European Trainer

Selama training HLRd yang berjalan 8 hari kemarin sebetulnya gw menjadi sopir buat trainer German, karena kesalahan pihak NSN yang gak bertanggung jawab akhirnya tugas antar-jemput bule yang berasal dari Austria ini jadi kerjaan gw selama training berlangsung hanya karena hotel tempat dia menginap jaraknya dekat dari apartemen gw. Hari pertama saat tugas mengantar sang bule kembali ke hotelnya (selesai training) terasa cukup membosankan, well…sebetulnya karena gw sedikit kecewa. Saat introduction di training, dia bilang kerjaan sebelum menjadi trainer untuk NSN dia pernah bekerja sebagai System Administration. Dan kuliahnya juga bidang Informatika. Otomatis pikiran gw langsung melayang jauh klo ni orang pasti termasuk geek, karena banyak sekali orang-orang german yang masuk hitungan hacker.

Setelah ngobrol-ngborol di dlm mobil menunggu macet yang lamaa bngt, gw baru tau klo ternyata dia bukan tipikal geek. Bahkan bisa dibilang dia krng setuju dengan sifat para geek yang lebih senang menyendiri dalam kamar dan menjadikan komputer pribadi sebagai wanita impian satu-satunya. Trainer ini tipikal orang yang suka pergaulan, dan menurut dia menjadikan pengetahuan IT untuk media berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain jauh lebih baik. Hm, oke, gw setuju, tp tetap saja gw berharap dia itu geek yang bisa menceritakan tentang aktivitas hacking dan underground di German.

Setelah sampai hotel, dia sempat nanya:

So, you’ll pick me tomorrow morning?!

Hm, dia nanya sambil agak gak enak dan terkesan malu-malu gitu. Gw jawab aja iya walaupun sebetulnya malamnya gw sms manager NSN untuk kepastian besok pagi gak perlu antar-jemput dia lagi, yang ternyata dijawab sama bapak manager itu sebaliknya.

Yes, please pick him

Alhasil, gw udah mikir tiap pagi bakal berusaha untuk cari bahan obrolan selama di mobil. Tapi beberapa hari kemudian gw jadi sadar ternyata si bule ini beda dengan engineer-engineer asing lain yang biasa gw temuin sebelumnya. Biasanya sih engineer-engineer terkesan lebih cuek dan santai, terutama yang dari eropa. Tapi ini orang sangat sopan, ramah, dan termasuk pendiem. Selama di mobil walaupun kadang sama-sama gak punya obrolan dan diem aja selama nungguin jalanan yang macet, tapi lumayan banyak juga cerita-cerita yang bisa gw dapatkan dari dia. Yang pada akhirnya gw jadikan kesempatan untuk mencari tau lebih banyak tentang orang-orang eropa, mulai dari pola pikir mereka, kebiasaan hidup, tingkah laku, sifat asli, kondisi negara dan pemerintahan, dsb.

Beberapa hal menarik diantaranya orang german bagian utara terkesan lebih strict dalam hal bekerja dan waktu, sedangkan orang german semakin ke selatan cenderung lebih santai dalam bekerja walaupun tetap tepat waktu. Orang-orang eropa berpikir mereka adalah masyarakat maju, dan mereka gak begitu suka dengan monopoli orang-orang USA seperti bisnis Microsoft. Dari situ gw baru mengerti kenapa project-project seperti Linux, Mozilla Firefox berasal dari eropa. Mereka juga lebih maju dalam hal berpikir tentang privasi, sehingga gw gak heran banyak supporter project tor berasal dari eropa dimana mereka menginginkan privasi yang lebih baik. Orang-orang eropa juga lebih sadar akan kesehatan, itu sebabnya sering terlihat terutama di Tanzania banyak bule yang bersepeda. Ternyata bersepeda merupakan salah satu hobi kesukaan masyarakat eropa.

Si trainer ini juga sering dikirim keluar berbagai negara, dia juga menceritakan pengalaman-pengalamannya dan hal-hal yang dia temui selama di negara tersebut, seperti misalnya dia bilang negara-negara kawasan eropa yang merupakan ex-soviet (dekat kawasan rusia) mukanya terlihat doomy & gloomy, yang berarti terlihat sedih terus air mukanya.

Satu hal yang paling menarik, si trainer ini masih single padahal usianya diatas 30 an (gw sempat kuatir wkt tau hal ini, dan berpikir jangan-jangan nih bule GAY). Pada salah satu kesempatan gw coba tanya kenapa dia masih single, dia bilang bahkan dia saat ini gak punya girlfriend, alasannya karena sulit untuk berhubungan dengan wanita di german. Di German, cewe nya rata-rata berselera tinggi, yang berarti mereka liat status ekonomi sang cowo. Nah, sang trainer ini bilang walaupun gaji yang dia terima termasuk tinggi jika di konvert ke US Dolar ataupun rupiah, namun gak seberapa klo dibandingkan dengan pekerja lainnya di German, terutama yang bekerja di bidang ekonomi seperti perbankan. Jadi bisa dibilang dia ini mungkin gak pede untuk nembak ce karena masalah ekonomi dan pekerjaan dimana dia hanya menjadi trainer. Walaupun begitu, dia bilang senang dengan pekerjaannya yang sekerang ini.

Banyak banget cerita-cerita yang gw bisa dapatin dari dia, dan ternyata ada hikmahnya juga gw disuruh antar-jemput trainer tersebut. Pada hari terakhir training, gw cukup kehilangan juga karena biasanya ada temen ngobrol sambil nungguin macet dijalan yang kadang sambil bercanda tentang suatu hal. Well, sebelumnya gw sempat juga jadi sopir antar jemput TAC3 dari India yang datang untuk project upgrade HLRi di Tanzania, walaupun gak banyak tapi dapat juga beberapa cerita tentang orang-orang India.

Berikutnya gw jadi sopir untuk orang mana lagi ya???! =))

Advertisements

One thought on “European Trainer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s