AA Gym: Kredibilitas Dalam Bekerja

Kredibilitas dalam Bekerja
Penulis : KH Abdullah Gymnastiar

Semoga Allah memberi kenikmatan harga diri melebihi rasa nikmat pada
harta, pangkat, dan jabatan. Karena ada orang yang mobilnya berharga,
rumahnya berharga, namun dirinya tidak punya harga diri. Oleh karena
itu, bekerja tidaklah cukup supaya mendapatkan harta. Jauh sebelum
kita lahir, harta sudah ditetapkan olehNya. Yang harus dipikirkan
adalah bagaimana kesibukan bekerja menjadi amal shalih bagi kita.

Ketika memandang hidup di dunia, kita memang harus bekerja sekuat
tenaga. Bahkan, seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits, kita
beramal duniawi seolah-olah akan berumur panjang. Di saat yang sama,
kita pun harus sadar seandainya esok kita meninggalkan dunia ini.
Rasulullah SAW juga telah menyebutkan bahwa orang cerdas adalah orang
yang paling banyak mengingat mati dan mempersiapkan diri
menghadapinya. Sehingga setiap waktu, selalu dijaga niat dan amal yang
terbaik. Insya Allah, dunia-akhirat akan diraih.

Rasulullah SAW pada lebih dari empat belas abad lalu telah mengajarkan
konsep Al-Amin. Yaitu setelah iman, prioritas pertama kita adalah
membangun kredibilitas diri. Efeknya akan timbul komitmen. Hal inilah
yang dilakukan Rasulullah SAW dalam berdakwah. Kredibilitas diri
beliau sungguh sangat mengagumkan, sehingga banyak yang tertarik, dan
berkomitmen pada Islam.

Menurut Rasulullah SAW, minimal ada tiga sebab sehingga seseorang
dapat disebut kredibel, yaitu; pertama, jujur dan terpercaya sampai
mati. Orang jujur itu adalah orang yang merdeka, tidak takut dengan
siapa pun, bebas mengatakan serta berbuat benar. Sedangkan pendusta,
dalam hidupnya ia seperti terpenjara. Karena dalam bekerja, memiliki
modal uang bukanlah hal utama, tetapi kejujuran adalah modal
terpenting. Jika kita jujur, Insya Allah pasti akan banyak orang yang
percaya meminjamkan modalnya kepada kita.

Kedua, orang kredibel juga adalah orang yang cakap. Orang-orang akan
puas dengan apa yang dikerjakannya. Begitu pun Rasulullah SAW, semua
orang yang bertemu beliau, merasa puas dengan kinerjanya, yaitu
janjinya ditepati, jujur, dan amanah. Seharusnya, kita senantiasa
dapat menambah keilmuan tentang pekerjaan yang kita geluti, agar
kualitas amal kian meningkat.

Ketiga, kredibilitas juga diperoleh jika kita pandai berinovasi atau
kreatif. Zaman terus berubah, orang-orang bergerak maju ke depan.
Andai kita tidak berubah, lambat bergerak, kita pasti akan tertinggal,
terpinggirkan oleh mereka yang kreatif dan inovatif. Apalagi setiap
orang pasti senang dengan hal-hal baru. Untuk itulah, kita sekuat
tenaga harus mengembangkan diri, terus menambah ilmu, agar berbuat
amal kreatif dan inovatif bagi ummat. Wallahu a’lam.

Sumber : Buletin Sakinah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s