Qatar ada 3 tahap: test hafalan rambu-rambu, test parkir, dan test road. Untuk training, kita akan fokus pada test parkir dan test road.

Saya sendiri tidak mengalami kendala yang berarti karena sebelumnya memang sudah biasa membawa mobil. Sehingga saat latihan hanya perlu mengasah kemampuan agar terbiasa dengan posisi tempat parkir (L Park) dan aturan-aturan yang tidak biasa di Indonesia seperti bagaimana caranya membawa mobil di roundabout. Setelah 7 kali latihan saya dengar bisa ambil test, maka saya mengajukan untuk mengambil test dan dapat tanggal 5 july 2011. Tanggal segitu saya sudah akan kembali dari Indonesia dalam rangka menjemput keluarga. Dan saya juga sengaja tetap mengambil training hingga sampe 10x dan menyisakan 2 jam (nanti dibawah akan saya ceritakan bagian ini ternyata berpengaruh saat test).

Tanggal 4 july 2011, saya di telp oleh karwa yang memberitakan bahwa saya tidak bisa mengambil ujian tanggal 5 july 2011. Saya cukup terkejut karena saya pikir semua sudah di arrange dan sudah fix. Ternyata masalahnya adalah saya sebelumnya sudah mendaftar untuk ikut direct test. Polisi dan training school beda bagian dan keputusan polisi tidak bisa diganggu gugat oleh training school. Namun biasanya memang ada kebijakan bahwa jika seseorang mengambil driving school maka otomatis alokasi waktu ujiannya akan mengikuti alokasi yang sudah disediakan untuk driving school tersebut, dan polisi akan bersedia merubah jadwal ujian orang tersebut sesuai permintaan driving school. Tapi ternyata polisi yang biasa mengurus jadwal ujian lagi ambil liburan, dan penggantinya inilah yang tidak mau merubah jadwal ujian saya agar mengikuti alokasi driving school. Ada 2 orang lain yang terkena kasus serupa dengan saya. Saya sempat kecewa karena memang driving school tidak bisa berbuat apa-apa, masalah ujian SIM adalah otoritas polisi sedangkan driving school hanya menyediakan fasilitas untuk training. Namun saya di informasikan oleh pak dedi dan pak kasmin bahwa masalah ini akan tetap diusahakan untuk diajukan ke kapten polisi agar bisa mendapatkan jadwal ujian yang lebih cepat daripada bulan agustus. Dan bulan agustus itu masuk bulan ramadhan, saya kuatir akan lebih sulit terutama karena local Qatari (semua polisi orang lokal Qatar) tidak suka menghabiskan bulan ramadhan dengan bekerja secara normal. Saya cuma bisa berharap pihak driving school bisa mengusahakan dan pak polisi itu mau merubah jadwal untuk saya agar bisa masuk alokasi driving school.

Sekitar 2 minggu kemudian saya di telp oleh pihak karwa dan di informasikan bahwa data saya bisa di ubah, jadi jadwal ujian SIM nya menjadi tanggal 26 july 2011. Well, lebih cepat sekitar 10 harian lah, lumayan. Namun dalam hati kecil saya berpendapat bahwa segala sesuatu itu ada hikmahnya. Positive thinking saya adalah jika ambil tanggal 5 july 2011 bisa jadi saya failed hehe, yah positive thinking akan membuat hati lebih tenang bukan?

Menjelang ujian saya ambil sisa 2 jam training (tanggal 25 july 2011). Dan salah satu hikmah mulai saya rasakan. Sisa training 2 jam ini beda trainer nya dengan trainer saya sebelumnya. Dia melihat saya 3x melakukan parking test dan mengatakan sudah sangat baik, ngapain di coba lagi. Lebih baik langsung ke road. Selama ini saya berpikir parking test yang paling penting, tapi ternyata road test juga tidak kalah penting. Selain karena road test polisi akan duduk disebelah kita dan kita akan membawa mobil dijalan raya dan polisi akan melihat setiap gerak – gerik kita apabila ada kesalahan akan menyebabkan kegagalan, road test juga penting bagi kita dalam menghadapi jalan raya setelah dapat SIM nanti. Banyak sekali informasi yang sebelumnya tidak saya terima justru saya dapatkan di 2 jam terakhir ini. Saya beberapa kali dimarahin karena salah seperti menginjak garis ketika hendak belok, salah priority ketika berada di intersection, salah ambil jalur ketika keluar dari roundabout. Pokoknya trainer ini sangat strict dan sepertinya memang sudah sangat berpengalaman serta senior. Selepas training tersebut saya sangat berterima kasih sama beliau. Dan berpikir bahwa betul-betul ada hikmah nya tidak jadi ujian awal bulan kemarin. Allah lebih tahu mana yang terbaik untuk kita, tugas kita adalah berusaha sebaik mungkin dan berserah. That’s all :).

Tanggal 26 july 2011 jam 4 AM saya sudah siap-siap, ujian test dimulai jam 5 AM (summer time, jadi sudah terang). Terjadi kepanikan karena jam 4.30 driver taksi yang sebelumnya sudah janjian dengan saya untuk menjemput di compund tidak datang, begitu di telp ternyata dia ketiduran (mungkin kelelahan malam sebelumnya). Wah, sempat bingung. Alhamdulillah saya tinggal di compound yang banyak teman-teman dari Indonesia juga, dan salah satu teman malam sebelumnya sempat menawarkan untuk anterin saya test pagi-pagi. Jadi saya langsung secepatnya telp dan dianterin ke karwa (hihi, thx med :p).

Test pertama hafalan simbol-simbol (mereka menyebutnya scientific test). Semua peserta dikumpulkan di dalam ruangan (depan ruangan polisi), ambil berkas, dan antri didepan ruangan polisi untuk test hafalan. Saya sangat nervous karena lemah dalam hal hafalan (udah kayak anak sekolahan aja nervous mau ujian :p). Begitu masuk ruangan, pak polisinya lihat di kopian catatan driving school saya kok baru ambil 7 sesi (7 jam), dia bilang saya tidak bisa nih ambil ujian karena harus lengkap 12. Nah, saya tunjukin kartu training saya yang up-to-date (karena saat mengajukan ujian kan saya memang baru ambil 7 hari training) dan saya perlihatkan bahwa tanda tangan nya sudah lengkap 12. Untung di belain sama pak polisi yang satu lagi, dia ngomong dlm bahasa arab yang (kyk nya sih) intinya ini anak mungkin ajukan ujian waktu baru ambil 7 sesi, tapi terus dilanjutkan oleh dia dan sekarang sudah lengkap 12 sesi. Hihi, makasih pak polisi :p.

Test pertama, lolos. Walaupun saya pikir ada satu jawaban salah tapi sepertinya di ignore. Harap diperhatikan bahwa saat ujian simbol ini kita harus mengucapkan kata-kata yang sama persis seperti dalam buku. Klo beda bisa dianggap salah. Gambar diatas hanya menunjukan satu halaman, aslinya ada sekitar 2 1/2 halaman yang perlu dihapalkan. Setelah itu menunggu sebentar, dan bersiap ke lapangan tempat test parkir. Jadi seluruh peserta yang test tahap 1 akan melanjutkan ke tahap 2. Klo lihat sih sepertinya jumlah orang yang di test saat itu banyak juga, mungkin hampir 100 orang. Saat ujian tahap 2 mulai berkurang. Nah, ujian tahap 2 ini, mulai dipisah antara mobil otomatis dan manual. Ternyata untuk otomatis cuma ada 2 orang, jadi saya tidak merasakan nunggu di lapangan test berpanas-panasan dalam waktu lama. Saya sempat melakukan kesalahan fatal, masuk mobil dan coba menyalakan mesin mobil yang sudah menyala, untuk saya langsung sadar dan diam sejenak. Apabila itu ketahuan oleh polisi dia akan langsung bilang “khalas”, alias finish, selesai, lo gagal, ajukan ujian ulang sana :D. Ada peserta lain yang juga seperti itu dan ketahuan oleh polisi, untung saya tidak ketahuan. Saat ujian parkir, saya sudah tau trik nya dan sudah diasah setiap training, dan tempat test itulah yang dipake untuk latihan jadi saya cukup percaya diri. Saya melakukan nya dengan mulus seperti saat latihan tanpa ada kesalahan. Berkas saya langsung di sign, dan saya disuruh masuk kedalam bus yang akan membawa untuk ujian tahap 3.

Ujian tahap 2 ini mulai tersaring banyak. Ada yang nabrak tiang-tiang pembatas, ada yang mesinnya mati (terutama yang manual), ada yang menginjak garis, dsb. Jadi tahap 2 ini testnya ada 2 jenis, pertama adalah kita bawa mobil masuk kedalam arena parkir dan belok kanan naik tanjakan, di sekeliling arena parkir ada pole (tiang-tiang) pembatas serta ada garis juga dijalanan nya yang tidak boleh di injak. Saat di tanjakan ada stop line, disitu harus berhenti di tengah sebentar. Kemudian melanjutkan naik tanjakan hingga ke ujung dan berhenti. Untuk yang manual kadang mobil mati setelah stop line, karena memang susah harus memainkan antara rem tangan (handbreak), porsneling, rem, serta gas. Untuk yang belum terbiasa bawa mobil biasanya akan gagal. Apabila salah sedikit saja seperti injak garis, atau mesin mati akan langsung gagal. Setelah berhenti di ujung tanjakan, kita akan reverse driving. Bawa mobil mundur turun dari tanjakan tanpa menginjak garis, belok kanan sambil mundur, dan kembali ke posisi awal. Berikut ini gambarannya,

Berikutnya dari arena parkir tersebut maju ke arena L Parking. Ini seperti parkir normal (dibatasi tiang-tiang juga) seperti di mall-mall, intinya tidak boleh nabrak tiang. Setelah masuk ke dalam lobang parkir, berikutnya mundur ke posisi semula waktu masuk. Perlu diketahui bahwa dalam training, kita akan diajarkan patokan-patokan nya. Ada yang memberikan patokan tiang, ada yang memberikan patokan garis di jalan. Klo direct test mungkin akan menggunakan feeling seperti biasa, tapi klo parkir biasa kan kita boleh tuh klo gak pas mundur dulu terus maju lagi. Nah, klo di test ini gak boleh. Harus berhasil dalam satu kali jalan. Disinilah letak keuntungan mengambil setidaknya short-course bagi yang sudah biasa bawa mobil. Oh iya, ada juga cerita bahwa polisi suka iseng memindahkan tiang-tiang yang biasa dijadikan acuan. Dan itu memang terjadi kemarin, pak polisi memindahkan tiang pembatas dan pesertanya gagal karena dia salah ambil acuan ketika belok. Saya sendiri diberitahukan oleh trainer bahwa menjadikan patokan garis di jalan itu jauh lebih baik, selain karena dalam real parking biasanya akan kita gunakan, dalam test juga tidak akan terpengaruh jika polisinya memindahkan tiang-tiang pembatas.

Setelah tahap 2 ini semua nunggu di bus dan makan waktu satu jam cuma untuk nunggu. Mungkin pak polisinya istirahat dulu dan breakfast. Setelah menunggu akhirnya 2 polisi datang. Saya dan satu orang lagi ambil otomatis, dan saya lagi-lagi yang pertama bawa mobil keluar dari tempat test menuju jalanan. Saya menunggu pak polisi didalam mobil, sudah menyiapkan kaca spion biar pas. Pakai sabuk pengaman, menata tempat duduk biar nyaman saat driving, dan duduk manis. Pak polisi pun masuk, dan menyuruh saya untuk jalan. Di belakang saya mengikuti mobil untuk test manual dan juga 2 buah bus yang berisi peserta lain. Jadi nanti dijalanan pak polisi akan bilang stop dan kita akan berhenti menepi di pinggir jalan, trus naek bus dan gantian dengan peserta lain. Tahap 3 ini akan muter-muter dijalanan sekitar industrial area. Didalam mobil inilah polisi akan melihat gerak-gerik kita, dan apabila ada kesalahan dia akan diam aja, tapi nanti pada bagian akhir akan di set “failed”. Ada yang mengatakan tergantung mood pak polisinya, ada yang mengatakan pak polisi itu dia bisa melihat dan merasakan apabila kita itu sudah cukup mahir atau siap untuk bawa mobil atau tidak karena dia duduk di sebelah kita. Karena biasanya yang baru belajar akan terasa bawa mobilnya kurang smooth misalnya. Dan saya rasa cukup masuk akal, jika sudah terbiasa bawa mobil itu bukan lagi otak yang mengingat tapi sudah tubuh yang mengingat harus ngapain. Klo yang baru belajar akan berusaha mengingat misalnya mau belok harus nyalain lampu signal, lihat kanan kiri. Saat jalanan belok harus mengurangi kecepatan jika terlalu cepat, dsb.

Saya yang perlu di waspadai adalah roundabout karena memang ini hal yang paling dirasakan beda di Qatar, dan salah satu yang paling berbahaya. Aturan roundabout itu jika semua orang tahu maka tidak ada kecelakaan, namun yang sering terjadi adalah kita sudah hati-hati namun orang lain melakukan kesalahan sehingga kecelakaan. Aturan di roundabout itu singkatnya, siapapun yang akan masuk ke roundabout (bundaran dengan beberapa line / jalur) harus melihat ke sebelah kiri ada mobil yang menuju ke arah kita atau tidak, setiap mobil yang ada di roundabout adalah prioritas utama, mereka harus jalan duluan. Jika tidak ada mobil yang menuju ke arah kita maka kita bisa masuk dan harus tancap gas, karena bisa jadi ada mobil di belakang yang dipacu dengan kecepatan tinggi. Didalam roundabout semua adalah prioritas, dan semua harus menggunakan light signal begitu akan keluar dari roundabout. Jadi kita tidak perlu berpikir mobil didepan misalnya yang akan masuk roundabout akan nyelonong begitu saja karena dia seharusnya tahu bahwa kita yang berada di dalam roundabout adalah prioritas. Namun dalam real world, orang biasanya nyelonong. Kita sudah yakin mereka tidak akan nyelonong dan memacu mobil dengan cepat alhasil ada yang nyelonong dan akhirnya tabrakan.

Kembali pada road test, saya lagi-lagi beruntung. Keluar dari karwa, belo kiri (dan memang saya cek dengan baik ada mobil atau tidak, kebetulan ada mobil dan saya melakukan dengan baik untuk tidak memotong jalur mobil tersebut karena dia adalah prioritas). Jalan dikit ada belokan dan saya kurangi kecepatan, gak jauh dari belokan pak polisi bilang ke kanan. Saya kaget karena belokan kan masih jauh, ternyata yang dia maksud adalah menepi atau berhenti. Saya langsung nyalain signal kanan, lihat spion, lihat blind-spot, dan menepi dengan smooth (gak langsung belok kanan dan berhenti. ini bisa menyebabkan kegagalan). Setelah itu pak polisinya langsung kasih tanda (blom tau itu tanda apaan), dan bilang saya selesai. Saya keluar dan dibelakang sudah ada orang kedua yang akan ambil ujian otomatis. Saya dikasih tau bisa naek bus dan ikutan keliling-keliling dengan peserta lain ataupun balik ke kantor tempat ujian nunggu disana, karena memang saya jalan cuma beberapa ratus meterlah dari kantor. Belom lewatin roundabout, belok kanan/kiri di intersection, U-turn, dsb hehehe. Lagi-lagi beruntung. Akhirnya saya pilih untuk kembali dan menunggu di kantor.

Setelah satu jam, seluruh peserta kembali dan menunggu keputusan. Sekitar 45 menit kemudian baru datang hasil ujian nya. Saya cukup nervous juga dan tidak yakin apakah melakukan kesalahan atau tidak. Jika di test sebelumnya semua serba pasti (mis: nyenggol tiang gagal), klo di road umumnya tidak ada yang tahu pasti kegagalan kita dimana. Tapi dari statistic yang saya dengar, dari 90 orang mungkin hanya sekitar 10-15 orang saja yang lolos. Dan memang benar. Ada satu orang yang saya lihat seperti pegawai kantoran dan saat test sebelumnya cukup bagus juga gagal di road test ini, dia langsung protes-protes ke orang yang mengumumkan. Mereka yang gagal harus ambil ujian ulang dan atur jadwal dengan polisi yang bisa jadi cepat, bisa jadi lama harus nunggu beberapa minggu.

Saya sendiri cukup tenang begitu orang yang membawa hasil ujian masuk ruangan, karena saya bisa lihat berkas saya ada di posisi paling atas hehehe. Cuma masalahnya itu berkas yang failed atau yang berhasil masih belum tau. Yaa klo lihat dari posisinya sih sepertinya yang berhasil. Dan memang benar, saya disebutkan pertama dan langsung mengisi daftar yang lulus untuk sekaligus ambil sertifikat training.

SIM nya baru jadi hari ini (sehari setelah ujian), dan bisa diambil antara jam 9 – 11 AM.

Begitulah, semoga cerita pengalaman ini berguna bagi yang hendak mengambil SIM di Qatar. Ada banyak cerita, dan saya berusaha menyimpulkan dengan menyertakan beberapa fakta (seperti apa sebabnya jadwal direct test bisa jadi harus nunggu sangat lama seperti case saya diatas). Semoga bermanfaat. Walaupun ada juga beberapa yang bisa lulus direct test, namun saya sarankan untuk setidaknya ambil short-course karena kita akan diberitahu trik-triknya.

Cheers.

Advertisements

One thought on “Driving Test in Qatar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s