Bumerang, cerdas V.S umpan, kakap

Berbagai teori bergulir di media massa serta masyarakat pasca ledakan bom di hotel J.W Marriot & Ritz Carlton kemarin. Sebetulnya yang membuat heboh bukanlah hasil ledakan tersebut yang notabene tidak sebesar ledakan sebelumnya yang pernah dialami oleh Indonesia. Ledakan bom hari Jum’at, 17 July 2009 kemarin tidak sebesar ledakan bom bali, ataupun ledakan didepan kedutaan amerika di Jakarta, ataupun ledakan di marriot beberapa tahun silam.

Yang justru membesar adalah akibat yang ditimbulkan dari bomb tersebut dan akhirnya memunculkan beragam spekulasi dan cerita. Yang pasti memberikan efek tim MU tidak jadi datang ke Indonesia dan mengakibatkan kerugian cukup besar bagi panitia. Well, don’t care buat saya karena bukan termasuk pecinta soccer :).

Efek lain yang menarik untuk dibicarakan adalah pidato dari presiden SBY yang cukup menghebohkan setelah terjadinya peledakan bom tersebut. Cuplikan lengkapnya bisa dibaca langsung dari sini.

Muncul 2 buah opini, yang pertama adalah menyayangkan tindakan SBY dimana sang presiden kurang berhati-hati dalam menyampaikan pidatonya setelah kejadian bomb tersebut. SBY dinilai cenderung menghubungkan aktivitas bomb tersebut dengan pemilu, yang dianggap oleh banyak orang efek dari pidatonya akan membawa opini publik bahwa lawan capres SBY pada pilplres 2009 adalah dalang semua ini. Dikemukakan juga yang katanya hasil inteligent Indonesia dimana ada usaha untuk mencegah SBY untuk menjadi presiden 2009-2014.

Sebetulnya saya sendiri awalnya cukup menyayangkan tindakan SBY tersebut, walaupun ada pemikiran bahwa tindakan sang presiden cukup aneh. Oke, sebelumnya saya sempat membahas mengenai opini pribadi untuk pemilu 2009 ini dimana SBY dan tim-sukses nya termasuk dalam kategori kelompok cerdas. Mulai dari sebelum sebelum kampanye, putaran kampanye hingga detik-detik menjelang pemilu mereka memiliki strategi taktis yang terlihat sangat matang. Sehingga saya cukup heran melihat pidato SBY yang terkesan sembrono. Sudah rahasia umum bahwa presiden dan pemerintah memiliki tim Inteligent yang tugasnya adalah mencari beragam informasi penting dalam hubungannya dengan keamanan nasional. Bukan hal yang aneh jika inteligent bisa mencium akan adanya suatu serangan teroris, serangan bomb, rencana pembunuhan pejabat negara ataupun rencana pembunuhan seorang presiden. Dan sudah selayaknya presiden bersama pemerintah tidak mengumumkan hasil temuan inteligent tersebut, bahkan seharusnya mencegah terjadinya serangan tanpa membocorkan kepada masyarakat. Jika sampai bocor tentu akan terjadi kepanikan dalam masyarakat, ekonomi akan ikut terpengaruh dan yang rugi adalah pemerintah sendiri.

Nah, dengan melihat track-record pemerintahan SBY serta track-record tim-sukses SBY dalam rangka mengusahakan agar SBY terpilih kembali rasanya tindakan SBY yang membuat pidato dengan sengaja seolah-olah menunjukan ada pihak lawan capres hendak mengacaukan moment pemilu sunguh aneh. Diatas kertas, SBY sudah 99,999% memenangkan pemilu. Bahkan rakyat pun sudah tidak sibuk-sibuk berspekulasi siapa yang akan menang, semua sudah tahu bahwa SBY yang akan menang. Jika pidato SBY dilakukan pada masa kampanye mungkin masih cukup masuk akal (walaupun tidak msk kategori cerdas), tapi ganjil juga klo SBY masih berusaha meminta simpati masyarakat dengan pidato tersebut agar tetap mendukungnya. I mean, hey, kamu sudah menang, untuk apa bersusah payah cari perhatian dengan memojokan lawan dalam pertandingan tsb agar dimusuhi oleh penonton?!

Pidato tersebut justru menjadi bumerang bagi SBY, sekarang muncul opini yang menyayangkan isi pidato tersebut yang justru membuat orang mengira SBY tukang cari perhatian, simpati, dan menjelek-jelekan lawan pilpres. Kita bisa lihat di berbagai media bahwa opini ini berkembang secara meluas.

Tapi tunggu dulu, jika dipikirkan lagi tentang keanehan tersebut maka semakin ganjil. Tim yang dengan sangat cerdasnya memenangkan pemilu, yang tampil tanpa cacat dan bisa dibilang hampir sempurna, bagaimana mungkin bisa melakukan kesalahan kecil yang seharusnya sudah dapat diprediksi?! Muncul beberapa spekulasi, diantaranya adalah memang ada kekuatan lain yang akhirnya bisa membuat gentar tim SBY dan mengira posisinya akan terancam, sehingga dengan terpaksa dia membocorkan hasil inteligent tersebut kepada masyarakat sehingga jika memang terjadi…at least masyarakat sudah mengetahui secara luas. Contoh sederhana: jika memang terjadi pendudukan KPU, maka masyarakat akan segera berpikir bahwa ini perbuatan lawan pilpres SBY. Kekuatan lain disini bisa jadi kekuatan asing ataupun kekuatan dalam Indonesia yang memang menakutkan, saya pernah menyinggung di bagian akhir pada opini sebelumnya. Oh iya, walaupun orde baru sudah berakhir, tapi sisa-sisa kekuatan yang dulu menguasai negera ini masih ada. Para otak dan pelaku tentu masih beredar di berbagai sudut Indonesia. Beredar di kalangan pemerintahan?! well, seems to be…yg pasti mereka punya resource, uang, serta kekuasaan yang cukup menakutkan walaupun tidak terlihat secara kasat mata.

Nah, jika ada opini yang fans dengan kecerdasan SBY beserta rekan-rekannya, maka akan memberikan pendapat bahwa isi pidato SBY tersebut yang diungkapkan secara implisit justru merupakan umpan. Ya, umpan. Inteligent sudah mencium adanya aktivitas terorisme berupa bom, yang tidak untuk menghancurkan secara physical (big-bomb-blast) namun justru memberikan efek kehancuran secara tidak langsung, contoh kecil menggagalkan rencana MU utk datang misalnya. Bisa jadi inteligent sudah memiliki kecurigaan pada pihak-pihak tertentu, namun ingin agar pihak tersebutlah yang muncul dengan sendirinya. Dengan kata lain, akan membuat ikan ‘kakap’-nya muncul keluar dan menangkap umpan tersebut.

Memang jika dilihat secara logis, isi pidato tersebut tidak memberikan pernyataan langsung bahwa rencana penggagalan SBY sbg presiden 2009-2014 adalah perbuatan lawan pilpres, bisa jadi ada pihak lain. Namun ternyata kok ya ada pihak yang merasa tersindir dan memprotes habis-habisan bahwa SBY terkesan ‘memfitnah’. Yang cukup konrtras, ada 3 pihak terlibat. 1 Pihak memberikan umpan, 1 pihak tidak bereaksi, namun 1 pihak terakhir bereaksi dan merasa tersinggung atas isi pidato tersebut. Well, kalo kata orang tua jaman dulu,

Siapa yang berkokok, dia yang bertelur.

Nah, sekarang pihak SBY dengan tenangnya berkata bahwa isi pidato tersebut bersifat umum, bukan spesifik menyudutkan pihak-pihak tertentu. Namun ada satu pihak yang berkoar-koar, seakan-akan ingin membuat bumerang semakin berwujud nyata dan menyerang sang president.

Oh iya, biasanya setelah peristiwa bomb atau terlebih lagi dengan adanya pidato presiden yang menyatakan akan ada pihak-pihak yang ingin menggagalkan piplres, atau akan ada beberapa titik lagi yang menjadi target serangan bom, kondisi ekonomi negara akan goyang. Namun hingga saat ini kelihatannya tenang-tenang saja, dolar memang sempat naik walaupun hanya sebentar dan setelah itu kembali tenang. Semakin terlihat bagian dari strategi jitu dalam memainkan tehnik umpan oleh sekelompok elite. Cerdas :).

Last, jika memang bapak presiden kita memiliki tim pemerintahan yang sangat cerdas, maka strategi tersebut sepertinya berjalan lancar. Dengan satu buah pidato yang telah di susun sangat baik, menjadi umpan bagus dan ditangkap oleh sang kakap. Plus, mencegah terjadinya serangan besar dengan terlebih dahulu membuat masyarakat ‘aware’ mengenai rencana penyabotan KPU maupun penggagalan pelantikan presiden.

CheckMate?!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s