Emergency Situation at Pakistan

Bah, makin kacau aja situasi di pakistan. Supreme court menentang presiden musharaf, mrk gak bisa melawan akhir nya berhenti support government. Sekarang kekuasaan di take over oleh army di seluruh pakistan, mirip dengan jaman nya suharto dulu. Sekarang musharaf pegang kekuasaan penuh, acara televisi juga di batasi hanya siaran-siaran pemerintah. Dan untuk bidang telekomunikasi, di suruh untuk siap-siap setiap saat kalau ada perintah dari pemerintah langsung shutdown servis, hal ini diberlakukan untuk seluruh operator. Shutdown servis cukup matikan mesin HLR, maka nya dari kemarin temen-temen operation untuk HLRi di sini udah pada telnet ke semua HLRi, begitu ada perintah langsung dech “init 5” :P.

 

Yang paling males, bisa jadi jalur internet juga ntar ditutup dari seluruh ISP, gak ada siaran TV oke lah…gak bisa telp (gw masih pegang nomor testcall utk mesin HLRi yg baru dipasang sih, alias blm di register buat siap-siap klo semua live mesin di shutdown gw mkn msh bisa pake nih no testcall utk telp 😛 ) mungkin masih oke lah, tapi gak bisa INTERNEEEET?bisa gak punya gairah hidup dech hehe. Keadaan makin kacau seperti ini menjelang pemilihan umum untuk parlemen, benazir butho berambisi banget untuk balik ke pemerintahan walaupun banyak aksi bom bunuh diri yang menentang dia. Paling besar dan ramai sesaat sebelum gw dtng ke pakistan kemarin, hari jum’at benazir butho datang ke karachi, rumah dia ada di karachi dan ini disambut dengan pawai panjang banget mulai dari bandara sampai kuburan nya muhammad ali jinnah (sang founder pakistan), karena rencana nya butho bakal mengunjungi kuburan ali jinnah. Tapi sebelum nya butho udah diperingatkan oleh salah satu agen rahasia negara timur tengah bahwa ada rencana melakukan pembunuhan terhadap dia saat pawai tersebut, namun butho ttp datang ke karachi dengan kawalan penuh plus mobil anti peluru.

Akhirnya disalah satu ruas jalan dekat iring-iringan mobil butho ada bom bunuh diri, bom nya besar banget dan ini dilakukan sebelah kiri jalan. Berdasarkan keterangan dari polisi dan lain nya, bom itu tujuan nya untuk buka jalan agar orang-orang yang ada disekitar pawai tersebut membuka jalan untuk pembom bunuh diri yang satu lagi. Begitu jalan terbuka, satu orang langsung lari menuju mobilnya benazir butho untuk meledakan diri tapi ditahan oleh security guard nya benazir butho, dan security guard yang lain berdiri disekitar mobilnya. Karena tertahan, maka si pembom langsung meledakan diri saat itu juga sambil dipegang erat oleh security guard nya butho, selamatlah si nyonya besar dari ledakan bom.  Ini cerita berdasarkan media massa juga sih, tapi di karachi ada juga yang bilang cuma satu bom nya, jadi mungkin aksi security guard nya butho cuma rekayasa media, gak tau juga mana yang betul yang pasti gw liat di tv rekaman waktu pawainya mendekati bom meledak emang serem banget. Seperti biasa orang-orang pakistan menari-nari dijalanan, banyak orang naik truk, dan yang pasti jalanan utama dikarachi itu penuh sesak dan tiba-tiba ada ledakan api gede banget. Pantaslah banyak korban saat itu.

Aksi bom bunuh diri juga semakin ganas, targetnya army atau tentara. Salah satu aksinya, ada mobil bus yang membawa angkatan udara ditabrak dengan motor dan langsung meledak, mati para tentaranya. Anehnya, orang-orang pakistan sendiri cuek dengan masalah bom bunuh diri seperti ini, mereka selalu bilang aksi bom seperti ini udah biasa di pakistan, apalagi pakistan berbatasan langsung dengan afghanistan dimana senjata dan bom-bom dengan mudah bisa didapatkan. Yang gw sesali, pakistan negara muslim namun melihat bom bunuh diri seperti itu dan warga lain yang kebetulan jadi korban mereka cuma bilang “itu cuma orang-orang kurang beruntung yang berada pada tempat dan waktu yang salah”, habis perkara dan kembali ke aktivitas masing-masing. Padahal pakistan negara muslim, harus nya mereka sedih kalau saudaranya sesama muslim menjadi korban seperti ini.

Kasus benazir butho terjadi hari jum’at 19 October 2007, dan gw gak tau ttg ini. Gw berangkat ke karachi hari sabtu pagi 20 October 2007, dan baru baca beritanya dikoran saat dipesawat jakarta-singapore (rute pesawat SQ nya: jakarta-singapore-karachi-lahore). Begitu sampai singapore, gw langsung hubungi manager dipakistan dan bilang tentang masalah ini, seperti biasa…orang pakistan selalu cuek dan bilang gak ada masalah, dan mereka sudah mempersiapkan security guard untuk gw. Gw justru takut klo pake security guard kyk gitu karena dipakistan justru yang diincer itu army. Di singapore sayang nya gw udah jalan duluan, klo tau sebelumnya mungkin bisa dicancel nunggu situasi aman, dan susahnya menjadi consultant seperti ini adalah tidak dilindungi oleh perusahaan. NSN pakistan gak mau tau urusan, mereka cuma ingin project slsi tepat pada waktunya, dan agency gw juga gak mungkin bisa diharapkan, apalagi saat itu hari sabtu (weekend). Di singapore gw juga ketemu dengan engineer dari siemens indonesia, mereka juga tujuan awalnya ke karachi namun begitu ada kabar bom maka siemens indonesia langsung mengumumkan larangan ke karachi, tim dari siemens indonesia itu langsung diubah tujuannya ke lahore.

Itulah enaknya klo kerja dari perusahaan (bukan agency), karena perusahaaan akan melindungi pekerjanya. Sadar akan hal itu, gw tadinya udah berniat pulang lagi ke Indonesia. Namun gw coba usaha terakhir saat di singapore untuk hubungi pihak SQ, gw minta untuk gak turun di karachi namun terus ikut sampai lahore. Seinget gw, harga tiket nya dari jakarta ke karachi itu sama dengan dari jakarta ke lahore, jadi mungkin saja bisa. Toh kalopun gak bisa, gw langsung ambil bagasi dan balik ke jakarta. Ternyata SQ betul-betul penerbangan yang bonafit, mereka bisa atur supaya tiket gw menuju lahore dan bagasi gw yang semula turun di karachi akan ikut terus ke lahore. Salut untuk SQ :).

Mesin HLRi8 udah slsi, dan target gw terpenuhi untuk menyelesaikan mesin ini dalam waktu 5 hari. Sekarang lagi testcall, manager pakistan minta gw untuk ttp stay dipakistan, paling tidak sampai bulan desember karena mesin HLRi9 akan datang akhir bulan november, dan mereka ingin gw handle itu mesin dan mungkin untuk mesin-mesin berikutnya (sampai HLRi-13). Namun melihat keadaan pakistan yang seperti ini, rasanya udah cukup…dan lagi istri hamil di Indonesia jadi bisa dijadikan alasan kuat untuk pulang dan meninggalkan project disini. Kerjaan tinggal serah terima barang dengan customer, menyelesaikan masalah routing SS7 (HLRi8 masih belum bisa koneksi ke IN, sehingga fitur-fitur IN seperti check pulsa dan pengurangan pulsa saat telp blm bisa aktif), dan melakukan migrasi data dari mesin HLRi lama ke mesin HLRi8 yang baru. Setelah itu, pulang ke Indonesia. Semoga aja semua lancar dan baik-baik aja. Amiiin.

Advertisements

2 thoughts on “Emergency Situation at Pakistan

  1. Hari ini ga lagi gagal, benazir butho meninggal dunia karena tembakan beberapa kali–281207,
    mungkin ini salah satu pertolongan Allah bagi umat islam yang masih terus berjuang untuk menegakkan kalimat Allah dan menjalankan mulia nya ajaran Islam.
    or.. else, skenario dr pihak sebrang, untuk menggiring persepsi, opini, isu dunian(scr umum) yang menampakkan bahwa “umat Islam itu” sangat kejam, sadis, anarkis, dll yg semacamnya.
    😕

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s