New Advanture

Gak pernah terbayangkan klo suatu ketika gw bakal menginjakan kaki di daratan afrika. Minggu kemarin berangkat dengan qatar airways ke tanzania. Perjalanannya bisa di bilang 2x perjalanan jakarta-pakistan, tempat kerja sebelumnya. Alhasil…capekkkkk.

Sempat transit di doha, tapi gak sempat lihat-lihat karena waktunya mepet banget. Begitu sampai, langsung boarding untuk pesawat selanjutnya ke tanzania. Gw sempat lihat jg sih sesaat di bandara doha ada mobil super keren dipajang, betul-betul negara tajirrr. Oh iya, di qatar airways juga banyak banget rombongan TKI Indonesia (semua perempuan) yang mo bekerja di qatar, gw jd mikir klo stay di qatar enak lah ya…banyak orang indonesia nya di situ. Speaking bout qatar, anggota baru kecoak juga stay di qatar sambil sekolah disana, klo gw bisa lbh lama di qatar mungkin udah kopdar dulu deh hehe…

Anyhow, klo gw lihat struktur bangunan dan bentuk lingkungan di qatar gak jauh beda dari pakistan. Struktur bangunan-nya tanpa atap, jadi kotak-kotak dan berdebu dimana-mana. Mungkin pusat kotanya yg modern jauh dari bandara ya?!hum…

Tanzania terletak di afrika timur. Negara di kawasan afrika yang paling modern adalah afrika selatan, dan tanzania terpisah satu negara dari afrika selatan. Dari informasi yang udah dikumpulin sebelum berangkat kesini, tanzania termasuk negara tujuan wisata. Cukup banyak tempat-tempat yang bagus sebagai objek tujuan wisata oleh orang-orang eropa, asia, usa, dll. Tapi sejak dari bandara sampai hotel (untuk sementara stay di hotel, stl 2-3 hari rencana mo cari apartemen biar lbh murah) gw sempat bingung karena belum menemukan tempat-tempat yang bagus, penduduknya sendiri yaaahh seperti yang terlihat di tv lah, kulit hitam dan terlihat keras. Tapi lama-lama gw sadarin klo ternyata makna ‘bagus’-nya gw mungkin berbeda dengan makna ‘bagus’-nya para penikmat objek wisata. Di eropa mungkin nuansa kota nan-modern sudah biasa, namun utk wisata ke afrika mereka mencari suasana yang berbeda, suasana yang nature alias alami. Well, klo gitu sih gw emang sudah melihat sedikit. Tadi dari bandara sempat anterin orang lain dulu ke suatu apartemen di pinggir pantai, dan yup…suasana pantainya memang indah dan romantis.

Untuk pekerjaan yang di tanzania sekarang semua serba inclusive, alias bayar sendiri. Ini cukup berbeda saat gw bekerja di pakistan dulu, boleh dibilang saat dipakistan gw betul-betul dimanja. Dari sejak datang udah dilayani dengan baik, dijemput dan diletakan ke guesthouse. Tiap mau keluar selalu ada driver yang antar jemput, beserta penjaga bersenjata. Tapi untuk pekerjaan sekarang, baru sampai bandara sudah dikasih mobil untuk dibawa selama gw ditanzania. Padahal di Indonesia aja jarang-jarang gw bawa mobil, itu pun cuma sekitaran komplek. Baru kemarin-kemarin ini aja bawa mobil di jalan raya setelah ambil SIM. Sejak dulu klo pun pulang ke cilegon gw selalu naek angkot klo maen kemana-mana, alasan simple…karena belum punya SIM dan malas bawa mobil sendiri.

Nah, sekarang disuruh bawa mobil sendiri. Yang lebih lucu lagi, gw lihat porsneling-nya (hm, betul gak tulisannya) bukan manual, tapi otomatis. Mobil bokap gw kan model jaman baheula, jadi masih manual. Untungnya masih harus nungguin orang lain, jadi gw dibolehin istirahat dulu sambil nunggu di mobil. Supaya lancar, gw coba-coba dulu deh pelajarin tuh mobil. Yang pasti harus-nya kan lebih simple dibandingkan manual. Gw coba gimana caranya untuk mundur, pre, dan maju. Trus coba semua feature nya termasuk lampu, wipe, spion, dan bukaan untuk bensin. Hehe, ndeso banget yak…

Sebelum pergi ke tanzania juga sempat diskusi dengan salah seorang dari milis parakontel, dia pernah ditugaskan ke tanzania. Dia bilang living cost di tanzania sangat mahal, terutama barang-barang seperti bensin karena mereka import semua. Makan juga klo bisa masak sendiri. Berhubung bensin mobil yang dipinjemin udah sekarat, gw coba untuk isi bensin. Gw juga gak ngerti mo isi pake bensin apaan (yg pasti gak ada premium atau pertamax). Akhirnya coba-coba aja masuk pom bensin dekat hotel. Sekalian ingin lihat klo isi full habis berapa shilling.

Mobil tersebut untuk full-nya menghabiskan 60 liter, sekitar 90rebu shilling. Klo gak salah, 1 shiling sama dengan Rp.10, jadi 90rebu shilling berarti Rp. 900.000. Darn, betul-betul mahal!!!

Internet di sini lemotttt bngt, padahal setau gw protea hotel ini cukup populer disini, gak kebayang fasilitas di tempat yang lebih murah bakal seperti apa ya. Hm, enough ttg pengalaman pertama menginjakan kaki di afrika, selanjutnya musti belajar-belajar lagi tentang mslh pekerjaan karena udah 6 bulan gak pernah pegang HLRi siemens lagi, berhubung orang sini tipikal nya lebih keras dan lebih cuek jadi harus siap-siap in mental juga untuk berhadapan dengan mereka, terutama klo ada masalah.

Yah, bismillah aja deh, semoga di-ridhai oleh Allah. Amin.

Advertisements

2 thoughts on “New Advanture

  1. Wahhhh orang2nya item2 yaaa Bro ?
    Kalo udah sempet jalan2, ceritain lagi yaaa suasana alam nya. Kata loe masih alami dan indah. Jadi pengen tau Tanzania kayak gimana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s