New technology is coming, what would happen to us?

Parakontel bukan hanya penuh dengan informasi lowongan-lowongan seputar telekomunikasi, tapi sering juga terdapat berbagai hal menarik yang didiskusikan dan datang dari para expert bidang telekomunikasi. Berikut ini adalah salah satu diskusi menarik dan opini saya pribadi terhadap isu yang dibahas, parakontel bersifat exclusive sehingga archive-nya tidak bisa dibaca public, untuk itu akan saya share disini.

————-

Dear para suhu dan rekan rekan Parakontel,

Kali ini saya ingin mengetahkan topik bagaimana LTE merubah cara kita berkomunikasi dan apa dampak nya pada pekerjaan dan arah/jalur pengembangan skill set skill set kita.

Mungkin saya salah, tapi yang saya tahu nanti kala LTE dan IMS sudah diimplementasikan penuh diseluruh dunia :

1. Kita tidak lagi mengenal nomor telpon MSISDN (0811xxxxx),

Lupakan semua nomor telpon anda, nanti anda tak perlu menghapal angka angka sulit itu semua, cukup perlu menghapal sip address.

Sip address ini, seperti yang anda tahu, bentuk nya seperti alamat email, atau YM Yahoo Messanger Id, Skype id, atau Gtalk id.

Jadi, gak ada lagi tuh good old ways of flirting girls, seperti ‘Hai, boleh minta nomor hape dooong?’… berganti ke ‘hai, boleh dong minta sip address nya..?’ hehehe..

2. Hape gak pake SIM card lagi.

Semua hape gak ada slot SIM card nya lagi. Artinya anda gak bisa beli kartu perdana SIM card ke warung depan.

Gantinya, anda harus mendaftarkan diri untuk mendapatkan user name anda, sama seperti ketika anda ingin punya account yahoo.

Kasian abang penjual SIM card, gak ada barang dagangan lagi.. hehehe..

3. Address book online / with status and presence capability.

Bayangkan komputer anda jadi kecil menjadi sebuah hape, yang anda kantongi kemana mana, sama persis seperti hape anda saat ini.

Didalam hape anda ini ada semacam Skype / YM/ Gtalk application jadi kecil.

Nanti kalo hape nya dinyalakan anda perlu login seperti anda login ke Skype /YM/Gtalk. Dan begitu anda login anda bisa lihat buddy list anda lengkap dengan status nya.

Jadi, gak ada lagi tuh penasaran kayak ‘si anu lagi apa yah, pengen nelpon ah..’, berganti dengan ‘eh, si anu lagi gak online nih.. ‘

hehehe..

4. Gak ada lagi batas negara dan wilayah, biaya komunikasi cenderung flat.

Dengan sip address, gak ada lagi istilah nelpon ‘lokal’, nelpon ‘interlokal’, atau nelpon ‘international’,

Sama dengan mengirim email, mau ngirim ke Yahoo kek, ke mana kek, sama aja..

Jadi, gak ada lagi yang namanya iklan tekan telepon internasional tekan 001, atau tekan 008.

5. Gak ada lagi pembedaan SMS / MMS dan Voice

Semua data yang lewat di hape anda adalah data, apakah itu suara, gambar, atau text, sama saja.

Nah, ini yang penting nih.. Mungkin saya salah, tapi kelihatanya :

Karena nantinya hape anda tak lebih dari sekedar komputer mini sekecil hape

Dan BTS / NodeB nanti nya tak lebih dari sekedar WiFi Access Point.

Jadinya mirip internet biasa kan? Topology jaringan akan berbentuk rata –>  dari WiFi access point, bisa langsung konek ke jagad internet lepas dan luas.

Melihat topology jaringan seperti ini, kayaknya nanti TIDAK ADA lagi yang namanya CS/PS Core Network

Lupakan semua MSC, SMSC, MMSC, HLR, GGSN, SGSN, dan temen temen nya yang masih pake protokol SS7, karena SS7 akan ditinggalkan.

Semua berganti router dan firewall dan protokol dari dunia IT.

Trus, para ahli MSC, SMSC, MMSC, HLR, GGSN, SGSN jadi gak kepake dong?

Skill set nya mau didevelop kemana?

Topology network begini artinya Operator cuma sebagai penyedia saluran radio nya saja, gak punya produk voice, sms, mms, dan lain lainnya.

Karena service voice, text, gambar atau apapupun, sebenarnya tersedia di jagad internet.

Berarti operator tak lebih dari sekedar ISP (internet Service Provider) saja..

Nah, bagi kita kita yang bekerja di operator, apa nih persiapan kita dalam perencanaan dan pengembangan skill set?

Mohon tanggapan rekan rekan sekalian..

Salam Unity Parakontel,

Sherko

Note : tak sampai 5 tahun, peralihan 2G ke 3G sudah hampir merata di seluruh dunia.

Entah butuh berapa lama peralihan 3G ke 4G

————-

And here’s my personal opinion about the issue,

————-

Diskusi yang menarik :).

Saya setuju dengan pendapat bahwa MSC dkk tidak akan mati dalam 5-10 tahun mendatang, dalam penerapan teknologi tentunya sehebat apapun tetap ujung-ujungnya adalah tergantung market. Operator terutama yang saat ini sudah memiliki banyak subscriber di suatu negara, ataupun lintas negara, pasti tidak akan berani untuk langsung memutuskan tidak akan menggunakan teknologi lama dan hanya mensupport teknologi baru. Salah satu alasan utamanya adalah teknologi lama tersebut masih tetap akan memberi keuntungan, gak semua orang hobi pakai smart phone sekarang ini, hobi update status dll, untuk sebagian (besar) masyarakat tentu masih banyak yang berpikiran handphone untuk telp/sms aja. Sekecil apapun prosentase-nya tetap akan memberikan keuntungan pada operator, dan yang pasti untuk melayani kebutuh subscriber tipe ini operator cukup memaintain infrastruktur yang ada. Lebih murah. Toh walaupun sekarang sudah ada teknologi internet video conference di kantor-kantor bahkan vendor telekomunikasi tapi tetap saja menggunakan telpon PSTN untuk melakukan tele conference dengan para support dari beberapa negara sebelum melakukan project penting, berapa umur teknologi PSTN ini?15 tahun?dan apakah vendor telco tsb tidak memiliki fasilitas utk video conference menggunakan aplikasi spt iChat? :).

Masalah back-compatible yang datang dari kebutuhan operator diatas tentunya menjadi tantangan bagi vendor untuk mendeliver new-technology yang tetap dapat melayani old-technology, sehingga penetrasi ke operator tentunya lebih mudah. Apa yang akan terjadi ketika suatu vendor melakukan presentasi tentang hebatnya teknologi baru tapi ketika operator bertanya apakah mensupport existing technology adalah jawabanya “tidak sama sekali?”.

Saya kurang tau untuk bidang/vendor lain, tapi dalam konteks vendor NSN dan teknologi HLR, proses implementasi teknologi IMS ini berlangsung secara bertahap. Dulu yang awalnya hanya sebatas HLR dengan SS7 based, berkembang menjadi HLR yang mensupport teknologi SIGTRAN dengan platform teknologi IT, kemudian saat ini HLR menjadi bagian dari suatu teknologi baru (disebut OneNDS) yang dapat meng-handle beberapa elemen seperti AAA dan HSS. AAA dan HSS sendiri merupakan elemen-elemen untuk teknologi IMS, tapi tetap saja HLR akan menjadi bagian dari teknologi baru tersebut sehingga prinsip “perkenalan teknologi baru dan back-compatible” tetap terjaga. Operator tentunya akan mudah untuk menerima.

Sekarang jika masuk pada bagian “apa yang akan terjadi dengan para expert MSC/HLR/SGSN??”, mungkin pertanyaan yang sama bisa kita layangkan pada para pendahulu kita, apa yang terjadi dengan para expert PSTN saat ini setelah teknologi GSM menguasai dunia?jawbannya tentu bervariasi yang ujung-ujung nya lagi-lagi tergantung pada NASIB dan USAHA tiap individu. Ada yang bekerja dengan prinsip “going with the flow”, yang penting bisa makan dan terserah deh mau di tempatkan dibagian mana, kalo beruntung ya bisa dapat training dan ditempatkan pada departemen yang menghandle teknologi baru sehingga skill dia tetap akan dibutuhkan, kalo tidak beruntung ya akan stay di satu tempat saja dan mengikuti apa kata atasan, akan tetap menghandle teknologi-teknologi lama yang suatu saat akan usang. Klo sudah usang ya antara dua, klo perusahaan baik dicarikan bagian lain yang masih kosong kalo perusahaan gak peduli tinggal di tendang.

Contoh diatas mungkin berlaku untuk mereka-mereka yang bekerja permanen (ok, lagi-lagi masuk ke bagian permanen dan kontrak 🙂 ), bagi kontraktor efeknya sudah terasa lebih cepat. Sekarang ini sudah cukup banyak kok para expert yang sebelumnya bekerja overseas terpaksa harus pulang karena projectnya sudah habis dan skillset nya expired. Dan perkembangan ke arah IT ini memang membawa dampak luar biasa bagi mereka-mereka yang sebelumnya memiliki expertise telco, pernah suatu ketika ada lowongan untuk HLR NSN (ex-siemens) yang semakin IT-based (called NT-HLR), di suatu forum penggiat IT USA mereka mengatakan ini adalah lowongan dengan pekerjaan simple layaknya bekerja sebagai sysadmin karena yang dihandle (selain masalah teknikal seperti signaling SS7) adalah Linux, Solaris, Backup Server, IP, Switch, dll. Tentunya persaingan semakin berat terutama bagi mereka-mereka yang tidak berkesempatan mengupgrade skillset nya karena orang-orang dengan background IT pun bisa masuk ke wilayah telco saat ini.

Last word, kebutuhan operator akan teknologi yang back-compatible dengan teknologi existing, dan akan dipenuhi oleh vendor dengan membuat perangkat-perangkat tersebut berevolusi secara perlahan-lahan merupakan celah bagi kita para ahli di bidang telekomunikasi saat ini. Tentunya jika kita ingin selalu dapat berada di dunia telco maka akan mengikuti pergerakan tersebut dengan juga mempelajari teknologi-teknologi baru, kita memiliki background telco dan itu adalah kelebihan yang harus dimanfaatkan karena teknologi baru tetap akan membutuhkan expertise teknologi lama, dan ketika dunia sudah siap dengan teknologi baru maka kita akan survive.

Just my 2 cents.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s