ARD (Access Restriction Data)

Dalam bidang telekomunikasi kadang sulit apabila ada masalah yang berhubungan dengan perangkat lain. Hubungan dengan perangkat lain disini bisa jadi perangkat lain (mis: Kita pegang HLR, sedangkan komplain datang dari engineer MSC/VLR) dari vendor yang sama atau perangkat lain dari vendor yang berbeda. Jika komplain datang dari engineer yang taunya hanya mengoperasikan suatu mesin tanpa pernah ‘ngoprek’ mesin tersebut, dia tidak sadar bahwa tiap mesin memiliki spesifikasi yang berbeda dan istilah yang berbeda. Seringkali mereka hanya bilang “kita menerima informasi A dari mesin kamu, coba di-non aktifkan”. Informasi “A” tersebut seringkali istilah yang berbeda antara satu perangkat dengan perangkat lain, ataupun feature yang ada pada suatu perangkat dan tidak ada pada perangkat yang lain.

Baru-baru ini ada masalah menarik disini, subscriber vodacom tanzania tidak bisa melakukan location update pada network MTN uganda dan TMN portugal. Komplain dari engineer MTN sangat simple, dari hasil tracing protocol analyzer mesin mereka terdeteksi bahwa FLAG ARD diset “true”, sedangkan Flag tersebut seharusnya diset “false”. Dan informasi ini didapatkan dari proses insertsubscriber data yang dilakukan oleh HLR Vodacom Tanzania. Otomatis mereka langsung bilang coba itu Flag ARD nya dinonaktifkan. Komplain yang cukup mencengangkan, kenapa?

  1. Kegagalan Location Update hanya terjadi pada network mereka, dan subscriber yang roaming di negara lain tidak mengalami masalah tersebut.
  2. Non-aktifkan suatu feature pada live network tidak bisa seenak jidat, dan jika me-non aktifkan feature tersebut hanya untuk menyelesaikan masalah pada suatu network maka akan terjadi kemungkinan kegagalan pada network yang sebelumnya normal.

Komplain diatas juga hanya menyertakan screenshot hasil protocol analyzer mesin mereka yang cenderung cross-platform dan cross-vendor, jelas gw kesulitan membaca hasil tracing protocol tersebut.

Hari ini datang komplain dari TMN Portugal, failure nya sama yaitu masalah ARD. Namun engineer portugal ini telah melakukan analisis terlebih dahulu disertai dengan berbagai acuan dokumentasi berdasarkan hasil tracing protocol analyzer, dan ini memudahkan gw untuk analisis dari sisi HLRi dimana letak kesalahannya.

Gw sempat diskusi dengan salah satu rekan yang sempat menjadi “best engineer” di Huawei (hi, Zan!) dan karena kami sama-sama handle HLR skrng ini jadi sering bertukar informasi jika ada masalah. Di HLR yang dia handle skrng ini (apertio HLR utk NTS Indonesia), tertulis jelas mengenai feature ARD dan konfigurasinya. Dari hasil analisis orang portugal tersebut, dipahami bahwa subscriber vodacom tanzania gagal melakukan location update karena pada bagian MAP message terdapat byte yang mengatur Flag ARD di set, dan berdasarkan spesifikasi TS 23.012:

Sheet 1: Decision "Access-Restriction-Data permits current RAT?" performs a check on the subscriber’s AccessRestrictionData information received from the HLR and either allows the operation to continue or rejects the Location Update. The decision is taken according to the following:
-If AccessRestrictionData value includes "GERAN not allowed" and the LA/RA, where the MS accesses the network, is served by GERAN, then the subscriber’s access is not permitted.
-If AccessRestrictionData value includes "UTRAN not allowed" and the LA/RA, where the MS accesses the network is served by UTRAN, then the subscriber’s access is not permitted.

So, the access restriction data is sent in a byte where only the first 2 bits are significant:
- 1st bit (bit 0) applies for utranNotAllowed;
- 2nd bit (bit 1) applies for geranNotAllowed;
- The remaining bits should be ignored if received and not understood.

Regarding these explanations we can now analyze the trace of the LU attempt with your sim card in our network (attached). Our Analyzer is not able to decode the AccessRestrictionData Parameter but we can do it regarding the data description in the TS 29.002. As you can check, in the Octet 244 of the second InsertSubscriberData Invoke, there is the AcessRestrictionData (Tag 19 as described in the TS 29.002)

Octet244: Unexpected tag

...10011 Tag (19) Unexpected tag

100..... Class and form (4) Context-specific, primitive

00000010 Length 2

........ Contents 06 C0

The Bit String complies 2 Bytes, 06 C0 in hexadecimal. Regarding ASN.1 encoding the first byte (06) defines the number of “unused bits” which are 6 so only the first 2 bits of the next byte should be considered.
Converting “C0” to Binary representation, we get “11000000” which means both Utran and Geran not allowed and that’s why your card are not able to register in our network.

Penjelasan yang luar biasa karena mereka melakukan analisis terlebih dahulu, dan memang bisa gw pastikan bahwa pada UMTS subscription di sini menggunakan tipe GSM, sedangkan untuk GERAN/UTRAN tidak di set. Yang berarti jika ada subscriber yang mengakses suatu network dimana pada area tersebut dilayani oleh GERAN/UTRAN untuk radio accessnya akan mengalami kegagalan. Gagal karena ada restriction ARD yang di spesifikasikan oleh standarisasi 3gpp, Release 6. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa subscriber dengan konfigurasi sepert ini tidak bermasalah pada network Vodacom di Tanzania, ataupun network-network lain yang radio access nya juga menggunakan GERAN/UTRAN?! Alasannya adalah karena restriction ini dilakukan oleh perangkat CS (Circuit Switch), dlm hal ini mungkin MSC/VLR. Dan MSC/VLR tersebut harus sudah support ARD (bisa mengenali feature ARD), di Tanzania sepertinya perangkat CS-nya belum support sehingga tidak bisa mengenali feature ini. Sedangkan di portugal, berdasarkan keterangan mereka perangkat CS-nya baru saja di upgrade sehingga bisa mengenali byte ARD pada MAP message dari HLRi.

Nah, klo udah begini kan enak, jadi tinggal test konfigurasi dari HLRi untuk memasukan GSM/GERAN/UTRAN pada subscriber tersebut untuk UMTS subscription dan lihat bagaimana efeknya di network TMN 😛

Advertisements

One thought on “ARD (Access Restriction Data)

  1. Thank you suhu dari penjelasan blog nya …

    saya perlu liat ARD jg nech buat kasus double VLR di MTN Syria … 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s