HLRD di Tanzania

Setelah penantian yang panjaaaang, akhirnya datang juga mesin-mesin HLRD dan siap di commisioning. Instalasi mesin/hardware mendatangkan orang dari FSC South Africa, terutama dalam hal cabling. Bagian instalasi tanggung jawabnya sampai turn-on mesin. Setelah itu masuk bagian gak tau apa namanya, tapi yang mengerjakan orang staging center, Germany. Jadi tugasnya adalah melakukan persiapan terhadap mesin untuk commisioning. Commisioning (yang berarti konfigurasi sistem sesuai data planning) akan dilakukan oleh orang dari NSN South Africa yang telah beberapa bulan on-the-job training di German akhir tahun lalu. Nah, tugasnya orang staging center adalah mempersiapkan platform HLRD bagi commisioner dari SA tersebut.

Orang staging center yang datang ke Tanzania bukan orang yang asing di dunia HLRi/HLRD/IN Siemens, namanya adalah Mathias Kihr. Selain mathias ada beberapa orang lagi yang satu bagian dengan dia. Tugas mereka adalah keliling dunia untuk melakukan commisioning platform maupun commisioning sistem hingga integrasi. Nah, mathias merupakan salah satu orang yang membangun sistem HLRi pertama di Indonesia untuk Telkomsel. Jadi namanya sangat populer diantara engineer-engineer IN/HLRi Indonesia. Saat baru masuk Siemens tahun 2006 lalu saya sering mendengar namanya dari para senior, mereka memuji kehebatan beliau ini. Tapi berhubung saya masuk Siemensnya cukup telat jadi gak dapat kesempatan belajar langsung dari Mathias/Olaf, 2 orang yang namanya sering disebut-sebut dulu.

Saat mengetahui yang datang Mathis untuk platform HLRD di Tanzania saya udah seneng banget, karena akhirnya bisa melihat langsung kehebatan salah satu engineer andalan Siemens. Waktu pertama ketemu ya seperti yang dibayangkan, style-nya standar engineer :). Sebelum sempat berinteraksi langsung dengan dia (karena saya juga harus handle berbagai macam masalah operasional di Live Network sehingga belum bisa full belajar commisioning dari dia) saya sudah sempat bertanya tentang bagaimana berinteraksi dengan orang-orang german, khususnya orang-orang staging center ini. Ayah saya dulu sekitar tahun 80-an pernah training hampir 1 tahun di German, beliau ikut memberikan saran mengenai bagaimana cara belajar dari orang German. Ada salah satu rekan di NSN Indonesia yang juga pernah on job training di Staging Center German menceritakan pengalaman dia disana, well…kesimpulannya sih cukup sulit untuk belajar dari mereka karena jika ditanya jawab-nya ogah-ogah an.

Saat berinteraksi dengan spesialis satu ini, kesan pertama yang didapatkan persis seperti yang pernah diceritakan sebelumnya ke saya, tapi…hey, itu style nya Geek :). Para antusias komputer, entah itu programmer, system engineer, hacker, cracker, umumnya memiliki style seperti itu. Dan karena saya sudah terbiasa berada dalam lingkungan yang seperti itu jadi biasa-biasa saja. Kesimpulannya hanya satu, tidak mungkin bisa mendapatkan jawaban langsung jika hanya bertanya seperti “bisa tolong ajarkan untuk ini…itu…”. Tipikal mereka terutama para spesialis dari german adalah bekerja bersama dan belajar langsung secara cepat.

Gampangnya, untuk hal-hal kecil seperti membaca dokumen design network, konfigurasi VLAN/VRF cisco, konfigurasi routing pada platform SUN Solaris produk FSC, dll tidak perlu ditanyakan karena itu sudah harus bisa sendiri sejak kita memutuskan untuk join pada project HLRi/HLRD. Dan jika ingin bertanya, bertanyalah secara cerdas. Dan yang paling penting, intinya bukan bertanya seperti minta disuapin namun bertanya dalam konteks berdiskusi tanpa menggangu pekerjaa dia. Well, paling tidak itulah yang saya coba lakukan dan hasilnya sangat menyenangkan bisa bekerja bareng sambil belajar dengan expert yang satu ini. Yang pasti, dia tidak pelit untuk membangi ilmu dalam konteks diskusi, namun tentu saja dia tidak bisa men-share dokumen-dokuemen penting commisioning HLRD karena itu tidak diperbolehkan secara etika profesional.

Saya sudah niat banget, dalam waktu sisa 1 1/2 bulan bekerja disini akan menggali sedalam-dalamnya pengalaman commisioning HLRD. Syukur-syukur bisa ikut hingga tahap integrasi. Saya juga sadar banget dengan tipikal pekerjaan yang digeluti saat ini, dimana menjadi seorang konsultan tentu gak mudah untuk mendapatkan ilmu dari dokumen-dokumen resmi. Terlebih lagi untuk teknologi baru seperti HLRD ini dimana resourcenya masih sangat langka. Karena itu setiap jengkal ilmu yang didapatkan sekarang-sekarang ini saya usahakan untuk simpan rapi, dicatat historisnya, dan saat orang lain sudah pulang atau saat orang-orang belum datang ke ruang mesin (pagi-pagi) saya coba untuk mencicipi langsung apa yang dipelajari dari Mathias sebelumnya. Coba untuk connect ke mesin, belajar dari sisa-sisa command sebelumnya, dan bahkan meng-copy konfigurasi yang sudah dia kerjakan untuk kemudian dipelajari berdasarkan teori (misal: konfigurasi cisco L2/L3 untuk integrasi internal network HLRD, dicoba untuk pelajari teori dasarnya dari materi CCNP).

Asyik juga, setelah hampir satu tahun bergelut dengan urusan operation&maintenance saya jadi ingat kembali perasaan waktu commisioning dan instalasi di Pakistan ataupun di Semarang untuk project Tsel dulu.

Oh iya, ada satu hal yang menunjukan bahwa si Mathias ini memang expert. Dia belum pernah konfigurasi mesin load balancer produk nortel. Dan setau dia sebelumnya mesin ini hanya digunakan oleh T-Mobile German. Berhubung Tanzania banyak meng-copy standard dari T-Mobile untuk HLRD-nya, maka load balancer ini ikut dimasukan namun untuk load balancing mesin lain (Provisioning). Mathias belum tahu tentang konfigurasinya, dan dia hanya mendapatkan satu dokumen dari German ttg ini. Sisanya adalah dia coba-coba sendiri untuk konfigurasi. Disinilah terlihat bahwa dia sangat berpengalaman. Saya lihat bagaimana dia mempelajari konfigurasi mesin tersebut dengan cukup cepat, kalaupun ada error bisa langsung di troubleshoot dengan cepat dan akhirnya…berhasil semua :).

Beliau ini juga fans nya produk-produk Apple. Komputer yang dia gunakan MacBook White. Saat ini saya jarang menemukan engineer telco yang menggunakan laptop selain Windows, karena umumnya mereka hanya tau tentang telco namun tidak mengerti IP (bahkan beberapa tidak mampu setting IP Address di laptopnya sendiri). Dari mathias ini saya juga mendapatkan beragam informasi software-software MacOSX yang bisa digunakan untuk berinteraksi dengan sistem HLRi/d seperti ZTerm.

Huff, fun fun fun. Minggu ini rencananya orang yang akan commisioning dari SA akan datang. Minggu ini network juga akan terintegrasi semua sehingga database HLRD bisa di sinkronisasi, sebab saat ini LDAP dari datbase CNTDB-nya belum bisa sinkronisasi dengan baik karena network backbone antar site HLRD belum dikonfigurasi. Nah, tipikal orang south africa beda lagi. Berarti harus social engineering lagi nih agar bisa belajar banya dari dia :p.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s