Taman Depan Rumah

So, akhirnya dimulai juga proses membersihkan taman depan rumah. Klo dipikir-pikir, sudah 4 bulan nempatin ini rumah tapi halaman depan masih dibiarkan berupa semak-semak gak jelas karena budget lebih diutamakan untuk mengisi bagian dalam rumah dulu (dan renovasi yang ternyata memakan biaya sangat besar).

Membersihkan dan menanam tanaman kali ini juga dibantu oleh tukang yang sama ketika membuat taman dalam rumah, pekerjaan dia terbukti bagus dan rapih walaupun tidak bisa memberikan ide design taman yang bagus. Well, at least dia mengatakan hal yang sebenarnya daripada sok-sok an mengerti tapi hasilnya amburadul, dan juga…dalam dunia pekerjaan kan memang biasanya implementasi dan design dilakukan secara terpisah oleh team yang berbeda juga (loh, kok nyambung ke pekerjaan?).

Kali ini saya menghabiskan waktu lebih lama ketika memilih jenis tanaman yang akan digunakan, waktu tersebut digunakan untuk mengorek beragam informasi dari penjual tanaman yang dengan senang hati memberikan beragam informasi yang mereka ketahui. Saya tidak pergi ke toko khusus, tapi beli di pinggir jalan dalam area cibubur. Dan jika diperhatikan, harga serta jenis tanaman yang mereka miliki umumnya sama namun penjual ini memiliki jumlah tanaman yang lebih banyak dari bbrp yang telah saya survey.

Waktu lebih lama juga digunakan untuk tawar menawar, jika kita membeli banyak maka bisa mendapatkan harga lebih murah. Ambil contoh tanaman rumput taiwan yang awalnya diberi harga Rp.5000, bisa turun hingga ke harga Rp.3000. Masalah harga ini saya tidak begitu paham juga apakah memang harganya segitu atau bisa lebih rendah lagi karena survey selama ini cuma melihat jenis tanaman yang dimiliki oleh penjual-penjual pinggir jalan bukan survey harga per tanaman.

Design tentu lebih susah daripada implementasi, apalagi jika belum memiliki pengetahuan yang cukup. Alhasil saya hanya pakai metode ‘kira-kira’ dan berdasarkan ‘nyolong-nyolong’ lihat bentuk taman tetangga-tetangga sekitar sini. Kebetulan saat ini rumah yang ditempatin memiliki tanah cukup luas sedangkan bangunan nya tidak begitu besar, sehingga jatah untuk taman masih tersisa banyak.

Setelah melalui pemikiran pas-pas an serta pengetahuan memble tentang tanaman, dengan susah payah memilih tanaman yang kira-kira cocok, yang ada dalam pemikiran saat ini adalah:

1. Tanah untuk taman ini ditutup oleh rumput kecuali yand ditanam tanaman.
2. Menggunakan tanaman sebagai pager (klo gak salah namanya teh-tehan?).
3. Pasang satu cemara udang / bonsai.
4. Pasang tanaman yang berbau rerumputan tanpa bunga dibagian bawah jendela yang menghadap ke taman.
5. Pasang tanaman-tanaman bunga di beberapa sudut.

Lihat yang warna kuning itu?dari semua bunga yang saya lihat sepertinya memang mawar itu yang paling menarik, jadi nyobain beli yang berwarna merah, kuning, dan putih. Namun sampai sekarang masih bingung mau di letakan dimana, rencana sih di bagian depan rumah dekat teras / pintu masuk tapi kebetulan rumah modelnya tidak berpagar (dan memang sengaja hanya akan pakai pagar tanaman), jadi bingung juga kalo nanti dicabutin anak-anak kecil sekitar sini karena kalo sore mereka banyak bermain disekitar rumah.

Saya belajar juga beberapa nama tanaman bunga, berikut ini diantaranya.

Biasa disebut cemara udang, beberapa orang menyebutnya tanaman bonsai. Tanaman diatas biasanya sangat populer karena bentuknya yang indah, dan harganya juga tergolong muahal. Yang biasanya menjadi parameter harga cemara udang adalah jumlah cabangnya, selain juga dilihat dari ukurannya (semakin besar semakin mahal). Jika cemara udang memiliki cabang yang sederhana biasanya harga akan cenderung lebih murah, selain itu seninya juga tergantung apakah cemara udang tersebut berbentuk tinggi seperti diatas ataupun lebih pendek tapi melebar dan cabang nya memiliki beberapa cabang tambahan.

Kisaran harga setau saya antara Rp. 200,000 – Rp. 500,000. Klo yang udah dibentuk sangat indah mungkin bisa sampe jutaan?

Yang diatas disebut aster. Kata penjualnya sih dia beli dari bandung. Ada beberapa warna diantaranya merah, putih dan kuning. Namun saya mengambil yang warna merah dan putih. Serta di susun berdampingan merah-puthin. Kalo dilihat dari situs ini, namanya adalah Chrysanthemun aster merah, dan harga aster yang dia jual sekitar USD 1.58, berarti sekitar Rp. 13,000. Saya beli satunya seharga Rp. 5000 dan tidak bisa nawar, karena kata yang jual aslinya memang sudah cukup mahal dia belinya. Well, dengan melihat harga situs tersebut sepertinya harga yang saya dapatkan cukup fair lah.

Disebut cemara kipas, atau nama latinya Casuarina Equisetifolia (note: dapat dari blog ini, namun sepertinya itu nama latin general untuk cemara, sedangkan cemara kipas ini kan tidak akan tumbuh seperti pohon cemara yang menjulang itu). Saya tertarik karena bentuk daun serta cabang nya yang menarik, pohon cemara biasa juga sebetulnya menarik namun saya kuatir setelah beberapa tahun pohon tersebut akan menjadi pohon menjulang tinggi yang malah menutupi rumah. Cemara kipas ini menarik karena tumbuh nya tidak akan terlalu tinggi (mungkin sekitar 2 M, at least itu info yang saya dapatkan) dan tumbuh nya lebih ke arah menyamping.

Yang membuat saya cukup bingung adalah cemara kipas biasanya di tanam berdampingan atau berkelompok, jadi misalnya berderet atau satu kelompok berisi 3. Jadi nanti tumbuh nya menarik. Di salah satu taman tempat tinggal saya juga ada yang pasang, dan dibuat berkelompok jadi terlihat indah. Harga yang ditawarkan cukup mahal, harga awal Rp. 75,000 namun bisa turun max sampe Rp. 60,000. Jika ingin dibuat berkelompok jadi mikir-mikir juga sih karena berarti harus beli banyak. Sementara untuk sekarang akhirnya satu saya taro di depan dekat teras dan parkiran mobil, sedangkan satunya di bagian samping taman yang mengarah ke taman komplek.

Nah, yang diatas pasti semua sudah tahu. Mawar. Yang sampe sekarang masih bingung mau di letakan dimana. Yang pasti sepertinya bisa lah dipetik untuk menggoda istri saya klo doi lagi marah :p.

Tanaman diatas disebut ekor tupai, dan baru saya tahu ternyata termasuk keluarga tumbuhan kaktus setelah membaca blog ini. Blog tersebut juga menyediakan berbagai informasi tambahan termasuk cara merawat ekor tupai, untuk itu saya meletakan tanaman ini di pojok tembok yang menjorok kedalam sehingga apabila hujan tidak terlalu banyak mendapatkan genangan air. Berbeda dengan cemara udang yang membutuhkan banyak siraman air sehingga cocok diletakan ditengah taman dan dibawah langit.

Tadi malam ketika chat di room 1stlink @DalNet ada yang menanyakan “gmn tanaman herbalnya?”. Entah kebetulan atau yang nanya itu emang tau klo miana memang bisa dijadikan tanaman herbal seperti dalam tulisan berikut ini, yang pasti saya membeli lagi jenis tanaman ini karena saya lihat bentuknya yang terbukti bagus setelah beberapa minggu ditanam pada taman dalam rumah. Yup, namanya miana dan memiliki corak warna bunga yang beraneka ragam mulai dari merah, ungu/kecoklatan, dan hijau.

Tanaman diatas…saya tidak menemukan namanya. Yang merah sih kata penjual nya erfah, dan tanaman hijau rumput yang mengelilinginya disebut taiwan (rumput taiwan?). Tapi saya lihat banyak sekali yang menanam baik untuk jalanan komplek maupun taman rumah-rumah. Harganya juga cukup murah, Rp.3000 untuk masing-masing tanaman diatas.

Advertisements

2 thoughts on “Taman Depan Rumah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s