CyberMQ

It’s been long time sejak terakhir kali mendengar aktivitas MQ-nya Daarut Tauhid. Dulu setiap pagi saat masih kuliah di Bandung diusahakan untuk mendengar ceramah AA Gym. Setiap minggu juga saya sering menunggu siraman rohaninya melalui televisi. Sejak masalah AA Gym menikah lagi, perlahan-lahan aktivitasnya semakin tidak terdengar. Yang akhirnya sulit untuk mendapatkan ceramah-ceramahnya terlebih lagi bila tidak ada di Bandung atau sejak bekerja di luar negeri.

Saya ingat dulu sampai di relay oleh stasiun radio luar negeri ceramah subuhnya.

Baru-baru ini saya mendapatkan email dari CyberMQ.com bahwa situs tersebut telah aktif kembali, dan juga ada forum diskusinya. Sepertinya tim MQ mulai berbenah layanan internet mereka. Dengan cara ini paling tidak bagi mereka yang masih suka dengan ceramah AA Gym atau pembina MQ lainnya diseluruh dunia dapat mengakses dengan mudah melalui internet.

Suka dengan AA Gym, berarti pendukung poligami donk?!

Pemikiran yang naif :). Semua sudah tau bahwa sejak masalah poligami tersebut AA Gym jadi dibenci oleh ibu-ibu yang notabene fans berat beliau. Saya memang termasuk pengagum beliau sejak dulu, namun itu semua bukan karena kapasitasnya sebagai manusia namun lebih karena ajaran-ajaran yang dituangkan pada siraman rohaninya.

Ah tetap saja, klo orangnya rusak ajarannya juga rusak, gak patut di ikuti.

Hm, c’mon, maksudnya orang yang menikah lagi dengan cara sesuai ajaran agama lebih rusak daripada mereka-mereka yang selingkuh, ketahuan kawin siri, masuk gosip, setelah satu tahun bercerai dari istri lama akhirnya benar-benar terbukti bahwa dia selingkuh dengan wanita lain dan akan menikah dengan wanita tersebut?! Dan kenyataan bahwa orang-orang seperti ini lebih populer sekarang ini karena beritanya lebih menjanjikan dan memberikan banyak pemasukan bagi wartawan?!

Untuk saya pribadi, tidak ada yang salah dengan metode AA Gym tersebut, at least jauh lebih baik daripada orang-orang lain yang kehidupan rumah tangganya rusak berat akibat permainan sembunyi-sembunyi yang di tutup dengan topeng cantik sehingga kelihata ‘innocent’. Dan saya yakin beban yang ditanggung oleh beliau juga tidak ringan, resiko untuk salah langkah dan tidak adil sangat besar bagi beliau, sehingga cenderung lebih mudah berbuat dosa jika memang tidak adil dalam membina rumah tangganya. Justru langkah yang diambil tersebut sangat beresiko untuk membuat dirinya yang insya allah sudah lebih terjamin masuk surga menjadi lebih sulit untuk memasuki pintu itu.

Terlepas dari masalah itu, saya sendiri termasuk salah satu orang yang sangat beruntung belajar banyak dari buku-buku AA Gym dan ceramah-ceramah beliau saat baru masuk kuliah dulu. Singkat cerita, dulu sempat merasa semuanya hancur saat tidak berhasil masuk tempat kuliah impian saya. Dimana harus melalui perjalanan naik turun angkot ke kampus mewah (mepet sawah) nun jauh disana. Tahun pertama dijalani dengan penuh kemuraman, semua terasa gelap. Bisa dibilang terkena imbas stress anak muda :p. Sampai akhirnya saat liburan kuliah, kakak angkat saya (diangkat sebagai anak asuh oleh orang tua saya) yang sudah saya anggap kakak sendiri berdiskusi dengan saya seperti biasa ketika saya pulang ke cilegon untuk liburan. Diskusi tersebut biasanya sampai jauh malam hari.

Saya mengatakan membaca bukunya Dale Carnegie tentang “metode mencari kawan”, namun ada sesuatu yang kurang pada buku tersebut. Kekurangan tersebut yang kami diskusikan, kemudian menghasilkan saran dari kakak saya tersebut untuk membaca buku ESQ (Emotional, Spiritual, Quotient). Saat itu buku tersebut belum menjadi best seller, dan kebetulan orang tua saya memiliki buku tersebut. Saya coba baca dan bawa ke Bandung. Buku tersebut membuka mata dan wawasan saya tentang kehidupan, mengajarkan bahwa kegagalan bukan alasan kita untuk menghancurkan hidup kita sendiri. Saya mendapatkan banyak dorongan dan masukan mengenai motivasi diri untuk menghadapi hidup dari buku tersebut.

Walaupun begitu, saya merasa masih ada yang kurang dari ESQ. Dan sampailah pada membeli buku-buku AA Gym untuk kemudian dibaca selama satu jam perjalanan angkot dari kost saya di dago ke kampus STT Telkom di dayeuh kolot. Ternyata perjalanan yang membosankan itu menjadi barokah karena saya jadi terpaksa membaca buku untuk menghilangkan kejenuhan, dan alhamdulillah dari bacaan tersebut membekas hingga saat ini.

Buku ESQ mengajarkan kepada saya beragam motivasi diri dalam menghadapi kehidupan, banyak sekali yang isi tulisan tersebut yang memberikan semacam kejutan listrik dan menghapuskan buram dimata saya akibat kegagalan menembus UMPTN. Dan akhirnya berhasil membuka pikiran saya untuk berpikir lebih jernih dalam menghadapi kehidupan. Namun saya merasa walaupun pikiran saya perlahan-lahan telah terobati, namun hati saya masih belum. Dan seperti yang sering kita dengar bahwa hati adalah pusat kehidupan manusia, jika hatinya kotor maka kotorlah seluruh badannya, begitu pula sebaliknya. Intinya adalah buku ESQ berhasil memberikan motivasi diri kepada saya namun belum berhasil menyentuh sisi rohani saya, sisi rohani tersebut disentuh melalui tulisan-tulisan tangan AA Gym. Setelah membaca tulisan-tulisan beliau rasanya hati seperti disiram oleh air dingin, sejuk banget. Dulu berkali-kali saya mengeluarkan air mata saat shalat malam bukan karena menyesali hari-hari yang terlewati dengan percuma selama masa stress, namun karena akhirnya saya bisa merasakan ‘suatu kenyamanan’ dalam diri saya sendiri setelah sekian lama, bahkan mungkin rasa nyaman yang belum pernah saya rasakan sebelumnya seumur hidup. Dan gak tau kenapa rasa nyaman tersebut justru menyebabkan saya mengeluarkan air mata :p.

Begitulah, selama beberapa tahun berikutnya saya selalu membaca buku-buku AA Gym dan juga beragam buku lainnya saat perjalanan pulang-pergi antara kost dan kampus. Beragam ilmu motivasi dan siraman rohani membantu saya lepas dari masa-masa sulit dan membuka pikiran serta hati yang sebelumnya ibarat katak dalam tempurung. Dan saya sangat yakin, saya bukan satu-satunya orang yang terbuka hati dan pikiran setelah membaca tulisan-tulisan tangan AA Gym. Saya sangat yakin masih ada ribuan orang lainnya yang mendapatkan hal serupa. Dan mungkin diantara orang-orang tersebut sudah menjadi sangat sukses dalam kehidupan dunia dan insya allah akhiratnya.

So, saya sangat berharap semoga saja dengan adanya cybermq ini lebih banyak lagi orang-orang yang bisa mendapatkan hal serupa dengan yang saya dapatkan beberapa tahun silam saat pertama kali membaca tulisan-tulisan AA Gym. Saya sendiri merasa kesibukan di dunia saat ini cenderung membuat jauh dari ajaran agama, terutama karena bekerja diluar negeri dimana seharusnya setiap shalat jum’at bisa mendapatkan minimal sekali siraman rohani namun tidak bisa karena disini (ataupun di pakistan) khatib shalat jumat-nya menggunakan bahasa lokal. Semoga saja dengan adanya cybermq ini bisa kembali menyiram hati dengan air dingin. Walaupun banyak situs-situs islam online lainnya, namun mengetahui bahwa bisa kembali menikmati tulisan-tulisan yang dulu pernah membantu saya keluar dari masalah besar dan ajarannya tetap membekas dihati hingga saat ini, dimana tulisan-tulisan tersebut lah yang membentuk kepribadian saat ini terutama dalam menghadapi gelombang kehidupan, tentu akan sangat berbeda :).

Semoga tulisan ini juga membawa manfaat bagi mereka yang membacanya. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s