Fenomena sakit sang penguasa…

Bagaimana kau merasa bangga
Akan dunia yang sementara
Bagaimanakah bila semua hilang dan pergi
Meninggalkan dirimu

Bagaimanakah bila saatnya
Waktu terhenti tak kau sadari
Masikah ada jalan bagimu untuk kembali
Mengulangkan masa lalu

Dunia dipenuhi dengan hiasan
Semua dan segala yang ada akan
Kembali padaNya

Bila waktu tlah memanggil
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu telah terhenti
Teman sejati tingallah sepi

Syair lagu yang bagus bukan?tapi berapa banyak orang yang sadar inti dari lagu tersebut?padahal sering muncul di infotainment sebagai backsong ataupun OST sinetron. Contoh nyata jg sudah sangat sangat berjubel, para penguasa yang super hebat namun pada akhirnya lemah tak berdaya. Fenomena penguasa suatu negara yang kini terbaring lemah seharusnya bisa membuat semua orang bertambah sadar klo kita itu hidup cuma sementara, seperti yang dulu sering sekali diingatkan oleh AA Gym.

Fenomena apa yang lucu dari keadaan sang penguasa tersebut?banyak, salah satunya adalah fenomena bahwa banyak sekali orang-orang yang memanfaatkan keadaan tersebut utk banyak hal, misalnya: cari perhatian, sok perhatian, cari nafkah dengan memanfaatkan moment tsb (pedagang bunga di solo?hehe…), dll.

Namun fenomena yang paling menonjol adalah pro dan kontra kasus sang penguasa yang kembali dibangkitkan, berlomba-lomba mempertanyakan kasus tersebut sebelum sang penguasa pergi membebaskan diri untuk selama-lamanya. Pertanyaannya, apakah dalam kurun waktu 11 tahun sejak beliau jatuh tidak ada waktu untuk memperkarakan kasusnya?okey, sudah beberapa kali namun beliau kerap kali secara kebetulan sakit apabila hendak di permasalahkan. Tapi apa selama 365 hari * 11 tahun tersebut setiap hari beliau selalu sakit?atau pengadilan terlalu penuh untuk mengatasi permintaan artis-artis yang ingin cerai sampai-sampai tidak ada lagi slot hakim yang kosong untuk memperkarakan kasus sang penguasa?bullshit!

Untuk melakukan sidang kenaikan gaji anggota MPR dan DPR semua rela datang dan bersusah payah, tapi memberikan perhatian penuh untuk penyelesaian kasus sang penguasa semua hanya non-sense. Ada satu kondisi yang sebetulnya cukup lucu bisa kita lihat sekarang ini, sekelompok orang (mahasiswa?) yang memaksa kasus sang penguasa di tuntaskan dan sekelompok lain yang menyatakan “maafkanlah dia!”.

Bagi yang ingin kasus sang penguasa dituntaskan, apa sih yang kalian harapkan?paling dia hanya akan terkena kasus perdata tentang lembaganya tersebut yang hanya bernilai sekian milyar. Ingin agar dia dipenjara karena kasus pidana?c’mon…utk mengikuti sidang mungkin harus membawa ratusan orang, dokter, wartawan, suster, tempat tidur rumah sakit. Belum lagi masuk sejarah guiness book of record sebagai kasus pidana paling bribet. Oke lah kasus perdata dimenangkan oleh pemerintah (hahahahaha…., gak mungkin lah yaw), terus sang penguasa harus membayar sejumlah uang, uangnya untuk apa?para korban lapindo?gak donk, jelas untuk penghargaan para penggugat karena berhasil memenangkan kasus pelik, dan hadiahnya jalan2 keluar negeri dll, duit dari penguasa itu jelas kurang. You got the point guys.

Yang menarik, apabila ada pihak2 yang ingin agar kasus tersebut dimaafkan. “semua orang pernah berbuat kesalahan, dia adalah Mr. Pembangunan, dia membawa negara kita dikenal oleh orang luar, walaupun dia pernah membuat seorang ibu kehilangan anaknya, seorang anak kehilangan bapaknya tanpa ada jejak yang tertinggal tetap kita harus memaafkan dia”. Ada yang melakukan doa bersama, ada yang muncul di tv sambil berkomentar spt diatas, bahkan ada yang rela melakukan pertunjukan aneh sambil bertapa was wes wos biar bisa masuk tv dan kelihatan sebagai orang yang berusaha membebaskan penderitaan sang penguasa. Hrm, dibalik segala sarkasme tersebut, mungkin ada satu pertanyaan yang cukup menggelitik, mungkin gak sih…pihak2 yang meminta sang penguasa tersebut dimaafkan, ada yg bersusah payah melakukannya dengan cara membayar orang-orang untuk doa bersama, menggembar gemborkan istilah maafkan “sang penguasa” agar dirinya ataupun konco-konconya tidak kena getah dari disidangkannya kasus sang penguasa?

Di pengadilan, kasus sang penguasa bisa merembet kemana-kemana, dan bisa jadi malah membawa-bawa orang-orang jaman dulu yang sekarang tidak tercium aktivitas nya kembali ke pengadilan. Kasarnya, kasus sang penguasa bisa membahayakan orang lain yang saat ini sudah hidup tenang menikmati hasil korupsi dan kejahatan lainnya dimasa lalu. Atau bahkan dapat membahayakan posisi orang-orang penting di pemerintahan saat ini jika kasus tersebut diungkit kembali.

Yang pasti, jatuh sakitnya sang penguasa memunculkan banyak fenomena. Lucu juga melihat orang-orang sudah pada bersiap-siap apabila sang penguasa memang meninggalkan dunia utk selamanya, hotel-hotel full book, toko-toko sudah menambah jumlah karyawan, pedagang2 bunga bnyk bermunculan di dekat makam yang sudah disediakan. Gak kebayang deh bagaimana perasaan sang penguasa tersebut klo tau ttg fakta ini, kematiannya sungguh sangat dinantikan, bahkan mungkin di doakan oleh para pedagang bunga agar mendapatkan duit tambahan untuk masuk sekolah anaknya.

Bila waktu tlah memanggil
Teman sejati hanyalah amal
Bila waktu telah terhenti
Teman sejati tingallah sepi

Note: Penulis tidak bertanggung jawab atas penyalahgunaan tulisan diatas, apabila ada kesamaan nama tokoh, jenis kejadian, dan jenis berita serta fenomena dengan yang terjadi di negara anda, maka *mungkin* itu hanya suatu kebetulan belaka šŸ˜›

Advertisements

7 thoughts on “Fenomena sakit sang penguasa…

  1. kasihan juga mantan penguasa itu, diakhir masa hidupnya beliau menjadi pusat perhatian banyak orang, dijadikan berita utama di setiap media cetak maupun elektronik, seakan semua orang berharap segera akan kematiannya. semoga beliau bisa tenang mengakhiri hidupnya di dunia ini.

  2. betapa hebatnya seorang “Suharta”
    bahkan sakitnya pun memberikan rejeki kepada banyak orang…
    baik stasiun TV, Reporter, sampai tukang bunga…

    semoga amal dan kebaikan belia selalu diterima…

  3. Met kenal..
    Eww.. ulasan yg mantap kang… kirain tau ngebahas topik security n web doank.. wakakak…
    Jadi ingat monolognya Butet Kerjarajasa tentang “Menantikan kematian Paman Gober” hue.he..he..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s