Film ayat-ayat cinta?

Hm, baru tau ttg ini gw, barusan baca tentang ini di salah satu topik forum students.stttelkom.ac.id, dan langsung menuju si empunya blog yang bercerita tentang betapa sulitnya mewujudkan film ayat-ayat cinta

http://hanungbramantyo.multiply.com/journal/item/8/KISAH_DI_BALIK_LAYAR_AAC_IΒ 

Gw tau ayat-ayat cinta pertama kali saat ber’sentuhan dengan ‘cinta’ juga, di kuliah, well…old story anw :). Tapi, saat itu gw sama sekali ndak tertarik utk baca, gw rasa itu cuma novel murahan yang ngemengin tentang cinta. Sampai akhirnya suatu hari, seorang teman bercerita ttg novel itu yang banyak memberikan sentuhan islam, novel itu memiliki suatu kekuatan yang disebut ‘pembangun jiwa’. Saat itu gw udah kerja di jakarta, dan sering keluar kota. Gw tipikal orang yang klo baca novel gak bisa langsung habis 3 jam, tapi bersambung-sambung karena bacanya juga saat sedang dalam kondisi ‘gak ngapa2 in’, dan dengan cara itu gw menikmati aluran cerita novel disaat-saat senggang. Novel ini gw baca saat senggang di kost maupun di pesawat dlm perjalanan luar kota.

Saat awalnya, gw krng tertarik. Tapi mulai agak ketengah, cerita nya jadi luar biasa. Seru. Dan yang lebih aneh, ada guncangan dlm hati saat membaca novel ini. Mengalir rasa yang mkn disebut, ‘cinta’. Pokoknya jadi sejuk deh bacanya. Rasanya iri sama karakter fahri di buku itu, yang begitu dekat dengan islam, dibandingkan diri gw?!wah, serasa kotor bngt.

Setelah itu gw cari buku kang abik yang laen, pudarnya pesona cleopatra. Gw inget bngt baca buku ini saat tugas upgrade software di bandung, slm nunggu proses gw sambil baca novel. Dan lagi-lagi, novel ini menggugah jiwa.

Gw yakin seyakin yakinnya saat itu, AAC dan pudar nya pesona cleopatra akan dijadikan film. AAC buku yang fenomenal, dan seharusnya banyak orang yang ingin mewujudkan nya dalam bentuk film. Namun, tipikal orang seperti apakah yang dapat mewujudkannya?

Hanung berusahan mewujudkan film AAC dengan hanya bermodalkan impian dan kata-kata ibunya untuk membuat film tentang agama. Jujur aja, film tentang agama saat ini sangat jauh dari harapan dapat menyentuk kalbu umat muslim, membuat berubah. Yang ada, film tersebut hanya untuk mengejar keuntungan material. Seperti yang ditulis oleh hanung, produser pemikirannya berapa banyak keuntungan yang akan didapatkan, dan demi keuntungan itu maka film dibuat gak berkualitas. Tepat seperti sinetron-sinetron indonesia skrng ini yang dibuat sesuai dengan trend masyarakat.

Betul pendapat orang banyak, novel terkenal yang difilmkan hasilnya banyak yang tidak memuaskan, karena sentuhan keindahannya jauh berbeda. Mungkin hanya seperti LOTR yang hasil filmnya justru luar biasa. Gw juga sebetulnya menyangsikan kualitas film AAC yang akan datang ini, apalagi dengan berbagai kendala yang mengakibatkan banyak impian kualitas film dari sang sutradara yang terpotong akibat dari budget, memang ekonomi menguasai segalanya saat ini.

Tapi jika membaca ceritanya hanung (semoga memang benar faktanya), perjuangan untuk mewujudkan nya luar biasa. Dan para pemain seperti riyanti yang notabene sudah bintang mau bersusah payah masuk india dan melakukan perjalanan melintasi perbatasan dengan bus. Perjuangan membuat film AAC ini juga seharusnya bisa jadi film hehe…

Baca cerita hanung gw jadi sadar, kenapa kualitas film indonesia banyak yang buruk rupa. Awalnya gw salahin si pembuat film, alias sutradara. Tapi sepertinya gak juga, produser juga memegang peran dimana mereka gak peduli dengan kualitas film, yang penting ‘menjual’. Untuk para pembuat film yang tidak memiliki idealisme tinggi untuk ttp keukeuh memasukan seluruh idenya pada film, maka akan rusak ide2 nya krn mslh2 terutama masalah ekonomi.

Perjuangan itu akan membuahkan hasil, dan semoga saja hanung benar-benar dapat membuat faktor terpenting dalam AAC terealisasi dalam filmnya. Bukan faktor kecantikan aisyah, bukan faktor kesucian fahri, bukan faktor keindahan alam kairo…tapi faktor ‘pembangun jiwa‘. Dimana film tersebut dapat membuat siapapun yang menontonnya dapat merasakan apa yang dirasakan ketika membaca novel AAC, merasakan cinta murni yg datang dari menjalankan aturan agama dengan tulus, merasakan iri hati akan kedekatan seseorang dengan allah dan iri hati karena fahri bisa menjadi begitu ‘sempurna’, dan yang pasti…bisa merasakan kesejukan yang gak biasa saat menontonnya.

Ahhh, tp balik lagi kata hanung, jangan terlalu berharap yang aneh-aneh, bisa merealisasikannya saja itu sudah perjuangan besar. Jd gak sabar pengen nonton filmnya πŸ™‚

Advertisements

9 thoughts on “Film ayat-ayat cinta?

  1. tapi bikinnya ga di mesir syid, tapi di India.
    Trus klo dibuku kan Noura itu orang mesir (tetangganya yang suka disiksa itu loh), nah yang jadi malah Zaskia Adya Mecca.

  2. Ho’oh lel, cm kan tau sndr gimana orang mesir (cleopatra type kali ya), biaya shooting aja segitu…gimana biaya artis nya yak πŸ˜€

  3. Om…..
    Ternyata demen juga ente ama AAC. Gue udah dari lebaran kemaren nunggu nih pelem, soalnya temen gue ada yang bilang kalo pas lebaran bakal di-rilis. ehhh ternyata bo’ongan yakkk.

    Beban Hanung sebenernya berat, dan juga beban setiap sutradara yang diberi tanggung jawab untuk mem-visualisasi-kan sebuah karya sastra besar ke dalam bentuk layar perak. Tantangan mungkin ?

    btw, Bahadur bakal muncul gak yaaa ? Kalo iya, siapa yaaa pemerannya πŸ™‚

  4. kadang produser memang materialistik…
    hmm… masih ragu dng kualitas film yg bakal jadi nanti… coz masih kecewa dgn kualitas cerita jkt underkover yg sangat melenceng jauh dr versi tulisnya..
    moga aja hanung bisa memberikan yang terbaik… πŸ™‚

  5. wah,, jadi ga enak neh,, dulunya aku salah satu orang yang bilang “film AAC pasti ga lebih bagus dari novelnya”.. jadi malu setelah baca postingannya kak hanung…
    ntar nonton ah filmnya… ^^

  6. Aku mendapatkan buku ini tidak sengaja, tapi akhirnya kubaca berkali kali, dan tetap saja selalu asik untuk di baca, gak sabar juga nunggu film nya nih πŸ™‚

  7. Bener mas, ini awalnya saya ga pernah baca novel, tapi yang satu ini bisa-bisanya saya selesaikan baca ini novel, padahal sebelumnya klo baca novel 10 lembar aja dah bosen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s