HLRD is coming…

Yang pertama, hardware untuk HLRD (HLRi 3.0) akan datang sekitar akhir bulan atau awal bulan February ’09. Schedule sudah ditentukan, sekitar 2 minggu untuk instalasi dan 4 minggu untuk commisioning. Untuk HLRD rencananya akan diimplementasikan pada 2 site. Dan time schedule tadi untuk satu site. Sedangkan untuk keseluruhan project hingga integrasi akan memakan waktu sekitar 8 bulan, yang berarti HLRD akan live sekitar bulan agustus-september 2009.

Untuk tipe pekerjaan seperti gw sulit mendapatkan training, karena intinya konsultan itu adalah expert yang di hire untuk mengerjakan project. Namun adakalanya jika teknologi baru muncul dan kita masih dalam jangka kontrak, atau customer puas dengan kinerja serta performa kita, maka kita akan beruntung mendapatkan kesempatan mempelajari teknologi baru tsb. Dan bagi konsultan, kesempatan belajar ini nantinya bisa digunakan untuk mengerjakan project di tempat lain. Teknologi selalu berkembang, dan project umumnya akan menggunakan teknologi2 baru. Biasanya kesempatan training dan mempelajari teknologi baru hanya didapatkan saat kita bekerja di tempat yang permanen, dan jika sudah kerja sebagai konsultan serta tidak mendapatkan kesempatan untuk upgrade teknologi, maka skill yang kita miliki akan expired. Bisa dipastikan kesempatan untuk kerja via agency tinggal menunggu waktu saja karena project akan meninggalkan teknologi lama.

Jika client/customer menginginkan kita untuk tetap stay mengerjakan project mereka ketika upgrade teknologi baru berlangsung, biasanya ada beberapa pilihan. Yang pertama, kita akan ditraining, dengan aturan kita akan di bonding (di ikat) selama jangka waktu tertentu. Jadi gak boleh pindah project. Buat yang kerja via agency (consultant) dimana negara tersebut sudah membuat kita nyaman dan bayaran nya juga oke maka hal ini suatu keberuntungan. Karena selain kontrak kita aman untuk jangka waktu cukup panjang (mis: 1 tahun ke depan), pendapatan yang didapatkanpun (sangat) memuaskan plus kita enjoy dinegara tersebut.

Yang kedua, kita akan ditraining, tapi dengan aturan bayarn sendiri. Atau bisa juga bayar 50:50 dengan client yang projectnya kita handle. Biasanya bayaran untuk training teknologi baru sangat mahal, untuk HLRD sendiri berdasarkan informasi dari rekan di Indonesia yang sudah pergi untuk training HLRD memakan biaya sekitar paling tidak Eur 10,000. Training HLRD berlangsung di Germany. Belum lagi biaya hidup selama disana yang notabene pasti mahal (untuk hotel sekitar Eur 100 – Eur 150).

Beberapa bulan yang lalu, NSN dan Vodacom Tanzania sepakat mereka ingin terus mendapatkan support dari gw sampe teknologi HLRD. Namun, Vodacom mensyaratkan support dari NSN untuk training terlebih dahulu ke germany jika ingin terlibat dengan project HLRD ini. Persyaratan ini datang dari Director Vodacom. Manager vodacom dan manager gw di NSN sempat manggil (secara terpisah ;p) dan masing-masing menyarankan gw ambil training ke German, krn mereka ingin gw untuk tetap support hingga HLRD. Sebetulnya, gw udah dengar ttg teknologi HLRD sejak masih kerja di Siemens Indonesia 2 tahun lalu. Telkomsel berencana untuk menggunakan HLRD. Namun teknologi ini baru di implementasikan sekarang-sekarang ini (Trial di Telkomsel baru berlangsung beberapa minggu). Dan operator-operator diseluruh dunia sudah mulai banyak yang mencoba (trial) teknologi ini. Di Tanzania bukan lagi trial, namun memang sudah dibeli dan akan di implementasikan. HLRD adalah teknologi sangat canggih, dan gw pengen banget belajar serta terlibat langsung dengan teknologi ‘wah’ ini. Apalagi setelah hanya mendengar rumor ttg ini sejak 2 tahun lalu.

Tapi ada beberapa pertimbangan. Yang pertama, gw gak suka sistem bonding. Karena dengan begitu kita kerja seperti terpaksa. Sedangkan gw ingin kerja dengan menikmati sepenuhnya, jadi kalupun kontrak diperpanjang (yang berarti alhamdulillah dapur masih aman untuk beberapa saat kedepan ;p) sedangkan gw udah pengen putus kontrak karena satu dan lain hal, berarti nanti akan jadi masalah. Yang kedua, gw benci training hehe. Seperti belajar didalam kelas, dan itu biasanya buat gw ngantuk. Jadi gw selalu berpikir training di kelas adalah USELESS!Gw tipikal yang menikmati OJT (On Job Training), jadi sekalian belajar sekalian langsung terlibat dalam project. Itu jauh lebih berharga dan bermanfaat. Yang ketiga, rasanya sulit klo harus bayar training yang semahal itu, walaupun bisa 50:50 dengan NSN. Ditambah lagi berarti harus meninggalkan anak+istri di Tanzania selama hampir sebulan.

Alhasil, gw tolak secara halus saran dari Manager Vodacom dan Manager NSN untuk pergi training ke German. Gw bilang terus terang klo merasa training ke German itu hanya buang-buang uang dan gak akan berhasil buat gw, jauh lebih cocok liat barang dan baca manual trus langsung kerja. Tapi tentu saja dalam project besar seperti ini managemen gak akan setuju barang mereka di handle oleh orang yang belum tau sama sekali tentang teknologi tsb.

Beberapa minggu stlh itu, dari pihak NSN di rekruit satu orang lokal Tanzania. Orang ini lulusan Canada dan telah pengalaman kerja di Huawei Tanzania sekitar 1 tahun. Menurut manager NSN, dia akan dipersiapkan untuk project HLRD. Jadi dia inilah yang nantinya akan ditraining ke German, sehingga aturan dari Vodacom dapat terpenuhi. Dan orang ini nantinya akan menjadi tenaga lokal untuk support project HLR Vodacom dari NSN. Gw mendapatkan tugas melatih dia terutama basic-basic HLRi. Selang beberapa lama, ternyata ada kabar bahwa resource dari South Africa yang telah training di German akan datang ke Tanzania untuk implementasi HLRD. Well, itu berarti akan jauh lbh baik kondisinya. Karena project berjalan, gw bisa ttp stay belajar sambil mengerjakan project HLRD. Dan resource dari South Africa ini adalah contact person untuk trobule ticket dari HLRi Tanzania, dan orangnya cukup asyik. Gw udah bayangin commisioning bareng mereka bakal asyik bngt.

Kemarin ada pemberitahuan lain dari manager NSN, ternyata akan ada training untuk HLRD yang diselenggarakan di Tanzania. Orang-orang vodacom (engineer + head of department + manager) akan ikut training ini, serta orang-orang permanen NSN Tanzania. Dan cukup mengejutkan karena gw termasuk yang disuruh ikutan training. Klo lihat dari prosesnya sih gak ada aturan-aturan yang mengikat, dalam arti mungkin gw dapet training ini secara gratis. Well, walaupun training akan membosankan, tapi paling tidak setelah selesai bisa taro di CV pernah ikutan training, apalagi klo bukan modal untuk… 😛

Hum, waktunya untuk kembali membaca ttg HLRD project, dokumen2 (hardware, schedule, etc) telah masuk. Fun TIME!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s