Jam multifungsi di masjid

Diantara beberapa perbedaan masjid di kuwait dengan masjid di indonesia adalah penunjuk waktu yang ada di masjid. Di kuwait, setiap masjid yang saya kunjungi memiliki penunjuk waktu digital. Penunjuk waktu tersebut menunjukan waktu saat ini, waktu shalat 5 waktu (plus waktu dhuha atau matahari terbit), dan ada satu bagian lagi yang menunjukan berapa lama lagi menuju waktu shalat berikutnya.

Bagian terakhir ini walaupun terlihat sederhana tapi membawa perbedaan yang cukup signifikan.

Jika kita akan melaksanakan shalat subuh misalnya, ketika kita datang ke masjid maka kita dapat mengetahui berapa lama waktu yang tersisa sebelum shalat berjamaah untuk subuh dimulai. Jika waktu yang tersisa cukup lama (mis: 10 menit) maka kita dapat mengukur untuk melakukan shalat tahiyatul masjid dan qobliyah subuh. Jika waktu yang tersisa hanya 2 menit maka kita bisa langsung menunggu shalat jamaah dimulai, atau…untuk beberapa umat yang tetap ingin melakukan qobliyah subuh (saya umumnya melihat saudara-saudara dari pakistan seperti ini) maka tetap menjalankan dan setelah selesai langsung menyambung ikut jamaah subuh yang sudah dimulai.

Berbeda dengan masjid di Indonesia. Ketika datang saya sering bingung, kira-kira kapan waktu yang tepat untuk shalat berjamaah. Dan jawaban yang pasti adalah tergantung penghuni masjid saat itu. Umumnya di indonesia lebih mengutamakan toleransi, jadi jamaah shalat akan melihat sekeliling apakah banyak yang sedang melakukan shalat sunnah sebelum shalat wajib dimulai. Jika masih ada yang shalat sunnah, akan di tungguin. Dan untuk yang baru datang pun cenderung melihat sekeliling dan (biasanya) akan mengurungkan niatnya menjalankan shalat sunnah apabila orang-orang yang melakukan shalat sunnah sudah mau selesai dan jamaah yang hadir sudah cukup banyak.

IMHO, hal diatas walaupun kecil namun menunjukan kebudayaan suatu negara. Di kuwait, ditunjukan bahwa ketepatan waktu adalah penting. Dan semua orang diberikan fasilitas untuk mengetahui pengukuran waktu tersebut sehingga masing-masing dapat berpikir / menentukan sendiri. Jika sudah tiba waktunya shalat berjamaah, maka semua orang harus siap dan melaksanakannya. Bagi yang terlambat ya itu resiko dia sendiri dan akan ketinggalaan waktu berjamaah. Di Indonesia, masalah toleransi masih dibawa kemana-mana. Untuk beberapa sisi tentu saja toleransi adalah hal yang sangat baik, namun juga akan membuat manusia-manusia penghuninya kurang menghargai waktu.

Jika harus memilih, spesifik untuk masalah penunjuk waktu di masjid ini, saya cenderung lebih setuju adanya penunjuk waktu digital yang menunjukan berapa lama waktu yang tersisa sebelum shalat berjamaah dilakukan. Ini memudahkan saya untuk melihat apakah masih sempat melakukan shalat sunnah. Dan tentu saja, begitu waktunya tiba, kita harus melakukan shalat berjamaah dengan tepat waktu.

Advertisements

One thought on “Jam multifungsi di masjid

  1. Di beberapa masjid di Indonesia, sudah dilengkapi juga kok Pak dengan jam seperti ini. Ada countdown sebelum sholat berjamaah dimulai, persis cerita bapak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s