Pulang Kampung…?!

Rencananya sih begituAkhirnya bisa kembali ke Indonesia, bisa ambil liburan antara tanggal 25 November – 15 Desember. Sebetulnya sama sekali tidak ada rencana untuk ambil liburan, karena gw pikir ambil liburannya nanti saja setelah habis kontrak (akhir maret 2009). Jadi ambil liburan selama 2 bulan, tidak terima job dan menghabiskan waktu di Indonesia bareng keluarga. Tapi ternyata ada perubahan rencana…

Awalnya dipicu dari kesulitan mencari apartemen, apartemen yang kemarin ditempati minta naik harga sampai $500 per bulan, itu pun belum full-service dalam arti masih harus urusin bayar listrik, bayar air, bayar tv, bayar internet sendiri. Berarti total pengeluaran per bulan akan semakin membengkak. Dengan kondisi krisis ekonomi seperti ini jelas pengeluaran harus di perketat, semua berusaha untuk menyimpan uang sebaik mungkin :P. Alhasil, cari apartemen baru. Selama 3 minggu keliling-keliling bahkan sampai harus ijin dari kantor untuk cari apartement hasilnya nihil, alasan utama karena apartemen2 disini minimal 6 bulan sewanya, sedangkan gw disini rencana hanya sampe maret. Tapi ada satu apartemen yang sudah full-service dan biayanya juga lebih murah, apalagi semua sudah ditanggung (listrik, air, dll) jadi gak perlu pusing mikirin masalah itu lagi. Apartement ini juga favorite karena bisa biaya monthly, tapi waiting list nya panjaaaang bngt. Agency yang gw pake juga kesulitan untuk bisa dealing dapatin apartement itu.

Nah, terakhir dapat kabar tanggal 10-12 Desember ada yang mo cabut dari apartement itu, dan agency gw bilang dia bisa dapetin unit tersebut. Ide untuk liburan terlontar begitu aja ketika gw sama istri lagi bercanda-bercanda (ketawa-ketawa stress) krn gak bisa menemukan tempat tinggal sekitar seminggu sebelum keluar dari apartemen, karena klo dipikir-pikir biaya untuk tinggal sementara di hotel selama menunggu apartemen ($130 per night for standard hotel, tanzania is freak country) sama dengan biaya tiket pulang pergi Tanzania – Indonesia (dengan qatar airlines tentunya, murah meriah ;p). So, besoknya langsung gw coba ketemu dengan manager Vodacom (customer) untuk menanyakan kemungkinan gw pulang ke Indonesia. Jika kita bekerja 6 bulan berturut-turut tanpa liburan, biasanya memang diberikan waktu untuk menikmati liburan, untuk 6 bulan bisa ambil liburan 2-3 minggu lah. Gw juga sudah memperhitungkan antara tanggal 25 Nov – 15 Des network akan freeze karena menjelang natal dan tahun baru, jadi gak ada pekerjaan yang direncanakan selama bulan desember hingga januari. Dan pastinya, sebelum tanggal 25 Des gw udah harus balik lagi ke Tanzania karena harus standby sampai tahun baru (yang tidak merayakan natal akan standby). Sang manager menyetujui, tapi harus disetujui juga oleh HOD (Head of Department) yang sayangnya saat itu lagi tugas ke South Africa dan baru pulang tanggal 22 Nov, so keputusan bulat baru akan diberikan sehari sebelum rencana keberangkatan, 24 Nov 2008.

Menjelang tanggal 25 November kemarin ada beberapa hal yang sempat membuat tegang. Yang pertama adalah saat hari jum’at tanggal 21 November terdeteksi hardware error di HLRi dodoma. Gw paling benci tugas ke dodoma, makan waktu 6 jam dengan tipe jalan standar afrika, gak ada apa-apa. Dan sialnya terjadi menjelang gw pulang ke Indonesia. Sempat debat juga sama manager vodacom karena gw disuruh pergi ke dodoma hari senin pagi untuk proses ganti hardware. Sebetulnya hardware yang replace ada tim lain, tapi gak tau kenapa vodacom selalu freak-out terjadi sesuatu dan gw selalu disuruh pergi ke dodoma padahal tugas gw cuma 2: Matiin mesin, hidupkan mesin.

Hari senin, satu hari sebelum pulang, akhirnya diputuskan engineer vodacom akan pergi ke dodoma menemani tim hardware, gw standby di dar es salaam jika terjadi sesuatu. Memang, kadang setelah hardware terinstal dan mesin akan di hidupkan, ada berbagai masalah yang muncul dan akibatnya mesin tidak bisa beroperasi dengan baik, itu sebabnya HLRi engineer dibutuhkan untuk proses tersebut. Well, at least gw udah sedikit tenang karena tidak perlu ke dodoma.

Karena menjelang pulang gw coba selesaikan semua trouble ticket yang berhubungan dengan HLRi, salah satunya berhubungan dengan proses monitoring HLRi di mesin @vantage commander. Gw coba untuk migrate mesin HLRi ke mesin @com yang lain, untuk mesin HLRi dar es salaam berhasil namun untuk mesin HLRi dodoma ternyata bermasalah. Akhirnya gw dan salah satu engineer vodacom sepakat untuk dikembalikan ke mesin semula, yang ternyata cukup menakutkan…HLRi di dodoma tidak bisa dibalikin ke mesin @com awal untuk proses monitoring. Yang artinya, jika terjadi sesuatu maka tidak bisa di deteksi (misal: network outage dimana proses telekomunikasi failed). Dan jika 1 HLRi down, maka itu berarti lebih dari 4 Juta pelanggan tidak bisa terima telp, tidak bisa location update, dll. Berhubung Vodacom Tanzania adalah network kecil dengan jumlah pelanggan kurang dari 8 juta, maka kehilangan 4 juta pelanggan adalah masalah serius.

Masalah ini jelas membuat semakin gak karuan karena bisa menghambat kepulangan ke Indonesia, namun akhirnya gw dan engineer vodacom sepakat untuk terus melanjutkan aktivitas replace hardware malam itu tanpa monitoring. Monitoring akan dilakukan manual dari system. Sebetulnya gw udah kutak-katik masalah tersebut sampai jam 19:00 namun tetap gagal, jadi akhirnya menyerah.

Saat malam, feeling sempat gak enak walaupun aktivitas di dodoma cuma replace hardware. Berhubung no GSM yang gw pake berlokasi di HLR dodoma yang kalo terjadi apa-apa berarti gw gak bisa dihubungi, akhirnya gw kasih no hp istri ke engineer vodacom untuk di hub jika terjadi masalah. Dan karena ini cuma hardware replacement, si engineer vodacom bilang gw gak perlu standby, cukup istirahat aja utk perjalanan ke Indonesia esok harinya.

Jam 3:30 AM, hape istri berdering pertanda ada masalah. Dalam keadaan kaget sambil ngantuk, si engineer vodacom bilang klo setelah hardware replacement ternyata aplikasi HLRi di mesin tidak bisa diaktifkan, alasannya karena RMS shutdown (RMS merupakan salah satu aplikasi di HLRi juga). HLRi terdiri dari 2 mesin cluster sun solaris dengan platform FSC (Fujitsu Siemens Computing), jika satu mesin di-shutdown untuk maintenance maka seluruh trafik gsm akan dihandle oleh mesin yang satu lagi. Pada kasus ini, engineer vodacom tersebut tidak mengecek (dan pastinya, karena HLRi element di @com terhapus) trafik saat salah satu mesin di shutdown. Yang berarti bisa jadi trafik sudah outage selama proses hardware replacement berlangsung. Saat gw login ke system untuk proses checking, langsung keringet dingin karena seluruh aplikasi mati. Dan aplikasi HLRi tidak bisa di aktifkan secara manual.

Total outage!

Kerjaan telekomunikasi selalu malam hari, karena saat itu trafik jauh lebih rendah dan banyak free call jadi kalo terjadi sesuatu maka kerugian operator tidak terlalu parah seperti jika system down di siang hari. Gw berusaha untuk cari tau penyebabnya, yang pasti karena RMS tidak bisa di start maka aplikasi HLRi tidak bisa diaktifkan.

Akhirnya dicoba untuk restart mesin yang baru di maintanance tersebut sekali lagi, dan ternyata setelah di restart servis RMS bisa aktif dan aplikasi-aplikasi HLRi bisa ‘up’ lagi. Gw sampe sekarang belum tau apa masalahnya, dan masih heran kenapa bisa seperti itu. Dan untungnya lagi setelah restart, HLRi di dodoma bisa kembali di create pada mesin @com untuk proses monitoring. Semua kembali seperti normal. Gw sampe sujud syukur deh.

Lucunya dari departemen monitoring baru sibuk telp tanya sang engineer vodacom karena mereka melihat ada alarm bekas aktivitas malam itu. Dengan polos serta kebingungan orang-orang bagian monitoring (yang kerjaannya disuruh liat monitor untuk deteksi apabila ada alarm) tanya “barusan matikan mesin tapi kok kami gak liat ada alarm bahwa mesin di dodoma mati ya?”. Well, yang pasti karena beratnya pekerjaan bagian monitoring mereka selalu tidur beralaskan koran di ruang monitoring saat malam hari, dan baru terbangun klo ada alarm bunyi pertanda ada masalah. Dan mereka gak sadar klo monitoring untuk HLRi dodoma hilang sejak siang ;p.

25 Nov 2008, perjalanan balik dari Tanzania – Indonesia. Untuk kepulangan kali ini sengaja mo kasih surprise untuk ortu di cilegon, jadi gak bilang-bilang sama mereka. Tiba-tiba sudah muncul didepan rumah, dan yang pasti mereka senang banget karena bisa bertemu lagi dengan Jasmine. Apalagi bokap, wahhh…sibuk bener pas liat jasmine hehe…

Sebetulnya tanggal 26 Nov 2008 sempat nginap di Jakarta malamnya, karena besoknya ada urusan di Jakarta. Dan malam itu harusnya gathering dengan super_temon, K-159, dan CyberTank karena perkiraan sampai hotel jam 19:00, tapi sayang gw baru sampe hotel jam 21:30 dan saat itu hujan lebat di Jakarta. Di hotel juga gak ada fasilitas internet kamarnya plus no tanzania gw gak bisa roaming jadi no service (yang akhirnya bisa keesokan harinya, gak tau kenapa dengan iPhone.huh!). Sorry guys, but still I owe one dinner, please keep it for next time…

Event Idsecconf berlangsung pada tanggal 13-14 Desember di kota Jogja, seharusnya bisa ikutan ke sana tapi sayangnya 15 Desember udah harus balik lagi ke Tanzania, jadi rasanya (lagi-lagi 😦 ) gak bisa kumpul bareng temen-tement komunitas security Indonesia pada event tersebut.

Hum, schedule aktivitas selama di Indonesia sudah di buat dan disimpan dengan rapih pada calender, so…here I am back for 2 weeks holiday.

Home sweet home…

Advertisements

3 thoughts on “Pulang Kampung…?!

  1. h3b… can you came to students gathering??
    it will be held on Saturday, 6th December 2008 @ Lisung cafe, dago pakar.
    hope to hearing news from you soon..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s