Try to live the new env…

Pagi kasih tau temen kantor gw mo cari apartemen yg murah dulu, gak kuat bayar klo terus-terusan di hotel. Alhasil cari-cari travel agent nya, katanya sih ada di daerah semacam mall gitu. Setelah cari-cari ternyata bisa dilihat bentuk mall nya tanzania, ehm…oke, cukup sederhana. Klo di Indonesia seperti apa ya?mungkin seperti toko-toko yang jualan pernak-pernik di sekitar tempat wisata seperti danau toba, karena ‘mall’ ini juga letaknya di sekitar pantai.

“what kind of apartment you would like to have?”, si mbak” nya tanya. “hm, 1 bedroom”, gw jawab sekedarnya. “seem difficult, usually it 2 bedroom. but i’ll try to look for you. How much ur budget anyway?”, again…she asked me. “Well, $1000-$1500 per month. Can I have that kind of apartment near here?like in peninsula or golf course?cause I knew lot of expatriate live there”. Dengan polosnya gw tanya dan yakin bisa dapat apartemen di wilayah bagus tsb dengan harga segitu. Si mbak-nya jawab, “it’s difficult. those location usually around $2500-$4500 per month”.

Mulai deh pusing kepala gw dengernya, karena di jakarta aja harga $1000-$1500 udah bakalan dapet apartemen yang bagus, apalagi cuma 1 kamar tidur. Akhirnya cuma bisa pasrah, “well, oke. just try to find all the apartment with those range of rate, and let me choose it later”.

Selesai dari travel agent, pergi ke KBRI Indonesia untuk tanzania dia Ali Hassan road. Ali hassan road bisa dibilang jalan utama dar-es-salaam. Sebelum ke situ tentunya telp dulu KBRI nya. Oh iya, untuk data lengkap KBRI bisa dicari di Internet. Di KBRI bertemu dengan mas anto, dia udah 1.5 tahun kerja di KBRI Tanzania. Dari keterangan beliau gw dapet cukup banyak informasi. Termasuk apartement yang memang harganya selangit, padahal klo dibandingkan dengan di Jakarta untuk harga yang sama bakal dapat apartemen kelas mewah. Hm, pantesan expat-expat terutama orang-orang kulit hitam dari afrika berani bayar apartemen sampe $3000/month-nya, karena memang biasa segitu harganya, bahkan mungkin mereka lebih puas karena fasilitasnya udah mewah abiz.

Dari ngobrol-ngobrol dengan mas anto itu juga gw tau ternyata harus imunisasi minimal 2, yellow fever dan meningitis karena keduanya termasuk penyakit bermasalah untuk kawasan afrika. Jadi mau gak mau sabtu ini harus pergi ke rumah sakit untuk di imunisasi. Tau gini gw imunisasi dulu deh di Indonesia, gw dah ngebayangin imunisasi di afrika mungkin jarumnya segede pulpen, berhubung orang-orang nya juga lebih gede drpd orang-orang indonesia, trus maen tujus gitu aja kali ya…:(

Oh iya, gw juga baru sadar klo ternyata tiap negara itu sistem per-bank an nya juga berbeda-beda. Di pakistan termasuk mudah mencari HSBC, sedangkan di tanzania ternyata tidak ada HSBC. Untuk bank internasional yang ada Citibank dan StandardChartered. Namun untuk ambil duit ternyata bisa memanfaatkan jaringan Visa dan MasterCard, jadi klo kita punya atm BCA yang ada logo Visanya bisa digunakan untuk ambil duit di sini. Dan ini berbeda dengan saat gw di pakistan, karena disana sistemnya tidak pakai jaringan Visa & MasterCard begitu (kyk nya sih, soale dulu pernah coba di bbrp ATM gagal semua).

Jadi klo ada yang mo bepergian ke afrika, lebih baik bawa aja atm yg ada visa elektronnya atau mastercard, karena ternyata bisa digunakan untuk ambil uang lokal disini. Pity on me, left those BCA card with my wife in Indonesia. Jd skrng lg muter otak untuk bisa narik duit disini krn persediaan semakin menipis :P.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s