Roda-roda kehidupan 2 sahabat

Autis.

Mungkin itu istilah yang tepat buat gw dan sahabat karib gw. Kami sama-sama dari Cilegon, masuk SD dikelas yang sama selama 6 tahun, masuk SMP dikelas yang juga bareng selama 3 tahun, menghabiskan masa-masa SMP di tim basket yang sama dan sama-sama mulai dari nol untuk belajar main basket. SMU, sama-sama merantau ke Bandung dan sekolah dilingkungan yang sama walaupun beda sekolah. Sahabat gw masuk SMU 3 Bandung sedangkan gw masuk SMU 5 Bandung. Klo pulang ke cilegon saat liburan sekolah, kami sama-sama main basket sore harinya dilapangan komplek. Kebiasaan autis gak bergaul dengan anak-anak seangkatan lain saat SD – SMP di Cilegon ketika liburan terus berlanjut hingga kuliah, sahabat gw dipaksa masuk dikampus gajah bandung oleh orang tuanya sedangkan gw mau gak mau masuk kampus mewah (mepet sawah) di Bandung.

Mulai saat itu keadaan cukup banyak berubah. Gw dan sahabat gw ini masih terus bareng, dan masih sama-sama gak gaul walaupun tinggal di lingkungan orang-orang yang gaul. Sama-sama mengalami stress mengenai hasil UMPTN, gw sendiri awalnya sempat kehilangan semangat hidup karena sangat yakin dan menginginkan tembus jurusan 3 besar kampus gajah bandung yang ternyata gagal total dan harus menerima nasib masuk kampus mewah tersebut.

Sahabat gw stress karena dipaksa masuk jurusan yang dia sendiri tidak paham dan tidak suka namun karena desakan orang tua akhirnya terpaksa memilih jurusan tersebut, well…yang penting masuk kampus Gajah. Sebetulnya dia juga lulus ujian masuk kampus mewah, dan kami mungkin akan berada di kelas dan jurusan yang sama, dan mungkin…cerita nya akan berbeda jika dia masuk kampus yang sama.

Gw mulai menikmati kuliah di kampus mewah setelah masa gladi (magang di telkom), yaitu awal tingkat 3. Saat itu alhamdulillah diterima di lab CnC yang sebenarnya adalah lab tehnik elektro, kebetulan mereka buka untuk semua jurusan dan akhirnya gw yang jurusan teknik informatika bisa masuk. Setelah itu karena kebijakan lab, maka lab CnC tidak pernah membuka untuk jurusan lain. Jadilah gw yang pertama, yang terakhir, dan satu-satunya anak nyasar yang masuk lab CnC :P. Kehidupan berubah, gw mulai menemukan asyiknya kutak-katik komputer, security, network, dsb. Waktu habis hanya untuk ngoprek.

Di salah satu sisi kota bandung, di daerah dekat kebon binatang bandung sahabat gw menjalani masa-masa stress pasca UMPTN hingga masa kelulusan, yang alhamdulillah akhirnya bisa diselesaikan (wisuda) bulan okotober 2008 kemarin. Perjuangan 7 tahun akhirnya selesai juga, itupun gw dengan susah payah ikut kasih semangat sampai menjelang sidangnya dia agar dia tidak mencari kerja dengan modal ijazah SMU.

Sahabat gw ini tipikal orang yang sangat cerdas saat SMP dulu, jika orang lain ulangan fisika satu angkatan nilainya 4 kebawah (termasuk gw yang cukup beruntung mendapatkan nilai 2, LOL) maka dia mendapatkan nilai 9 (skala 1-10). Pokoknya dia termasuk istimewa dalam hal sekolah hingga akhirnya mendapatkan kesempatan masuk SMU 3 Bandung.

Setiap pulang ke Cilegon, hingga saat ini pun, kami masih meneruskan ke-autis-an kami. Jadi hanya main bareng aja, basket dan jalan-jalan sambil bercerita tentang banyak hal. Sahabat gw ini mendapatkan pekerjaan didaerah serang yang membuat dia terpaksa balik ke Cilegon sini (serang merupakan kabupatennya cilegon), yang tidak ada hubungannya dengan jurusan dia saat kuliah, serta dengan salary yang jauh dibawah harapan untuk bisa saving.

Well, apapun kondisi dan keadaan yang dijalani, sahabat tetaplah sahabat. Tapi yang pasti, gw seneng banget akhirnya bisa bertemu dan saling cerita-cerita lagi dengan sahabat gw ini. Mulai dari keluarga hingga pekerjaan masing-masing. Walaupun sekarang ini gw merasa sahabat gw yang merupakan tipikal orang yang lembut dan tidak suka cari masalah dengan orang lain sudah mulai agak berubah, sekarang jadi lebih keras dan agresif dibandingkan sebelumnya (hampir aja tadi sore ribut sama tukang parkir di Mall, gw udah siap-siap aja tuh klo sampe ribut bakal bingung juga dikeroyok tukang parkir). Gw jadi merenung sendiri, mungkin perubahan sifat seperti itu terjadi karena sulitnya kehidupan yang dia jalanin. Dan memang jika sudah bekerja dan harus menopang hidup sendiri dengan berbagai tingkat stress-nya, bisa merubah sifat seseorang.

Gw dan dia sering me-review masa lalu, sahabat gw selalu bilang klo dulu kami kuliah sama-sama dan dia tidak memperdulikan orang tuanya untuk kuliah di kampus ternama walaupun jurusannya tidak disukai dan lebih memilih kuliah di jurusan teknik yang dia sukai, mungkin saat ini kami udah bekerja di lingkungan yang sama. Gw jd inget dulu juga saat awal-awal baru lolos dari masa-masa stress tidak mudah melaluinya, dan berhubung sahabat gw ini baru lolos dari masa-masa stress kuliah dia sejak 2 bulan terakhir, gw cuma bisa bilang harus sabar-sabar aja menghadapinya.

Yang pasti, roda kehidupan itu akan selalu berputar. Kita tidak akan pernah tau apa yang akan terjadi dimasa-masa yang akan datang, bisa jadi yang saat ini hidup enak maka jika sudah ditakdirkan jatuh dan berada dibawah tidak bisa menolak, begitu juga yang saat ini merasa ada dibawah maka bukan hal yang mustahil suatu saat akan naik keatas. Toh Allah tidak akan merubah nasib seseorang jika orang tersebut tidak berusaha untuk merubah nasibnya sendiri.

Dari hasil diskusi gw dan sahabat gw, kami setuju dengan beberapa hal berikut:

1. Pilihlah kuliah/sekolah yang disukai, klo kita sekolah/kuliah di jurusan yang kita sukai seberapa sulitnya pelajaran tersebut maka kita akan tertarik untuk menyelesaikannya.

2. Jangan termakan merk. Ada banyak orang tua yang merasa bangga jika anaknya bisa kuliah di kampus-kampus ternama seperti UI, ITB, ITS, USU. Yang akhirnya sang anak terpaksa masuk jurusan aneh-aneh yang tidak disukai namun yang penting jika ditanya bisa jawab dengan bangga, kuliah dimana? “ITB”

Jaman sekarang banyak tempat-tempat belajar yang berkompeten namun tidak populer, dan banyak tempat pekerjaan yang sudah tidak mengatasnamakan asal sekolah. Selama dia mampu dan berkompeten maka dapat diterima bekerja. Yang pasti, cerita salah satu tokoh dunia security Indonesia yang tanpa bekal ijazah kuliah pun saat ini mampu bekerja di perusahaan ternama dan menjadi tokoh IT terdepan Indonesia selalu gw ceritakan ke mereka-mereka yang merasa sudah tidak punya semangat berusaha dalam hidupnya, termasuk ke sahabat gw yang satu ini.

3. Pupuk sikap mental tegar dan gak mudah putus asa. Sesulit apapun, setakut apapun, walaupun maju sedikit demi sedikit sambil nangis pun tetap diusahakan untuk ada perkembangan dalam 1 hari kehidupan. Harus ada nilai tambah yang kita dapatkan hari itu. Jangan mudah menyerah, klo gagal ya coba lagi, gagal lagi ya coba lagi. Masih gagal, coba cara lain, masih gagal juga coba cari jalan lain. Dst.

Klo cuma mengeluh dan mengeluh terus gak akan menghasilkan apa-apa. Dan klo bisa, dekat dengan lingkungan orang-orang yang berjiwa mandiri agar kita juga terkena auranya untuk bisa mandiri. Jangan mudah tergantung pada orang lain.

4. Keep positive thinking. Believe it or not, it will give us the strength to keep walkin in this wild life.

Suka atau tidak suka, roda kehidupan akan terus berjalan. Dan kita harus selalu siap untuk susah ataupun senang.

Keep strong, my best friend!

Advertisements

4 thoughts on “Roda-roda kehidupan 2 sahabat

  1. mksh tulisannya om …. emg bnr bgt kok ….. jgn smpai anak jadi korban ambisi orang tua …
    om nasibnya sama kyk aku, tp om lebih baek drpada aku yah ….
    doain aja aku bisa cpt lulus kuliahnya ……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s