Holiday, and some funny stories behind…

Yah, akhirnya selesai juga kontrak di Tanzania. Saat ini gw menikmati liburan bersama keluarga di Indonesia. Rentetan berbagai macam hal menjelang selesainya kontrak membuat waktu gw terkuras habis, banyak aktivitas plus hobi di internet yang sebelumnya bisa gw lakukan dengan mencuri-curi waktu senggang setelah anak+istri tidur jadi tidak bisa dilakukan lagi karena terlalu sibuk siang harinya jadi malam hanya digunakan beristirahat.

Gw sudah support operation and maintenance di Tanzania genap 1 tahun. Mulai kontrak May 2008. Dalam waktu satu tahun alhamdulillah berhasil merebut hati client dan customer di sana yang terkenal ‘sulit’ dengan performa kerja yang memang gw lakukan sungguh-sungguh selama kurun waktu tersebut. Jika rekan-rekan lain berusaha sekeras mungkin agar tetap mendapatkan perpanjangan kontrak yang berarti pendapatan akan terus mengalir hingga bulan-bulan berikutnya, saya dengan seenak udel menolak (secara halus) permintaan dan permohonan client, customer, bahkan agent untuk stay di Tanzania. Suatu hal yang sebetulnya cukup jarang ditemukan dalam dunia konsultan overseas.

Sempat terlintas di hati apa pilihan saya ini termasuk takabur / sombong menolak rejeki yang mungkin jika dihadapi oleh orang lain akan mereka lakukan sepenuhnya apalagi jika client dan customer telah memohon dengan sangat seperti itu?! yah, tapi pada akhirnya saya tetap beridiri diatas pilihan sendiri, menyelesaikan kontrak sesuai dengan perjanjian yang telah ditetapkan sebelumnya tanpa delay atas alasan apapun.

Ada tiga pihak yang berkepentingan dalam hal ini, client, customer, dan agency. Client dan Customer seperti tom & jerry :), well…saya tidak bisa membahas lebih lanjut mengenai mereka. Yang pasti, mereka saling menyalahkan atas keluarnya saya dari project. Itu sudah cukup untuk menjelaskan segalanya. Yang lebih lucu adalah tekanan dilakukan oleh client terhadap agency saya. Agency secara resminya merupakan tempat bekerja saya untuk project tersebut. Biasanya agency penuh dengan trik, banyak sekali trik-trik licik yang mereka lakukan dan saya juga sempat merasakan trik-trik mereka. Namun sama sekali tidak menyangka bahwa agency yang saya gunakan tersebut bisa sampai memohon-mohon agar saya stay sekitar seminggu lagi di Tanzania. Saya pribadi merasa bahwa ini hanyalah bagian dari ego-politik antara customer dan client, sehingga tidak ada gunanya menunda kepulangan saya ke Indonesia yang telah di rencanakan sejak awal May 2009 dan telah diketahui oleh semua pihak baik itu client, customer ataupun agency. Sehingga saya tidak bersedia melayani permohonan dari pihak Client yang ditekan keras oleh customer bahwa customer tidak akan menggunakan client tersebut untuk project-project berikutnya, ataupun melayani permohonan agency yang diancam oleh client jika tidak berhasil menahan saya stay maka client tidak akan menggunakan jasa agency itu untuk project-project berikutnya.

Saya belajar pengalaman yang sangat sangat sangat berharga selama bekerja di Tanzania. Pengalaman tersebut bukan hal teknikal, tapi lebih kepada hal personal. Pengalaman yang akhirnya melatih diri saya untuk bisa memberikan jawaban memuaskan bagi si lawan bicara tanpa merepotkan diri saya sendiri.

Kamu tahu saya seperti apa. Dan saya cuma bisa bilang, jika ini bukan karena hal personal yang tidak bisa di ubah-ubah lagi, maka saya tidak perlu menunggu kamu memohon-mohon seperti ini, saya akan jawab iya dan stay disini. Dan saya yakin kamu tahu bahwa saya seperti itu.

Well, it works.

Mereka cuma bisa diam dan melepas dengan kata-kata yang cukup mengharukan di farewall party. Sebetulnya apa yang saya bilang kepada mereka bukanlah hal yang dibuat-buat atau tampak seperti dibuat-buat seperti cerita manohara. Saya memang sekaligus menegaskan bahwa jika saya bilang ‘A’ maka itu benar-benar ingin bilang ‘A’, bukan berarti ingin bilang ‘B’. Saya hanya memberikan ketagasan bahwa tidak usah repot-repot berpikir bahwa saya seperti pemain layangan tarik-ulur ataupun seperti preman dalam kantor, yang mengatakan akan pindah kerja begitu mengetahui kepercayaan client/customer/petinggi-petinggi di kantor sudah ditangan namun pada kenyataannya hanya sebuah trik rencana konspirasi untuk menaikan gaji. Dan kata-kata diatas cukup menegaskan hal tersebut, dan cukup bisa membuat agent saya terdiam walaupun sebelumnya telah menjanjikan tambahan bonus beberapa lembar $100 jika saya stay untuk beberapa waktu.

Sekali lagi, bukan berarti hendak berlaku sombong dan mempermainkan kepercayaan mereka. Tapi lebih kepada masalah integritas diri. Saya sudah membuat rencana dan keputusan 2 bulan sebelumnya, sudah memberikan waktu yang cukup bagi mereka semua untuk melakukan negosiasi sebelum memutuskan untuk berhenti. Dan tetap menunjukan performa yang maksimal dan beyond-expectation dari apa yang mereka harapkan bahkan hingga hari terakhir sebelum saya pulang. Jadi saya tidak bisa membiarkan pihak manapun mengubah rencana yang telah saya persiapkan walaupun liburan kesannya ‘hanya’ untuk keluarga. I didn’t do something unfair on this case.

Hal terakhir adalah teori yang dahulu kala saya pelajari dari buku-buku ringan di angkot saat pergi/pulang kuliah ternyata berbuah manis. Ada 2 hal, yang pertama adalah bekerja dengan cerdas dan sungguh-sungguh serta ikhlas. Saya mengalami penurunan rate salary untuk 3 bulan terakhir, dan memang ini menjadi salah satu alasan awal yang membentuk keputusan untuk meninggalkan project walaupun hal ini bukan termasuk alasan yang sangat kuat. Namun saya tetap berusaha mengikuti teori untuk bekerja secara ikhlas dengan disertai kesungguhan hingga kontrak berakhir. Dan ternyata berbuah sangat manis. Semua pihak yang pernah berhubungan langsung maupun tidak langsung dalam project tersebut meletakan kepercayaan yang sangat besar serta memberikan pengharapan yang luar biasa besar agar suatu saat nanti (3-6 bulan) saya mau kembali menangani project di Tanzania. Bahkan cukup terkejut mendengar beberapa ‘kata perpisahan’ dari mereka, sama sekali tidak menyangkan orang-orang yang umurnya lebih tua tersebut bisa mengatakan hal mengharukan ke orang yang baru berumur 1/4 abad :p. Yang pasti, keikhlasan dan kesungguhan dalam bekerja membuahkan hasil yang luar biasa untuk saya.

Hal kedua saya ambil dari pengalaman seseorang yang bercerita tentang pekerjaannya yang telah digeluti selama 20 tahun. Orang tersebut bekerja di suatu perusahaan dengan level sarjana (S1) ketika masuk. Namun di perusahaan itu dia melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh orang-orang dengan tingkat pendidikan dibawah S1. Saat itu dia hendak keluar karena merasa diperlakukan tidak adil, namun pada akhirnya orang tersebut mengurungkan niatnya dan tetap bekerja dengan ikhlas. 20 tahun kemudian dia menjadi salah satu petinggi di perusahaan tersebut, dan dia bisa memimpin perusahaan tersebut dengan baik karena memahami pekerjaan semua pegawai perusahaan tersebut. Orang tersebut sudah pernah melakukan pekerjaan hampir setiap bidang di perusahaan itu mulai dari level paling bawah hingga yang tertinggi. Dengan kata lain, hikmah dari cerita tersebut adalah kita tidak seharusnya mengeluh jika mendapatkan suatu pekerjaan yang sulit ataupun tidak sesuai dengan diri kita, karena pada suatu saat nanti pengalaman melakukan pekerjaan tersebut akan terbayar dengan sendirinya.

Itulah sebabnya saya selalu berusaha melakukan setiap detil pekerjaan yang diberikan dengan baik. Dan saya bukan tipikal orang genius yang hampir selalu berhasil dalam setiap pekerjaan. Tantangan awal seringkali mendapatkan banyak hambatan bahkan kegagalan, namun dengan keyakinan bahwa suatu saat akan berguna tetap teguh untuk dilakukan sungguh-sungguh. Dan alhamdulillah harapan tersebut sudah tercapai. Ada beberapa pekerjaan yang saat awal-awal dulu gagal dan mendapatkan tekanan kuat namun begitu muncul kembali beberapa tahun setelahnya untuk situasi yang lebih genting, saya sudah tahu bagaimana menghandle-nya secara ‘cool’ tanpa grasak-grusuk :D. Inilah hikmah nya kegagalan dan melakukan pekerjaan yang sekilas tampak tidak penting atau bukan bagian kita.

Yah, banyak lah pengalaman selama setahun kemarin. Dan semuanya sangat berharga sekali. Bahkan hingga office politics namun bukan untuk masalah negatifnya, ternyata cukup banyak hal positif yang bisa didapatkan melalui kemampuan office politics tersebut. Sama sekali tidak menyangkan wilayah afrika merupakan ladang tempat saya mengenal dan belajar office politics untuk pertama kalinya.

Pengalaman dan kenangan yang ditutup dengan senyuman.

Ada kepuasan pribadi saat pekerjaan yang kita lakukan menhasilkan buah yang memuaskan bagi pihak lain. Sekaligus merasakan kesenangan pribadi saat sebuah game psikologis yang saya uji coba dengan iseng2 terhadap mereka berhasil dengan baik. Terutama karena mereka orang-orang yang sangat lihai dalam hal office politics, dan keberhasilan ‘pwning’ mereka merupakan hal yang bisa membuat tersenyum saat dikenang :).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s